BAB 34

9.7K 599 7
                                    

Syakilla pov

Sudah tiga hari gue mengurungkan diri di kamar. Dan kondisi kamar yang biasanya rapih,saat ini seperti kapal pecah. Entah apa yang terjadi dengan gue sampai gue mengurung diri seperti ini.

Gue jadi ingat ucapan Ferro semalam, ia semalam mengobrol dengan gue di balkon kamar gue.

FLASHBACK ON

Tok..tok..tok

"Ini gue Ferro, gua mau ngomong sama lu"

Dan akhirnya gue membukakan pintu dan Ferro masuk kedalam kamar gue

Ferro bergumam "ngobrol di balkon yukk!!"  Ajaknya, dan akhirnya kami duduk di teras balkon sambil memandangi perumahan.

"Ada apa?" Tanya gue dan Ferro menoleh

"Gue mau ngobrol, lo kenapa begini. Ada masalah apa?"  Tanyanya tetapi gue hanya diam

"Gapapa"

Ferro menatap mata gue sangat dalam "cewek biasanya kalo bilang gapapa itu pasti ada apa apa" ucapnya

Akhirnya dengan pasrah gue menceritakan semua kejadian bertemu Ricky dengan ceweknya di dalam bioskop sampai akhirnya gue kembali meneteskan airmata.

Ferro yang melihat gue menangis, akhirnya ia membawa gue kedalam pelukannya "nangis aja gapapa. Gue tunggu" ucapnya dan akhirnya gue manangis.

Selang beberapa menit, gue mengusap airmata gue dan kembali diam.

"Gue gatau ya killa yang ada dihati lo sebenernya siapa" ucapnya yang membuat gue menoleh kearahnya.

"Maksudnya?"

Ferro tersenyum "iya, gue tau kok lu belum bisa moveon dari Ethan tapi lo udah mulai buka hati untuk Ricky. Dan lo juga ngerasa bersalah sama gue karna udah nolak perjodohan kita. Kadang gue berpikir kayak, gue pengen kayak Ethan, Ricky yang ada di hati lo sebagai orang yang lo cinta,bukan abang abangan lo atau Herro lo aja" ucapnya dan gue hanya terdiam sambil mencerna ucapan Ferro semalam.

FLASHBACK OFF

tok...tok...tok

"Killa, ini ada Citra. Buka dong sayang"

Gue membukakan pintu kamar itu dan menyuruh Citra untuk masuk.

"Killa sorry gue salah, gue gak seharusnya nanya kayak gitu. Coba kalo ga di samperin, pasti gak akan kayak gini"

Gue hanya tersenyum "gapapa cit, gue malah seneng akhirnya gue tau sifat brengseknya dia"

"Tapi lo jangan sedih lagi, udah tiga hari gua duduk sendirian"

Gue terkekeh mendengar nya "besok gue sekolah kok"

Mata Citra pun berbinar saat mendengar berita itu "Bener yaaa?"

Gue tersenyum "bener"

Gue melihat ada wajah bahagia di dalam diri Citra "gue nginep laa disini gapapa kan" kekehnya

"Iya-iya gapapa"

Tiba-tiba ingatan gue tertuju kepada ethan yang waktu itu berusaha menghubungi gue. Dan ethan juga bercerita kalau dia udah memberikan ricky pelajaran,entah apa gue hanya terkekeh mengingatnya.

Sore pun tiba, kamar gue telah bersih kembali. Wajah gue sudah tidak berantakan lagi seperti tiga hari yang lalu. Gue juga mulai melupakan semua masalah gue kecuali tentang ucapan Ferro yang masih gue cerna..

Gue dan citra menuruni anak tangga, dan disitu ada Bastian,Ferro dan Alvaro.

"Asikk yang udah gak galau lagi mah wajahnya berseri lagi" ledek Bastian

Syakilla [SUDAH TERBIT] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang