Renjun menatap gue dengan pandangan bertanya, "gue, boleh tanya satu hal?"
gue ngangguk ragu.
Renjun menghela nafas pelan sebelum mengeluarkannya.
"ANJEEEEERRRRR APAAN NIH VIO GUE LAGI DITEMBAK?" teriak Vernon tak terima.
gue langsung menatap Vernon dengan pandangan sebal. "Diem lo!!!"
"WAAAH JUN, Lo harus berantem dulu sama gua sebelum macarin Vio." seru Chanwoo dengan sengaknya.
"DIEM GAK LO"
"Jun, langkahin dulu mayat Moonbin sebelum berani macarin Vio." seru Wooseok dari arah depan.
Moonbin yang merasa namanya disebut langsung melempar tempat pensilnya kearah Wooseok. "Kurang ajar! gue di bawa bawa!"
Pinky, Eunwoo, Yebin yang berada di dekat Moonbin langsung mengelus pundak Moonbin pelan, prihatin.
"yang sabar ya Bin hatinya." seru Pinky pelan. langsung dihadiahi tatapan sinis oleh Moonbin.
gue cuma geleng geleng kepala ngeliat kelakuan anak kelas gue yang begini banget. akhirnya berusaha memfokuskan diri ke Renjun lagi.
"tadi, lo mau nanya apa?"
"Lo.... pernah ga suka sama salah satu dari kita berempat?"
KAMU SEDANG MEMBACA
ASETON.
Fanfiction"EEEEEEEEEEE JANGAN DIMINUM ITU ISINYA ASETON!" "hah? Asetan?" Highest rank #27 in Short Story. Highest rank #22 in Short Story. ( 03/05/17 ) WARNING ⚠️ : many harsh words, typos, bahasa acak acakan. 2016 - markisshyuck - au.
