Welcome Home

618 26 2
                                    

"Hati - hati ya Dad." kata anak perempuan berumur 14 tahun itu, dia memandang ayahnya dengan mata birunya yang cemerlang, lalu menyingkirkan rambut pirangnya yang menghalangi matanya. Siapapun yang melihat Teddie Collin Horan tak akan pernah menyangka kalau dia bukanlah bagian 'asli' dari keluarga Horan.

"Jaga dirimu, aku pulang besok. Kalau adikmu itu kabur lagi, biarkan saja." kata Niall Horan sambil mengecup puncak kepala Teddie, Teddie mengerutkan dahinya "Tapi kan-"

"Tak apa, dia pasti mengunjungi Louis lagi, bukan masalah." kata Niall santai. Teddie tersenyum kecil dan menggeleng tak percaya. "Ok, aku pergi ya." kata Niall, "Salam pada Nenek." kata Teddie, Niall tersenyum dan mengangguk. Kemudian dia mesuk kedalam mobil silvernya, melambai pada Teddie dan melajukan mobilnya. Teddie memandangnya sampai mobil itu berbelok. Lalu dia mengehela nafas berat. Dia mengambil iPhone miliknya dari saku, setengah bersyukur karena Niall baik sekali memberinya iPone dia mengetik nomor yang sudah sangat dihafalnya.

Bukannya disapa dengan kata 'Hallo' atau 'disini..' tapi dengan kata ketus dan datar "Apa ?" Teddie menyabarkan dirinya, "Kau dimana ? Dad sudah pergi dan kau tidak menemani. Pulang karena aku benci sendirian dirumah." kata Teddie, "Tidak mau. Biar saja kau sendiri, paling dihantui." kata Klaus Nick Horan, anak pertama yang asli dari keluarga Horan. "Kau dimana ? Kujemput, ditempat paman Louis ?" kata Teddie seolah tak mendengarkan. "Tidak." kata Klaus. "Terus kau dimana ?" kata Teddie curiga "Bukan urusanmu, urus urusanmu sendiri!" dengan kasar Klaus memutuskan hubungan telepon mereka.

Teddie tersentak dan dengan sedikit kesal dia masuk kedalam rumahnya, keruang santai dan menyerang remote tv dan menonton. Klaus yang sekarang bukanlah Klaus, dia jadi aneh sejak umurnya 10 tahun, sejak Niall mulai sibuk bekerja lagi, sejak Niall berencana melakukan itu.

Klaus yang sekarang jadi menyebalkan, jadi nakal dan suka melawan, padahal dulu mereka dekat sekali.

-oOo-

Setelah memutuskan telepon dengan Teddie, Klaus jadi sedikit menyesal karena Teddie kan tidak salah apapun padanya. Tapi, dia tak suka diatur oleh gadis itu, dia tak suka diatur karena baginya usia 12 tahun sudah dewasa dan mandiri. Dia tak suka...

Dan, dia juga berbohong kalau dia tak ada dirumah keluarga Louis Tomlinson, dia tak mau saja Teddie menjemputnya. Sebab, dia suka disini. Meskipun paman Louis sibuk bekerja bersama paman Harry, Paman Liam, Paman Zayn dan ayahnya. Setidaknya disini ada bibi Eleanor yang tak bekerja dan bisa mengurus rumah serta mengurus anak sematang wayangnya.

Klaus, sianak berambut coklat keemasan yang amat sangat mirip ibunya ini iri, tentu saja. Dia baru sebentar merasakan rasanya kasih sayang ibu. Tapi bibi Ele baik padanya, dan selalu menerimanya.

"Nih." Jared Tommy Tomlinson, anak tunggal dikeluarga Tomlinson. Rambutnya coklat seperti Louis, matanya biru, pokoknya dia seperti duplikat louis hanya lebih tampan sedikit. Klaus menerima gelas berisi jus jeruk dari tangan Jared. "Baru di telepon kakakmu yah ?" kata Jared. "Dia bukan kakakku." kata Klaus ketus. "Oh, tentu dia kakakmu." kata Jared kalem sembari duduk dan melempar kue kekolam yang dicaplok ikan. "Mana ada! Dia annoying." kata Klaus.

"Heh! Harusnya bersyukur dia ada, karena dia kau ada." kata Jared. "Maksudnya ?" kata Klaus, "Yah, kan. Maaf lho.... Ibumu terancam mandul jadi orang tuamu mengadopsinya kan ? Nah, kata ibuku kalau wanita yang terancam mandul itu harus dekat dekat dengan anak kecil, jadi kaya ngiler gitu deh ingin punya anak." kata Jared. "Oh... Tahu tidak ? kau ini mirip ayahmu, tapi sifatmu mirip ibumu, aneh." Jared tergelak mendengarnya, tawa yang persis sama dengan ayahnya.

-oOo-

Niall James Horan mengetuk pintu rumah berwarna coklat itu, lalu bersiap dengan nyegir. "Sebentar!" kata yang didalam, suara yang dirindukannya. Saat pintu terbuka, Maura Horan terkejut melihatnya "Niall ?" lalu dia langsung memeluknya, "Hi Mum!" kata Niall senang dan melonjak - lonjak rendah layaknya bocah. "Kenapa kau kesini ?" kata Maura heran, sebab Niall tak pernah kesini sejak 7 tahun lalu.

Horan's Story ( Sequel of Music )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang