"Hm... Jadi begitu. Tapi, ibu yakin kalau kau bisa mengatasinya. Ibu tahu kau anak kuatdan satu lagi, kau boleh saja jadi anak yang dingin dan cuek tapi jangan pada saudari - saudarimu okey ?"
Klaus membuka matanya perlahan - lahan. Tadi, dia bermimpi melihat ibunya, berbicara padanya, how a sweet dream.
"Klaus! kau sudah bangun ? Makan malam akan segera di mulai dan, kau tak punya PR Klaus." kata Valerie dari bawah. " Shut up!" kata Klaus kesal.
DUK!
"Hahaha! Sumpah itu lucu! lagi pula apa yang kau lakukan disini ?!" kata Klaus yangtak kuasa menahan tawanya saat melihat adik kecilnya terantuk pintu kamarnya.
Anehnya, Fire membuka mulutnya dan...
"Ner." katanya pelan sekali, tapi masih sampai ke telinga Klaus. Klaus membalalak melihat dan mendengarnya. "Apa kau bilang ? kau tadi bicara ?" kata Klaus. kemudian Fire mengisyaratkan dengan tangannya "D-I-N-N-E-R"
"Oh, aku mungkin ngigau. ya, ayo." kata Klaus memegang kepalanya lalu berjalan menggandeng Fire ke bawah.
...
Mereka tidak makan di ruang makan, mengingat yang lain belum pulang dan parahanya mereka berencana untuk menginap. Malam yang sibuk pun langsung terpeta di benak Klaus. Pertama : Alden yang sangat berisik itu mungkin akan jadi sangat berisik, lalu Jared dan Cody yang sangat suka main game, Kara yang suka bertindak aneh. George mungkin akan sibuk belajar dan Val mengurusi Fire yang makin hari makin aneh dan kalus berpikir kalau dia mungkin harus minum obat tidur agar bisa menuju alam mimpi lebih cepat dan bangun saat para idiot itu sudah pulang ke habitat masing - masing.
"Bagaimana kalau kita bermain hide and clap ?" kata Alden. "Boleh!" kata Jared antusias. 'tapi, Fire tak bisa ikut main." kata Kara. "Bisa, dia jadi anak bawang kan cuma bisa clap." kata Val. Siapa sangak dia dan George meutuskan untuk ikut bermain saja ?
"Aku nggak ikut." kata Klaus. "harus ikut!" kata semuanya serempak, kecuali Fire yang hanya diam menatap Klaus.
"Haeh..." kata Klaus.
"Oke. Ayo gambreng!" kata Cody. mereka pun bergambreng kecuali Fire. Dan, yang akan jadi 'kucing'-nya adalah George. Mereka menutup mata George dengan dasi sekolah dan memutarnya tiga kali.
Setelah itu, mereka pergi bersembunyi.
"Aku datang!" kata George dengan mata tertutup, dan entah kenapa dia merasakan sensasi rasanya menjadi Fire versi bisa bicara. "Aku tak mendengar tepukan!" kata George.
Jadi begini, hide and clap adalah permaianan petak umpet, hanya saja yang jaga harus di tutup matanya dan dia akan berkeliling mencari yang sembunyi. Dia punya tiga kesempatan untuk mengetahui keberadaan yang bersembunyi dengan mendengarkan tepukan, caranya dia harus berkata " clap now!" dan yang mendengar harus bertepuk sekali.
"#clap"
George mendegar suara tepukan tangan dan dia menoleh ke kanan. "I'm coming!" kata George dan Alden menegang, George berada tepat di depannya.
"i get you!" kata George menangkap Alden. "oh God!" kata Alden.
Permainan pun berlanjut dan semuanya kebagian jadi yang jaga kecuali Fire. yang terakhir adalah bagian si konyol Jared. Klaus membawa Fire bersembunyi di kamarnya.
"Good. Jared tidak akan kesini." kata Klaus yang entah kenapa jadi antusias dengan permaianan ini.
"Klaus." kata suara pelan.
Klaus menoleh, siapa tahu ada ayng bersembunyi disana juga. Tapi, tak ada siapa - siapa disana selain dirinya dan Fire.
"Klaus."
Okey, dan sekarang Klaus mulai takut.
"Klaus."
"Oh, katakan saja siapa kau!" bisik Klaus dengan sentakan di dalam nadanya. "It's me. Fire."
Klaus membelalak. Dia menoleh menatap Fire yang sedang bersembunyi di sebelahnya dengan tatapan mata ke depan. "Suprise ?" kata Fire dan Klaus jatuh terduduk menatap adiknya.
"K-kau bicara ?!" kata Klaus. "Aku berlatih selama ini. Siapa sangka aku bisa bicara, eh ?" kata Fire. 'tapi, kau tak pernah bicara pada kami!" kata Klaus. "Aku tak bisa bicara lebih dari sepuluh menit. Makannya aku awet, dan hanya kau yang tahu. Please, don't tell everyone." kata Fire.
Klaus tertegun, jika di dengar, suara Fire sangat pelan nan lembut, seperti suara ibunya kala dia bernyanyi untuk Klaus.
"Ya. Aku tidak akan bilang pada siapa pun." kata Klaus. Fire tersenyum pada kakaknya. "Hihi." katanya terkikik geli. "Someone is coming!" bisik Fire. "Seram juga kalau kau bicara dengan gaya begitu, kaya hantu." kata Klaus.

KAMU SEDANG MEMBACA
Horan's Story ( Sequel of Music )
FanficNiall Horan harus berjuang mengurus ketiga anaknya sendirian. Terutama harus mengurus anak bungsunya yang berbeda.