First Lesson

442 24 1
                                    

Paginya, Fire Horan terbangun oleh bau masakan yang sedang dipasak oleh kakaknya Teddie. "Hallo Fire, wow kau hebat sekali tahu jalan kesini." kata Teddie sambil meletakkan sepiring kentang tumbuk diatas meja. "Hi girls." kata Niall muncul dan langsung duduk diatas kursi. "Dad hari ini kerja ?" kata Teddie sambil duduk, sementara Fire berkeliling meja dan mengambil yang bisa diraihnya.

"Tidak, aku ada urusan dengan Fire." bisik Niall. "Oh... Fire, duduklah." kata Teddie yang mulai sebal melihat Fire mengambil sosis dengan liar dan memasukkan kedalam mulutnya. "Fire..." bisik Teddie. "Um..." Niall berdiri, lalu mengangkat Fire dan mendudukan gadis kecil itu di kursi. Fire memberontak, dia memukuli Niall lalu turun dari kursi dan kabur. Niall meraihnya lagi dan mendudukannya kembali.

"Rnh!!" Fire mengerang, "Teddie, kau bisa berangkat sendiri kan ?" tanya Niall diantara usahanya mendudukkan Fire diatas kursi. "Baiklah, aku berangkat dulu Dad." kata Teddie. Teddie mencium pipi Niall lalu pergi. "Fire!" bentak Niall. Fire berguling dilantai dan menendang - nendang liar. "Fire!" Niall mengangkat Fire dan mendudukkannya dikursinya. Fire naik keatas meja dan berjalan linglung, pasti mencari Teddie.

Niall bersiap - siap, siapa tahu Fire akan meloncat. Fire menginjak semua makanan dimeja, dalam hati Niall menyayangkannya. Niall menangkap Fire saat gadis itu berjalan melewati batas meja lalu mendudukkannya lagi, Fire butuh disiplin. Dia duduk, lalu meraba wajah Niall dan yang tak terduga, ditamparnya wajah sang ayah. Tamparannya kencang sekali, Niall memegangi pipinya sakit, lalu dia membalas dengan tamparan pelan. "Nnh!" mungkin Fire tak menduga balasan. Dia menampar Niall lagi, mereka jadi perang tamparan.

"Diam! Begini, bagaimana kalau kau nurut padaku aku akan mempertemukanmu dengan Teddie ?" kata Niall. Fire berhenti dan menatap kosong kedepan lalu tersenyum. "Oke." Niall mengambil piring yang isinya masih aman lalu menyim[annya didepan Fire. Mencium bau makanan, Fire meraihnya dengan tangan kosong, meremasnya lalu memasukkan kedalam mulut. "Bukan begitu caranya." Niall mengambil sendok dan memberikannya pada Fire.

Fire memegang sendok itu, tapi langsung melemparnya, berulang kali terus terjadi. "Kalau begitu tak jadi ketemu Teddie." kata Niall cemberut, "Rnh!" Fire mengambil sendok itu lalu menyendok makanannya. Niall tersenyum sementara Fire makan dengan sedikit belepotan, tapi untuk orang buta segitu sudah bagus kan ?

"Nah, sudah ?" kata Niall, Fire mengangguk. "Ayo mandi, Teddie tak akan mau bertemu denganmu kalau kau bau." kata Niall, dia menggandeng tangan Fire dan membawanya ke kamar mandi. Di dekat kamar mandi, Fire mengambil baju dan handuk ditangan Niall lalu mendorongnya pergi. "hey, apa ?" kata Niall. "Nnh!" kata Fire, "Oh, ok. Kau tak mau aku mandi-in ya ? Bisa ?" kata Niall. Fire tak menjawab, lalu dia masuk dan mandi.

Lima menit kemudian, Fire keluar dengan pakaiannya yang lucu untuk anak kecil. Niall mendekatinya lalu merapihkan pakaiannya, menyisiri rambut emasnya yang seperti milik Hermione. Niall tiba - tiba saja rindu pada Hermione, kalau ada hermione pasti jadinya tidak begini. Tak terasa, air mata menetes ke pipi Niall. "Ngh ?" Fire memengang pipi ayahnya dan mendapati tetesan air mata itu. Fire mengelapnya, lalu memeluk Niall. Yang ada dipikirannya adalah Niall marah karena ulahnya, lalu menangis.

"Trims Fire, ayo pergi." Niall melepaskan pelukan Fire, lalu menggandungnya keluar rumah. "Kita kerumah paman Louis dulu ya ? Jemput Klaus, dia juga kakakmu." kata Niall. Fire hanya memandang kosong kedepan, mencium bau tanaman yang dirawat rapih oleh Teddie. Lalu, dia masuk kedalam mobil Niall.

-oOo-

Knock... Knock...

"Ya!" Niall menunggu, "Hi Niall !" kata Eleanor senang melihat Niall. "Hi Ele, Klaus ada ?" tanya Niall...

-oOo-

Guys! Guys! Ceritanya bagus nggak sih ? Aku suka lho ngebayangin Fire hampir nangis ditampar Niall dan sebaliknya :) ( Author sadis )

Maaf kalau typo

Vomments, karena aku butuh saran, apapun itu.

Horan's Story ( Sequel of Music )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang