"Hahaha, yang ini." kata Val, dia memasangkan puzzle pada kolom kosong. Mereka bertiga masih bermain di tenda kecil mereka. "Satu... dua... tiga...!! Fire !!' Fire mengacak - ngacak puzzle buatan kedua kakaknya kemudian dia tertawa tanpa suara.
Klaus dan Val cemberut, tapi beberapa detik kemudian mereka memeluk Fire. "Aku saynag kalian berdua..." gumama Val, Klaus terdiam memandang bayangan orang tuanya. "Aku sayang kalian semua." katanya sambil memeluk kedua saudarinya lebih erat. "Rnh..." kata Fire lembut, Klaus dan Val tahu artinya kalau Fire juga mengatakan hal yang sama.
"Kalau aku tak diadopsi aku tak tahu apa yang akan terjadi padaku, aku tak akan bertemu dengan kalian... Kalian.... Adik - adikku." kata Val, "AKu tak tah bagaimana jadinya kalau aku tak ada disini Val." kata Klaus. Val tersenyum, "Hmmmm......mmmm....." dia bersenandung kecil mengikuti lagu fireflies.
"Andai Dad dan Mom benar - benar berada disini." kata Klaus. Val sempat berhenti tapi melanjutkan lagi, "They're always there with us Klaus. Here, at our hearts." kata Val. "Ya, kau benar Val."
-oOo-
Barbara memindahkan channel tv saat Klaus lewat pagi itu. "Mau kemana ?" tanya Barbara, "Sekolah, kau pikir aku kau yang hanya bisa malas - malasan ? Aku punya hidup dan kegiatan yang lebih bermakna." kata Klaus ketus. "What ever." kata Barbara. Klaus memutar bola matanya dan pergi.
.
.
"Terimakasih sekali Per, aku sibuk hari ini dan kau tahu kan kalau tak mungkin sekali Fire ikut denganku." kata Barbara sok manis saat Perrie sudah tiba sirumah keluarga Horan dua jam kemudian.
"Tak masalah, lagi pula aku belum pernah bertemu dengan Fire secara langsung selama ini." kata Perrie. "Trims ya." lalau Barbara memeluk Perrie singkat dan pergi. Perrie tersenyum menatap pintu untuk beberapa saat.
Dia masuk lebih dalam ke rumah Horan. Dia sudah beberapa kali kemari saat Hermione masih hidup. Perrie paling dekat dengan Hermione, dia selalau curhat pada Hermione. Hermione bahkan yang membantuna kembali bersama Zayn 16 tahun yang lalu. "Rnh !!" Fire muncul sambil mengelus tangannya, "Hi Fire." sapa Perrie.
Fire terlonjak kaget, dia mencari - cari di udara. Perrie memegang tangan Fire, "Hi, um... Aku Perrie, teman ayahmu." kata Perrie. Mata Fire membulat, lalu dia menghempaskan tangan Perrie dan pergi. Perrie menghela nafas, dia tah benar kalau Fire tak terbiasa dengan prang baru. Tapi, Perrie tahu cara agar membuat semua Horan tunduk, apalagi kalau bukan FOOD.
.
.
Perrie menumis makana lezat di dapur. Dia paham kalau sedikit tak sopan membuka kulkas orang dan menggunakan dapur mereka, tapi kalau dia tak begitu nanti Fire makan apa ?
Duk!
Perrie yang sedang memegang sinduk berbalik, ternyata Fire menyenggol meja. Dia mengedus - endus lalu duduk dikursinya. "Lapar, eh ?" tanya Perrie. Fire mengangguk dengan polosnya, menggoyangkan kepalanya yang berambut pirang.
"Ini bibi Perrie buatkan Spagheti, apa kau suka ?' kata Perrie. Fire mengangguk, dia mengambil sendoknya dan makan, Perrie perhatikan bahwa jika ada orang yang tak mengenali Fire pasti mereka mengira Fire normal karena yang dilakukannya seperti orang normal, makan dengan santai.
.
.
"Siang bibi Pezz.." kata Val, "Hi Val, bagaimana harimu ?" tanya Perrie, "Lumayan." kata Valerie. "Dimana Fire ?" tanya lagi saat George masuk ke rumah, "Dia ada di kamarnya." kata Perrie. Val tersenyum, lalu dia naik ke kamar adiknya itu. Dia tambah tersenyum mengetahu Fire sedang bermain di bawah tendanya.
" Hi Fire..."

KAMU SEDANG MEMBACA
Horan's Story ( Sequel of Music )
FanfictionNiall Horan harus berjuang mengurus ketiga anaknya sendirian. Terutama harus mengurus anak bungsunya yang berbeda.