Ada Yang kalian Sembunyikan?

412 3 0
                                    

"Fal! Jangan lama-lama milihnya nanti keburu sore" omel Bia, saat ini mereka sedang berada di Toko kaset dan sudah lebih dari dua jam mereka disini, Bia yang sudah lelah menemani kekasihnya itu hanya berdiri sambil melihat kekasihnya yang sedang mencari-cari kaset yang diinginkannya itu.

"Iya sabar, belum nemu nih yang aku mau" kata Naufal sambil terus menjelajahi toko kaset itu, Bia hanya memutar bola matanya.

"Naufal! Aku laper kita kan tadi belom makan" Kata bia sambil menghentakkan kaki.

"Yaudah nanti kita makan"

"Berapa lama lagi? Nanti kalo maag aku kambuh gimana? Kamu mau disalahin bunda?" mendengar itu Naufal yang masih mencari kaset langsung mengehentikan aktivitasnya dan memilih asal kaset nya lalu membayar.

"Harus diomongin itu dulu ya baru cepet?" Kata Bia lelah.

Setelah makan di tempat makan dekat toko kaset, Naufal mengantar Bia kerumah.

"Masih kesel?" Tanya Naufal setelah Bia turun dari motornya.

"Masih, udah sana pulang"

"Kok pacarnya diusir sih?" tiba-tiba Arina -bunda Bia- muncul dibelakang

"Emang Naufalnya mau pulang kok bun" kata Bia sambil melirik Naufal malas.

"Loh, Naufal gak mau mampir dulu? Tante masak makanan banyak loh ayahnya Bia pulang malam, sayang nanti makanannya gak ada yang makan yuk masuk dulu"

"Aduh tante gimana ya? Kita tadi udah makan juga" Naufal menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Udah gapapa, Bia ajak Naufal masuk" Arina pun masuk kedalam rumah.

"Yaudah masuk aja, nyokap suka gitu emang" Kata Bia lalu pergi meninggalkan Naufal.

"Naufalnya diambilin dong Bi" Ujar Arina, Bia yang mendengar itu pun langsung mengambil piring Naufal dan menaruh nasi dan lauk pauknya.

"Makasih sayang" kata Naufal sambil mengedipkan matanya.

"Apaan sih ada bunda tau malu" kata Bia sambil melirik galak ke Naufal

"Gapapa sayang, bunda seneng ngeliat ada yang sayang sama Bia kaya gini" Arina menatap Naufal dan Bia bergantian sambil tersenyum manis.

"Ini tante yang masak?" Tanya Naufal

"Iya dong, gimana? Enak gak?"

"Enak banget tante, kalo kaya gini jadi pengen nambah" Bia langsung melirik Naufal heran.

"Kamu kan tadi udah makan Fal, banyak pula terus sekarang kamu makan lagi dan mau nambah? Itu perut kamu selebar apa sih?" Bia menatap Naufal tidak percaya. Naufal itu badannya Bagus, Bagus banget malah pas gak kurus dan gak gemuk ya mungkin karena rajin olah raga, tapi makannya kaya samson.

Selesai makan malam dan langit juga sudah berubah menjadi hitam, Naufal pamit. Bia mengantar Naufal hingga depan pintu diikuti Arina.

"Hati-hati ya Fal, lain kali main lagi ya tante masakin yang spesial buat kamu nanti" kata Arina saat mereka sudah didepan pintu.

"Aduh tante jadi ngerepotin" Bia yang melihat kekasihnya berbicara seperti itu hanya memutar bola matanya.

"Gapapa, tante gak ngerasa direpotin kok. Tante malah seneng berasa jadi punya anak laki, yaudah tante masuk dulu ya titip salam buat keluarga kamu ya Fal" Arina pun masuk kedalam rumah meninggalkan sepasang kekasih itu.

"Kamu kenapa sih diem aja dari tadi? Masih kesel sama aku? Yaudah aku minta maaf deh" Kata Naufal sambil menatap Bia.

"Enggak kok"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 01, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

My Only LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang