Semoga mulmed yang kusuguhkan sesuai dengan apa yang terjadi.
Dari kemaren bingung mau pakai mulmed apa.
Dan secara tiba-tiba inget lagu ini.
Semoga memuaskan.
Dan aku mau minta maaf juga karena sudah terlalu lama vacum dari cerita-cerita ini.
Happy Reading semoga tidak mengecewakan.
Ada yang Rindu mereka?
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Resa memasuki kelas dengan kacamata hitamnya. Menemukan Ashilla yang tengah serius menatap ponselnya dan berlari memeluk Ashilla.
"Resa lo apa-apaan sih. Untung aja gue gak punya riwayat penyakit jantung" Ashilla berjengkit ketika Resa datang dan langsung Memeluknya. Pasalnya dia tengah serius bermain Games.
Ashilla melanjutkan Permainannya dengan Resa yang tetap memeluknya.
Resa melepaskan pelukannya dengan Ashilla dan sedikit menurunkan kacamata hitamnya tepat didepan wajah gadis itu.
"Resa, lo abis ditonjok siapa ko bengkak gitu mata lo" Ashilla membuka mulutnya, gadis itu terkaget. Lebih tepatnya berpura kaget. Sungguh dia tau apa penyebabnya.
"Gue gak ngerti lagi shill knpa gue gak bisa berpaling ke lelaki lain selain dia" Resa menghela nafas. LELAH. dia lelah dengan hatinya yg hanya untuk Fazry sedang lelaki itu tak pernah meliriknya.
"Terkadang kita memang harus merasakan sakitnya diabaikan untuk bisa mendapatkan perhatiannya, itu semua agar kita bisa untuk lebih menghargai ketika mereka sudah memusatkan seluruh perhatiannya untuk kita,meskipun pada akhirnya bisa saja kita membuat kesalahan yang berakhir dia lebih jauh dari kita sampai kita tidak bisa lagi meraihnya" Ashilla menghentikan permainannya dan menatap kedepan. Matanya nampak menerawang,mengingat kejadian 13tahun yang lalu, saat itu usianya baru 4tahun.
/// Flashback ///
Ashilla kecil adalah gadis yang sangat aktif.
Ashilla kecil adalah gadis yang sangat menyukai saat dirinya menjadi pusat perhatian.
Dan Ashilla kecil selalu berhasil mendapatkan perhatian orang sekitarnya.
Hanya dua orang yang tidak memberikan perhatian penuhnya pada Ashilla, bahkan keduanya tidak memperdulikan kehadiran gadis itu.
Saat itu Ashilla dan kedua orangtuanya sedang berada dirumah keluarga Pradana. Dengan berlari kecil Ashilla sampai dipintu kaca pembatas antara dapur dan taman belakang hingga akhirnya dia menemukan seorang gadis yang tengah termenung dibangku panjang, ditaman belakang rumahnya itu.
"Farah" Ashilla berteriak dan melanjutkan berlari kecil dan berdiri didepan gadis kecil yang seumuran dengannya.
"Farah aku bawa boneka Lala (read: tokoh berwarna kuning mempunyai bentuk spiral diatas kepalanya,dalam serial kartun Telletubbies) buat kamu,kemarin aku pergi sama Bunda sama Ayah terus kita ketoko mainan terus aku beli boneka terus aku inget kamu akhirnya aku beliin boneka yang sama aja dengan yang aku beli biar kita bisa main bareng"
"Kamu suka bonekanya?" Ashilla berdiam diri menunggu reaksi Farah. Tapi yang diterimanya sangat diluar ekspektasinya. Farah berdiri dan berjalan menuju keluar rumah.
Sampai didepan rumah Farah terdiam melihat Lelaki kecil keluar dari mobilnya.
"Farah kamu gak suka ya sama bonekanya? Nanti aku beliin boneka yang lain ya biar kita bisa main bareng, yang lebih besar mau? Kamu mau boneka apa?" Ashilla sudah berada didepan Farah dan melihat mimik bahagia dari wajah Farah.
KAMU SEDANG MEMBACA
ashilla
Teen FictionAshilla tidak menyangka lelaki itu akan berubah. Ashilla tidak menyangka bahwa dia akan sesulit itu untuk melepaskan lelaki yang sangat dia sayangi. "Bahkan sekarang untuk sekedar menjauhimu saja aku tidak sanggup" -Ashilla "Jika itu yang terbaik un...
