Alangkah baiknya dalam sebuah persahabatan itu selalu mengingatkan untuk kebaikan, tuntunlah sahabatmu untuk menjadi baik dan mendapat keridhoan Allah SWT
"Bangun woy bangun," pesan singkat dari grup sahabat sepeda yang beranggotakan 6 orang yaitu Fitri, Juju, Indah, Robi, Uzu, Ida dibuat oleh Indah tadi siang. terpampang di layar handphone pemberitahuanya, sehingga membuat lampu led menyala berwarna-warni. Pesan itu dikirim dan diterima oleh kami pada malam hari tepatnya pukul 01.00 WIB, mata ngantuk berkedip-kedip mengambil handphone baik diatas meja, di tempat tidur ataupun di tempat lainya. Huh gilakali siapa anggota grup itu yang mengganggu tidur nyenyak kami?, padahal sedang enak-enaknya menikmati mimpi yang indah ataupun yang sedang gelagapan ketakutan bermimpi buruk.
Saat kami me ngecek handphone, ternyata pelaku nya Fitri yang di profilnya memakai photo berkerudung pink disertai gaya alaynya, dia membangunkan tidur kami,
Indah : woy ngapa lu ganggu bae sih fit, lagi enak molor nih
Fitri : yaelah bangun ndah, kita sholat tahajud
Uzu : hukumnya sunah kan fit? dilakukan dapet pahala kalo gak dilakuin gak apa-apa.
Juju : Ehem takut ke kamar mandinya sendirian.
Robi : baru mau tidur fit.
Ida : besok harus berangkat pagi, tadi gua tidur malem banget.
Alasan bervariasi muncul memenuhi chat di grup itu, Fitri tau memang berat sekali untuk beranjak dari tempat tidur untuk wudhu dan sholat tahajud, terutama untuk saling mengajak antar kebaikan itu sangat sulit dicamkan.
Fitri : broo kita hidup cuman sekali dan pasti bakal mati entah kapan, jangan-jangan nanti kalian kaga bangun lagi. Yuk sholat.
Saat yang lain beralasan ini dan itu, Fitri tetap menasihati dan mengajak mereka pelan-pelan, dengan kelembutanya dan putihnya seperti kapas, mencoba membersihkan kotoran kemalasan yang mendera-dera.
Indah : iya deh, gue mau sholat ya, takut mati nanti kaga bisa ketemu lagi sama pacar gue.
Fitri : gilakali niat lu hahahah.
Juju : Bismillah berani ah.
Robi : zzzzzzzzz
Uzu : Hooh.
Ida : iya fit.
Akhirnya secara cepat, mereka mau diajak untuk melaksanakan sholat sunah yang amat mustajab ini walaupun entah dari kata 'iya' itu dilaksanakan atau tidaknya. Beberapa dari mereka beranjak sholat, mengamparkan sajadahnya dan membasahi wajahnya dengan air wudhu, diikuti sholat dengan penuh kekhusyuan, sambil merasakan nikmatnya persahabatan ini, jika saling mengingatkan dan menasehati dalam kebaikan.
Malam yang masih gelap gulita, ayam pun belum berkokok, setelah kami melaksanakan sholat kami saling berkirim pesan lagi, malam itu jadi malam pertama untuk saling mengetahui nama lengkap, asal sekolah, alamat, bahkan pengalaman apapun kami ceritakan di tiap masing-masing dari kami.
Indah : pengalaman gue pas mos, di omelin kakak ganteng guys,
Fitri : sama gue juga dah, yang paling ngenes dia ngomelin sambil mesra-mesraan gitu sama pacarnya, kebetulan mereka kerjasama di kelompok gue, kakak osis.
Ida : gue bingung guys mau ngambil jurusan apaan,
Indah, Uzu, Juju, Robi : IPS aja
Ida : gue males masuk kelas Favorit
Fitri : Anjirrr nyali lu bener-bener sombong ida
Ida : hahaha lu tuh kocak, bukan sekalian lu minta nomor handphone nya
Robi : Tau yak da, nanti gue deketin.
Fitri : BTW lu pada sekolah dimana?
Indah, Juju, Uzu, Ida, Robi : di MAN HIDAYATUL IKHWAN
Fitri : Demi apa lu? Gue juga disitu,
Saat Fitri menanyakan asal sekolah, betapa kagetnya kami semua karena ternyata kami semua bersekolah di sekolah yang sama tepatnya di MAN HIDAYATUL IKHWAN.
Indah : haaaaahhhhhh?
Ida : eh kok kita kagak pernah ketemu deh?
Uju : wajar aja sih karena lu tau kali murid nya sampe ribuan, sedangkan kita masih kelas X juga, baru sekolah satu bulan kan
Fitri : gak nyangka kita bakal jadi satu angkatan bor
Indah : akhirnya, yess! berawal dari tabrakan sepeda
Juju : yailah momentum yang dikenang tuh
Entah mipi atau ilusi, kami bersitegang membaca kenyataan ini, betapa senangnya hati ini. Membayangkan merajut mimpi bersama dalam hangatnya persahabatan nanti. Akhirnya kami sepakat mempunyai tanggal yang spesial untuk memperingati tragedi sepeda itu, tepatnya tanggal 06 januari 2016.
Waktu sudah mulai berjalan, semburat cahaya fajar mulai muncul, keramaian tetangga-tetangga bangun dari tidurnya sudah terdengar, akhirnya kami menyudahi chatingan via grup Whatsapp itu pukul 04.00 WIB. Kami tetap bertahan di tempat tidur masing-masing, walaupun dengan mata yang terkantuk kantuk, demi menunggu Adzan Subuh sampai akhirnya, Adzan subuh pun sudah terdengar, alunan syahdu nya mulai menerbak telinga di alunkan oleh Muadzin. Ada yang berbeda untuk bacaan Adzan subuh ini yaitu tambahan sebelum kalimat akhirnya berbuni 'Assholatu Khoirumminan nawum' yang artinya lebih baik sholat daripada tidur, sungguh Allah mengingatkan kami semua tentang pentingnya Sholat, terutama subuh yang amat banyak godaanya, kami sekarang harus beranjak wudhu untuk melaksanakan sholat subuh dan bersiap-siap mempersiapkan segalanya untuk bersekolah dan bertemu dengan sahabat sepeda.
Menurut kalian gimana pas bagian ini?
Ini novel pertamaku di wattpad, bismillahirrahmanirrahim semoga bisa menyelesaikanya. Vote dan komen kritik saranya jangan lupa yah, soalnya baru penulis pemula. Terimakasih !
Cie gaknyangka mereka sekolah disekolah yang sama tepatnya di MAN HIDAYATUL IKHWAN !. Gimana kisah persahabatan mereka selajutnya? Ikutin terus kisahnya
KAMU SEDANG MEMBACA
SAHABAT SEPEDA
TeenfikceIndri selalu kesepian tanpa para sahabat yang mengiringi hidupnya, karena kenangan pahit dan getir di masa lalunya itulah yang membuat Indri betah dalam kesendirian. Namun apakah setelah datangnya "Sahabat sepeda" itu akan mampu membuat bangun kemba...
