Chapter 8 - Cherry Blossom

89 2 0
                                        

Previous
Buakk!!

"Darrel!!"

.
.
.

"Pergilah untuk apa kau bersamanya? Kau ingin aku membunuhmu disini?" Darrel memukul Alran dan berteriak sangat keras.

"Darrel apa yang kau lakukan? Jangan sakiti dia. Dia telah menolongku!" Suaraku meninggi aku berusaha mencari keberadaan Arlan untuk membantunya berdiri.

Belum sempat aku menemukannya. Darrel memukul kepalaku dengan keras.

"Aku menyuruhmu untuk datang menemuiku tadi. Kenapa kau harus berpura-pura lemah dan duduk di jalanan? Bukan bergandengan tangan dan mengobrol di kursi bersama seorang laki-laki" sekarang dia berteriak ke arahku.

Ah benar-benar, kepalaku masih terasa nyeri dan sekarang dia berteriak tepat di telingaku.

Mungkin aku sedang menjadi tontonan orang-orang yang sedang lalu lalang.

"Aku sungguh sangat muak! Ini menyebalkan. Aku buta!! Aku tidak bisa melihatmu. Aku tidak dapat menemukan keberadaanmu. Tempat ini sangat buruk, semua yang ada disini tidak membuatku bahagia. Ini bukan tempat untuk orang buta seperti ku! Apa kau mengerti?" Aku berteriak ke arahnya.

Aku tidak bisa menahan emosi ku. Ah tidak, Darrel akan benar-benar menghabisiku.

"Kau hanya buta! Bukan tidak bisa berjalan. Payah sekali. Berjalanlah, kau bilang kau mencintaiku. Kenapa mencariku saja tidak bisa hah!" Darrel meremas pundakku dengan kencang.

"Itu yang membuatku sangat kesal. Hanya mencarimu saja aku tak bisa. Karena itu aku semakin muak berada disini. Terlalu banyak suara dan aroma tubuh masing-masing orang. Bagaimana aku bisa tau dimana suara dan aroma tubuhmu yang kurasa semakin jauh" Darrel melepas tangannya dari pundakku.

Dia terdiam, aku semakin frustasi. Darrel tak bicara satu katapun.

Mungkin dia sangat marah padaku. Tiba-tiba tubuhku serasa melayang.

Ah bukan! Darrel menggendong tubuhku sekarang.

Dia berjalan dengan sangat cepat.

"Darrel!! Berhentilah" kalimat itu keluar begitu saja dari mulutku.

BYUR!!

"Eung!!" Darrel melemparkan tubuhku ke dalam air.

Apa yang dia lakukan?!

Disini sungguh sangat dingin! Apa ini sebuah kolam? Atau mungkin danau?

Aku mencoba untuk berenang ketepi dan keluar dari sana.

Bodoh! Bahkan aku tidak dapat berenang.

Aku mohon buat aku terlelap dan kembali bermimpi indah.

Apa aku akan mati membeku disini? Dimana orang-orang apa semua orang juga tidak dapat melihat?

Mereka tidak buta tapi mereka hanya tidak perduli padaku.

Aku ingin sekali membenci Darrel dalam situasi seperti ini.

Dia sama saja dengan semua orang yang berlalu lalang dan tertawa melihatku yang hampir mati ini.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 13, 2017 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

White NightTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang