Jimin-Seulgi (Part 4-End) [D-day]

157 25 3
                                    

Hari yang ditunggu-tunggu semua pihak. Akhirnya datang juga.

Seulgi bangun dari tidurnya, lalu mengecek ponselnya. notifikasi Line dari Jimin mengawali paginya.

"Jangan lupa ke sekolah pagi ini, jam 9! Ada acara yang sangat penting!" -Jimin

"kau tidak lupa hari ini hari apa kan?" -Jimin

"Yakkk! kau sudah dimana? ini sudah setengah sembilan!" -Jimin

Seulgi mengucek matanya, lalu menghela nafas sebelum akhirnya menguap.

.

.

.

Seulgi sudah bersiap-siap. Ia mengenakan sedikit make up di wajahnya. Rambutnya digerai sebahu, dengan poni yang menambah kesan imut. Kata yang dapat menggambarkan dirinya sekarang ini...

"Kenapa aku gugup ya? padahalkan hanya ulang tahun Jimin," Seulgi menghembuskan nafas.

...Cantik.

Seulgi melirik gitar di sudut ruangan. Gitar yang membuatnya kelaparan beberapa hari lalu. Ia tersenyum senang, mengingat akan memberikan gitar itu pada Jimin, hari ini.

Ia mengambil tas selempang/? lengkap dengan gantungan kunci beruang berharganya. Mengambil gitar, lalu keluar dari kamarnya.

***

Disini, di auditorium kemarin. Jungkook dan Jimin masih bertengkar, jadi mereka tidak bertegur sapa. sama sekali.

Entah bagaimana mereka memulai acara, yang jelas, diatas panggung ada Yoojung yang sedang bernyanyi untuk Jimin.

"Naneun neoreul johahago, neoreul johahago, neodo nareul johahago, nareul johahago, uri seoro johahaneundedo geu nugudo mareul anhaeyo~"

Saat Yoojung bernyanyi, Seulgi memasuki auditorium tanpa membuat suara.

"Jimin Seonbaenim, saranghaeyo..." Ucap Yoojung membuat tanda hati.

Dan itu membuat Seulgi juga Jungkook melirik Jimin bersamaan.

Jimin hanya tersenyum menatap Yoojung.

***

Gitar yang beberapa waktu lalu di beli Seulgi itu sekarang telah bersemayam di pojok kamar seseorang.

Empunya kamar sedang berdiri di depan cermin panjang yang memantulkan seluruh bayangan tubuhnya.

Ia tersenyum puas menatap penampilannya malam ini.

"Wah, Jeon Jungkook, kau memang jelek," ujarnya tersenyum senang.

Tak lama, pintu kamarnya bendentum berisik.
Seseorang menggedornya tak sabar.

"Kelinci! Cepat keluar!"

Jungkook berdecih.
"Iya iya..."

Jungkook akhirnya berjalan membuka pintu.

"Oh, kau tidak marah lagi ku panggil seperti itu,"

Ia hampir saja tersenyum melihat gadis beralis lurus didepannya. Kang Seulgi.

"Kenapa? Bagaimana penampilanku?"
Seulgi menatap dress putih selutut dengan lengan atas yang tertutup.

Cantik....

"Ya, seperti beruang pada umumnya,"

"Huh?"

"Sudah, nanti kita kemalaman,"

Jungkook membalikkan tubuh Seulgi, dan mendorongnya pergi dari sana.

"Mau kemana? Nonton? Makan? Belanja? Taman hiburan?"
Seulgi bersuara.

"Kau mau yang mana dulu?"

"Aku... mau makan"

"Sudah kuduga, dasar beruang rakus"

"Cih, kau perlu kaca? Kau makan lima cup ramyun sekali duduk waktu itu,"

"Tapi aku tidak menggemuk, tidak sepertimu, rakus dan langsung jadi gemuk"
Jungkook tersenyum miring, menutup pintu mobil setelah masuk kedalamnya.

"Halah, biarpun gemuk juga tetap kau suka," kata Seulgi mendengus lalu duduk di sebelah Jungkook.

"Oke, kau menang, aku tetap suka"

"..."

"Cie salting~"

"BERISIK, JUNGKOOK!"

~End~










Hehehe...
Hehehe...
Ku suka Jungkook...

BTS-RedVelvetTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang