Pagi yang cerah membuat semua anggota party memutuskan untuk pergi ke taman kota, untuk mengawali hari mereka di dunia game. Begitu juga party Sikinosa yang pergi ke taman kota bersama-sama. Selama perjalanan mereka berbincang-bincang tentang quests terakhir mereka, yang hampir saja membuat Kei meninggal.
Pada saat berada di taman kota mereka bertemu dengan anggota party lain, yang ternyata pemimpin mereka adalah teman dekat Kei. Nama party tersebut adalah Gohosita.
"Apa kabar, Matsu?" tanya Kei sambil berjabatan.
"Baik, bagaimana denganmu?" balas Matsu.
"Aku juga baik. Oh ya... Kenalkan ini anggota party-ku Sikinosa. Ini Haruhi, Luke, Rika-san, dan ini Tatsuya," jelas Kei pada semua anggota party Gohoshita.
"Hai, semuanya," sapa Luke ramah.
"Baiklah, bagaimana kalau kita mengobrol dikursi bawah pohon itu?" ajak Kei.
"Ayo!!" seru semua bersamaan.
Kedua party tersebut kemudian pergi ke kursi yang mereka tuju. Setelah beberapa saat mereka mulai membicarakan quests yang akan dikerjakan bersama. Party Gohoshita terdiri dari 5 orang. Dipimpin oleh Matsu yang beranggotakan Mirai, Lucy, Taka, dan Zeto.
"Aku punya ide, bagaimana kalau kita mengerjalan quests bersama?" tanya Kei.
"Boleh juga, biar aku yang atur jadwalnya," jawab Matsu setuju.
"Kalau begitu, apa semuanya setuju?" tanya Kei.
"Setuju!!" teriak Suya.
"Hm," jawan Luke.
"Terserah," ucap Taka.
"Oke," kata Rika.
Haruhi, Mirai, Lucy, dan Zeti pun hanya mengangguk tanda setuju.
Setelah beberapa saat berbicara, mereka mulai berbcara sendiri-sendiri. Kei ddengan Matsu, Luke dengan Taka dan Zeto, Haruhi bersama Rika. Karena sendirian Mirai mendekati Suya yang juga sendirian degan membawa jus.
"Hai, Suya!" sapa Mirai yang mengejutkan Suya.
"Oh... Ternya kau Mirai, kau membuatku terkejut!"
"Maaf, aku hanya ingin memberikan jus ini untukmu."
"Terima kasih, kau baik sekali tidak seperti Ayam. Dia itu orang yang sangat pelit."
"Ayam? Siapa yang kau maksud?" tanya Mirai bingung.
"Maksudku Rika, dia sangat menyebalkan." jawab Suya kesal.
"Memangnya kalian sedekat itu ya?"
"Dekat apanya, hampir setiap saat aku bertengkar dengannya."
"Oh."
Di tempat lain...
Rika yang melihat kedekatan Mira dengan Suya mulai merasa kesal.
Mengapa aku kesal melihat Tiang dengan Mirai? Atau jangan-jangan Tiang suka pada Mirai? Sudahlah apa urusanya jika Tiang dan Mirai dekat, memangnya aku apanya Tiang?, batin Rika yang tiba-tiba dikejutkan oleh Haruhi.
"Apa yang kau pikirkan?" tanya Haruhi sambil menepuk pundak Rika.
"Tidak Haruhi, aku hanya melihat kedekatan Mirai dan Tiang."
"Memangnya kenapa? Kau cemburu?" goda Haruhi yang langsung membuat ajah Rika bersemu merah.
"Ti... Tidak, cemburu bagaimana? Apa kau sudah lupa Haruhi, Tiang adalah orang yang paling kubenci dan yang paling menyebalkan dalam party kita!" jawab Rika antara gugup dan jutek.
"Baiklah, aku hanya bercanda," jawab Haruhi dengan muka datar.
"Oh iya Haruhi, menurutmu apa Tiang suka pada Mirai?" tanya Rika penasaran.
"Sepertinya Mirai yang suka pada Tatsuya, memangnya kenapa?"
"Tidak, aku hanya merasa heran."
"Heran?"
"Iya, aku hanya heran. Memangnya ada orang yang menyukai Tiang yang sangat menyebalkan itu?"
"Seburuk itukah Tatsuya?"
"Sudahlah, ngomong-ngomong dimana Kei-kun?"
"Dia sedang bersama Matsu."
"Apa kau tidak cemburu?"
"Untuk apa? Kei-kun kan teman masa kecilku, lagi pula mereka hanya berteman," jelas Haruhi.
"Oh... Baiklah kalau begitu."
"Bagaimana kalau kita berkumpul dengan yang lainnya?" tanya Haruhi.
"Baiklah, sudah cukup lama kita di sini lagi pula hari sudah semakin sore."
Mereka berdua pun menuju meja tempat temanya berkumpul.
"Teman-teman, ini sudah sore dan sepertinya kita harus berpisah," jelas Rika pada semua orang.
"Baiklah... Sampai jumpa semuanya."
Mereka pun akhirnya saling mengucapkan elamat tinggal. Semenjak saat itu Mirai terus saja terbayang dengan wajah Tatsuya, sedangkan Haruhi merasa aneh dengan pertanyaan Rika tadi.
Apa aku cemburu?
V+c
thanks udah baca ya ^^
KAMU SEDANG MEMBACA
Sekai No Heiki
ActionExstefia Haruhi terlahir dikeluarga yang tidak harmonis. Dia melarikan diri ke dunia game untuk menghilangkan kepenatannya. Dunia yang penuh dengan pertarungan. Apakah Haruhi bisa melewatinya?
