Pulang

41 4 0
                                    

Kelas pun sudah berakhir. Saatnya untuk pulang namun harus ku berikan dulu buku ini pada Dian.

"Hey Vera"Ujar Tania sambil menepuk bahuku. Cari siapa?

Emm.. nggak ko Ta,

tapi sepertinya kamu sedang mencari seseorang ver?

Emm.. iya sih Ta aku sedang mencari Dian, Tapi aku,

belum sempat ku lanjutkan perkataanku dia sudah menyerobot terlebih dahulu.

Cieee Pacar nih Ver? Akhirnya temanku punya pacar juga, ujarnya sambil menepuk tangan keduanya dan bergembira sekali,

ih apaan sih Ta?

Gimana gimana? Ganteng nggak? Pinter? Masuk jurusan apa Ver?

Ih kamu mah, aku gak punya pacar dia bukan pacarku,

Lantas? ujarnya keheranan. Dia masuk jurusan sama denganku. Waw? seni? yap jawabku seraya mengangkat kan alis.

Jadi dia bukan pacarmu? Tanya Tania seperti sangat kehilangan rembulan.

Ish kamu ini kita baru kenal Tania, tenang aja napa sih? Pacar pacar pacar aja terus dalam pikiranmu,Tugas mu kerjakan dengan benar terlebih dahulu ,ucapku seperti mengutuk nya.

ish kamu ini Vera galak nya mulai muncul menyebalkan sekali Vera.

Oh haha iyaa maaf Tania, habisnya kamu sih ujarku sambil nyengir.

Ya ya? jadi intinya kamu lagi nyari dia? lagi Pdkt an ya?

Jangan mulai lagi Tania ucapku sambil memelototinya.

Hehe iya iya oke mau aku temani?

Em.. tidak usah, sepertinya sebentar lagi aku juga pulang,

Kamu tau gak sih dia sekarang dimana? Tanya dong lewat chatting ah kamu mah ribet banget

ucapnya sambil memonyong monyong kan bibirnya.

Ih jelek Tania jangan di monyong monyong haha ujarku.

Nah itu dia Tania aku belum mendapatkan kontak-nya hehe

" Euh atuh neng Vera kumaha sih? hello kampus ini besar sayang jika sudah pulang, jadwal kelas sudah berakhir ya harus chat dia lah, ga mungkin kamu menelusuri setiap jengkal ruangan kampus ini.

Halah cerewet iya iya tau udah udah sana pulang duluan nanti sebentar lagi aku juga akan pulang. Ujarku sambil mendorong dorong nya.

Ih Vera jahat banget Yaudah aku duluan,

iya inyong, mangga tipayun,inget bibirnya jangan monyong bisikku pada telinganya.

Ih Si Vera, hahaha Iya iya udah sana.

byee Ver, byee Tan.

Bayangannya pun sudah mulai tenggelam tidak terlihat oleh ujung pandanganku lagi, mungkin Tania sudah jauh.

Vera? Tiba tiba ada yang memanggilku dari belakang, Ketika aku berbalik,

Dian? haaaiii ucapanku untuk mengawali percakapan barunya,

Vera nyari aku? sudah lama kah? ah tidak an, Kebetulan barusan ada temanku. Pas sekali Vera, pertemuan kita sekarang disini lagi saat aku memanggilmu untuk pertama kalinya.

ucapnya sambil senyum tapi tersipu malu juga hehe. Aku hanya senyum dan tertawa dengan balasan ku bilang

" iyaa dengan Resep masakan, lalu kamu menyangka ku tidur pada saat aku membaca buku, lalu kamu pinjam novelku ucapku sambil menghitung jemari dan melihat pandangannya, Ia tersenyum dan lalu tertawa,

Hahaha iyaa, Oh iya Dian ini Sastra dan Biografi yang kau inginkan, sudah aku bawa dan boleh kamu bawa pulang, untuk mengembalikan terserah kamu saja ketika kamu sudah menyelesaikan bacaanmu juga tidak apa apa karna itu lumayan cukup tebal.

Waw tebal sekali? ucapnya sambil membuka lembaran lembaran buku dan melihat lihat daftar isi nya.

Terserah kamu saja kamu kembalikan kapan, bebas untukmu

ucapku sambil tersenyum,

baiklah aku masukan dulu, ujarnya sambil membuka rest sleting tas nya.

Terima kasih ya Ver,

iya Dian sama-sama. Seketika kita terdiam dan bingung harus mengatakan apa? aku fikir aku minta kontak nya saja biar gampang jika menghubungi lagi.Ucapku dalam hati. Dan ketika bersamaan" Dian,Ucapku. Vera ujarnya,

ah? iya Dian ucapku sambil tertawa kecil.

Tidak tidak apa Vera? ah tidak kamu mau bicara apa Dian? tanyaku padanya.

Tidak Kamu dulu saja perempuan harus didahulukan,

baiklah biar adil bagaimana kalau kita bicara barengan saja? Tawarku sambil tertawa kecil.

Haha kamu ini Vera ada-ada saja ,seperti samaan saja apa yang akan kita bicarakan.

Baik aku yang mulai duluan aku boleh minta kontak Hp-mu? tanyaku sambil mengangkat alis dan sedikit menahan malu.

Seketika dia tercengang dan kaget akan hal bicaraku.

Hah?kamu kenapa Dian? Ada yang salah dengan ucapanku ya? oh maaf, ucap maafku padanya,

seketika dia tersenyum dan kini giliranku yang tiba-tiba heran.

Tidak ada yang salah Ver, Justru aku ingin meminta kontak-mu juga, ujarnya sambil tersenyum

" wah iya? benarkah? baiklah kita tukar hand-phone mau? tawarannya padaku, Okee Dian, Aku mengeluarkan hand-phone ku dari tas dan memberikannya padanya.

Begitu pun Dian, memberikan hand-phone nya padaku. Ku ketik nomorku pada hand-phone nya. Dan jemariku mulai menari- nari diatas papan keyboard hp nya.Terimakasih Teman []

Dirimu Pergi Dalam SenjaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang