"Kim Namjoon imnida."
"Annyeonghaseyo Min- ah ani Park Yoongi imnida."
Yoongi menjabat uluran tangan itu sembari tersenyum tipis, otaknya masih meruntuki kesalahan bibirnya yang hampir berujar menyimpang.
"Hei.. Yoongi? Yoongi?"
Namjoon-pria itu mengibas-ngibaskan tangan kirinya didepan wajah Yoongi yang terbengong.
"Ah..maafkan aku."
Yoongi membungkuk sekali lagi memberi hormat namun dengan sebelah tangannya yang masih terpaut dengan Namjoon.
"Tak apa, aku hanya memintamu untuk duduk. Kau terlalu lama berdiri, tidakkah kelelahan?"
Namjoon berujar lembut dengan senyum yang memperlihatkan kedua dimple nya.
Yoongi hanya sedikit tercengang sebelum mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu bibi Kim.
Dan ia tersadar ketika ia duduk ia menarik seseorang mendekat kearahnya.
"K-kenapa kau mendekat Namjoon-ssi?" ,Yoongi menatap lurus mata Namjoon yang berada tepat didepannya.
"Bukankah kau yang menarikku?"
Yoongi segera mengarahkan pandangannya pada genggaman tangan mereka yang masih terpaut. Namja manis itu hanya tersenyum kikuk seraya dengan segera melepas tautan mereka.
"Maafkan aku sekali lagi Namjoon-ssi."
Yoongi membungkuk pelan kemudian mendudukkan dirinya disofa ruangan itu, berseberangan dengan Si Tinggi Namjoon.
"Bukan masalah, lagipula kau tak perlu formal seperti itu. Panggil Namjoon saja, dan bolehkan aku memanggilmu Hyung? Kata eomma kau lebih tua satu tahun dariku." ,ujar Namjoon dengan senyuman ramahnya.
"Tentu saja" ,Yoongi balas tersenyum tipis.
"Honey!! Aku pulang!! Eoh?? Ada tamu?"
Teriakan nyaring memenuhi ruang tamu rumah bibi kim yang bersumber dari pria tinggi nan cantik yang berbalut busana pink dari atas hingga bawah, yang entah datang darimana. Bahkan sandal rumahnya pun berwarna pink, membuat Yoongi agak bergidik melihatnya.
"Kau Park Yoongi kan? Istri si Park Jimin itu kan?"
Yoongi hanya mengangguk pelan menjawab rentetan pertanyaan dari si Pria Pink ini.
"Perkenalkan aku Kim Seokjin istri dari Kim Namjoon dan menantu dari Kim Heechul."
Yoongi membalas uluran tangan dari pria bernama Seokjin itu.
"Senang bertemu denganmu Seokjin-ssi."
Ia meneliti penampilan Seokjin dan jujur dalam hati ia kagum melihat pasangan itu. Mereka sangat serasi Namjoon yang tinggi dan tampan begitupula Seokjin yang tinggi dan cantik, benar-benar perpaduan yang pas.
"Ah..jangan kaku begitu yoongi-ah, panggil aku hyung saja."
Sekali lagi yoongi terkagum pada senyum Seokjin yang cerah dan menawan.
"Hyung?" ,Yoongi hanya mampu membeo.
"Tentu saja, aku kan lebih tua darimu satu tahun. Tapi jika kau ingin memanggilku 'bro' atau 'bray' tak masalah lah." ,Seokjin terkekeh diakhir kalimatnya dan dari sudut matanya ia melihat Namjoon juga terkekeh pelan mendengar kalimat istrinya.
"B-bukan begitu maksudku hyung, hanya saja aku tak tahu jika kau lebih tua dariku."
Yoongi hanya mengusap tengkuknya kaku dengan kepala yang tertunduk. Membuat Seokjin yang melihatnya menampilkan ekspresi gemas yang luar biasa.
"Aigoo.. Yoongi-ah kau benar-benar manis sekali."
Saking gemasnya ia refleks mencubit dagu Yoongi pelan.
"Yak! Hyung kau menyakitinya."
Namjoon mengusap pundak istrinya pelan sembari menggelengkan kepala melihat tingkah istrinya yang melihat Yoongi bak melihat bayi kecil yang menggemaskan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Curtain Call ( MinYoon )
FanfictionHubungan kita hanya sebatas drama picisan, kau sebagai sutradara dan aku sebagai pemerannya. Pemeran yang hanya bergerak sesuai apa yang diperintahkan oleh sutradara, tanpa melibatkan hati dan perasaanmu. Memerintahkanku begitu saja seolah dirimu te...
