6. mari bermain

90 16 4
                                    

Hari ini menjadi hari yang sangat melelahkan bagi pengantin baru itu. Ya siapa lagi kalau bukan yoongi dan istrinya.

30menit yang lalu mereka berdua baru saja menyelesaikan acara makan malam bersama para tamu undangan setelah tadi pagi mengucapkan janji suci.

Yoongi dan ji han sedang berada di kamar yang telah di pesan sang kakek untuk mereka berdua. Bisa di lihat wajah pengantin laki-laki sangat tidak bersahabat dan jangan tanya bagaimana perasaan ji han saat ini. Menolak? Ji han cukup tau apa yang ada di pikiran kakeknya. Jika dia menolak, kakeknya semakin gencar untuk menyatukannya dengan yoongi.

"aku akan tidur disini" lelaki berkulit putih kini beranjak dari duduknya, mendekati tempat tidur, dan merebahkan badanya di kasur hotel itu.

"ya, bagaimana bisa? Kau pikir aku mau berbagi tempat tidur dengan mu?"

"siapa bilang kau akan tidur bersamaku. Tidak mungkin. Kau tidurlah disana" jawab lelaki yang pagi tadi resmi menjadi suamiku dan dengan pandangan mengarah ke sofa di samping empat tidur.

"hei, aku sedang tidak bercanda. Kau pikir kau siapa bisa memerintahku?" jawab jihan setengah marah.

"your husband"

"aku tidak menganggapmu seperti itu. Jadi jangan telalu ber-" belum sempat menyelesaikan perkataanya. Sang lawan bicara lebih dulu memotong dan berbicara dengan seseorang di telepon

"hallo sayang, ya kemarilah jemput aku. Aku tidak nyaman berada satu kamar dengan jalang sialan ini"

Tut.

"yak, siapa yang kau bilang jalang?"

"siapa lagi kalau bukan kamu, isteriku!"

Plak.

"brengsek, menjijikan. Aku bukan istri seorang bajingan"

Yoongi kaget melihat tindakan ji han. Di dalam sejarahnya yoongi tidak pernah mendapat perlakukan dengan kasar dari wanita2 yang pernah di dekatinya. Namun beberapa menit yang lalu telah tercatat dalam benaknya. JI HAN, wanita yang baru saja membuat harga dirinya jatuh di depan sang kekasih.

Park minji, dia melihat pertengkaran sepasang suami istri. Bukan itu, dia bahkan telah mendengar sejak tadi perdebatan antara yoongi dan ji han.

"yoong" minji memanggil yoongi, dengan mata berkaca. Entah itu di buat2 atau memang dia kasihan melihat yoongi.

"kau sudah pesan kamar untuk kita sayang?" yoongi mendekati minji, merangkulnya, dan mengajaknya keluar dan kamar itu.

Kembali, yoongi kembali memasuki kamar.

"gunakan earphonemu agar kau tidak mendengar desahan minji di kamar sebelah. Tapi akan lebih baik jika kau ikut bermain juga. Aku sangat pandai sayang"

"benarkah? Maaf aku butuh lelaki yang berderajat sama denganku. Bukan dengan bajingan sepertimu. Ups"

Yoongi tersenyum, kemudian melangkahkan kakinya, maju kearah tepat di mana ji han berdiri.

"akan ku ingatkan jika kau lupa. Pagi tadi aku resmi menjadi menantu hyundai group. Bukan berarti aku sudah sederajat denganmu?"
Bisik yoongi di telinga Ji han.

"fuck off brengsek"

"hey, jangan meneriakiku" yoongi memberikan jeda pada perkataanya, kembali mendekatkan mulutnya di telinga kanan Ji han. "kau mengganggu adikku" bisik yoongi dan setelah itu menjauh meninggalkan Ji han.

***

#JI HAN POV

Pagi ini aku bangun seperti biasa, melakukan
aktivitasku seperti pagi-pagi sebelumnya.
Membuatkan sarapan untuk ku sendiri, berolahraga ringan, dan memberiskan tubuhku setelah berolahraga. Tapi harus kalian tahu, ada yang beda di pagi ini. Status, ya status yang kini menjadi seorang istri itu yang selalu mengganggu tidurku, terlebih lagi yang menjadi samiku sangat. Ah lupakan-

Mianhae,  Im So sorry [MYG]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang