Pukul dua malam, aku terbangun karena bunyi sesuatu merosot di ruang tamu tepat di samping tempat tidurku. Bunyi itu mirip suara seseorang tengah menggeser gordin dari tiang penyangganya untuk melihat sesuatu di luar jendela. Mulanya aku tidak menghiraukan hal tersebut dan tidak ingin menjenguknya sama sekali, tetapi saat bunyi itu kembali terdengar aku penasaran dan berjalan ke luar.
Tak ada apa-apa di sana. Tidak ada kakak atau keponakan yang keluar dari kamar untuk membuka gordin. Aku pun berjalan ke kamar mandi untuk buang air kecil. Sambil bersiul-siul aku berjalan melewati lemari besar di ruang tengah dan juga dua pintu kamar di kanan-kiri. Rumahku sangat sunyi dan lengang di malam hari. Tak ada suara cericit tikus atau hewan malam mengerik baik di dapur maupun di ruangan lain sekalipun.
Setelah buang air kecil, kuputuskan untuk menyeduh kopi sambil nonton tv. Mataku tak lagi mengantuk entah karena apa. Barangkali memang suara gordin tadi sudah mengganggu tidurku dan membuatku tak ingin lagi kembali ke kamar untuk tidur.
Kuseduh air panah ke dalam gelas sembari menakar satu dua sendok bubuk kopi ke sana. Saat sedang asyik menyeduh, aku kembali terkejut oleh suara gordin bergeser di ruang tamu itu. Padahal letak ruang tamu lumayan jauh dari dapur tempatku berada, tetapi suara gordin bergerak itu sungguh terdengar kencang seolah olah gordin itu memang berbunyi untukku.
Kujenguk kamar kakak di kanan dan di kiri, tak ada satu pun dari mereka yang terbangun oleh suara tersebut. Penasaran aku pun melangkah keluar dapur untuk memastikan. Lagi-lagi suara gordin bergeser itu terdengar dekat dan kencang sekali.
Saat aku berada di antara ruang tamu dan ruang televisi aku melihat gordin ruang tamu jatuh dari penyangga besinya. Pelan-pelan aku berjalan ke sana dan berniat membetulkannya.
Aku melangkah beberapa kursi di ruang tamu itu kemudian mengangkat besi penyangga gordin untuk mengembalikannya ke tempatnya. Tetapi saat tanganku mengangkat bidang panjang tersebut, sesosok mahluk pucat tampak menyembul pelan-pelan dari kaca jendela. Tubuhnya sangat jangkung dan telanjang. Ia merunduk dan menempelkan wajahnya di sana.

KAMU SEDANG MEMBACA
KIPAS ANGIN MENENGOK
HorrorBenda-benda yang anda anggap biasa dan tak pernah anda perhatikan, bisa saja sebetulnya selalu memerhatikan anda. Anda datang, anda pergi, anda tertidur, mereka ada di rumah anda. Kipas Angin menengok berisi dua puluh cerpen horor yang saya tul...