"This Place, These Memories and Tears"

16 1 0
                                        

"butiran kristal putih jatuh dari langit, ia berjalan, menghilang dibalik salju yang terus jatuh membuat bayangannya kini benar-benar hilang dari pandangannya. Cairan bening mengalir di pipi mungilnya bersamaan dengan turunnya salju. Apakah itu air mata atau lelehan salju?"

Ji Hyun, BaekHyun dan Chanyeol duduk bersama di pinggiran jembatan sambil memainkan air sungai yang membasahi kaki-kaki mereka, mereka tampaknya tak merasa kedinginan, karena kehangatan persahabatan mereka menghangatkan jiwa raga mereka.

Ketika mereka sedang asyik mengobrol, tiba-tiba BaekHyun menepuk keningnya kembali, ia mengingat sesuatu yang ia lupakan. Ia ingat kalau hari ini ia ada latihan futsal untuk turnamen bulan depan bersama teman-teman sepermainannya dalam tim futsal sekolah, kebetulan Chanyeol tidak masuk ke dalam tim futsalnya.

"Astaga aku lupa, hari ini aku harus latihan futsal untuk turnamen bulan depan, mati aku jika terlambat datang akan gawat urusannya, aku bisa disuruh push up 100x. Hmm... Ji Hyun-ah kau pulang sendiri tidak apa kan? Aku harus segera kelapangan futsal sekarang, maaf yaa Ji Hyun-ah, Chanyeol-ah, daaahhh..." Kata BaekHyun langsung berlari pergi meninggalkan Ji Hyun dan Chanyeol di tempat itu berdua saja.

"HYAAA... BAEKHYUN-AH... BAEKHYUN-AH... aish benar-benar tidak bertanggung jawab sekali anak itu." Kata Ji Hyun sambil teriak memanggil BaekHyun.

"Sudahlah nanti aku temani menunggu taksi." Kata Chanyeol dengan ekspresi datar.

Ji Hyun sedikit kaget dengan apa yang baru saja Chanyeol katakan, Chanyeol ingin menemaninya menunggu taksi. Sungguh tidak dapat dipercaya, seorang yang dingin seperti Chanyeol bersikap manis kepadanya hari itu.

"Ohh te-terimakasih." Kata Ji Hyun gagap karena tak percaya.

Bermenit-menit mereka duduk di tempat itu tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Hanya angin yang berhembus dan bunyi derasnya air sungai yang mengalir yang terdengar oleh telinga mereka. Dan mereka masih saja diam dan tetap pada pikirannya masing-masing, tiba-tiba Chanyeol mulai membuka mulutnya dan mengatakan sesuatu pada Ji Hyun yang masih saja mengatup mulutnya rapat-rapat.

"Terimakasih." Kata Chanyeol singkat.

Ji Hyun menoleh kearah Chanyeol yang berbicara padanya namun pandangan Chanyeol hanya lurus kedepan saat mengucapkan terima kasih pada Ji Hyun. Tampak diraut wajahnya kebingungan dengan apa yang diucapkan Chanyeol padanya, sesuatu yang singkat dan penuh arti juga sepertinya mustahil untuk diucapkan oleh seorang Chanyeol kepadanya.

"Ohh... Terimakasih? Untuk apa?" Tanya Ji Hyun polos.

Chanyeol masih memandang lurus kedepan.

"Terimakasih sudah membuat kejutan ulang tahunku, munafik jika aku bilang aku tidak senang, entah kenapa dengan adanya kau ikut serta dalam perayaan ulang tahunku yang selalu BaekHyun lakukan setiap tahun, membuat ulang tahunku tahun ini begitu berwarna. Terimakasih Ji Hyun dan maaf jika aku sudah bersikap kasar kepadamu, bahkan kau tidak menaruh dendam padaku saat aku terus saja tidak mempedulikanmu, terimakasih."

Ji Hyun tak percaya dengan apa yang dikatakan Chanyeol, dia mengatakan kata "Terimakasih" dan "Maaf" pada Ji Hyun, 2 kata yang benar-benar sangat mustahil yang bisa dengan lancar meluncur dari mulutnya Chanyeol. Ji Hyun merasa sangat gugup sekarang dan tak tahu apa yang akan ia lakukan.

"Ohh kau tidak perlu mengatakan terimakasih padaku, karena ini semua inisiatif BaekHyun dan kau juga tidak perlu meminta maaf, karena kau sudah ku anggap sebagai temanku sendiri. Tapi, yang seharusnya berterimakasih itu adalah aku. Terimakasih Chanyeol." Kata Ji Hyun

Chanyeol mengalihkan pandangannya, ia menoleh kearah Ji Hyun, kini mata mereka saling menatap.

"Berterimakasih untuk apa?" Tanya Chanyeol.

The First Snow Falls in DecemberStories to obsess over. Discover now