"Seharusnya hari ini dia juga berada disini mengikuti kelulusannya dari SMA, bagaimanapun dia pernah belajar di sekolah ini."~Park Chanyeol
Beberapa Bulan Kemudian...
15 Maret 2018
Semua siswa/i kelas 3 Hyundai Chungun High School pada hari ini bersuka cita karena hari ini dan di bulan ini mereka wisuda dari SMA tempat dimana mereka menimba ilmu dan kini mereka harus meninggalkan sekolah mereka tercinta itu. Chanyeol merupakan siswa tertampan dan terpintar di sekolah banyak diminta untuk berfoto bersama siswa/i lainnya sebagai kenang-kenangan masa SMA. Chanyeol pun dengan senang hati menerimanya, untuk terakhir kalinya ia mengenakan seragam sekolah sebelum benar-benar menanggalkan seragam yang selalu ia kenakan selama 3 tahun lamanya. Beberapa buket bunga telah berada dipelukkannya dan ijazah SMA-nya. BaekHyun tampak berlari-lari dengan penampilan yang sama seperti Chanyeol menghampiri Chanyeol yang sedang sibuk meladeni teman-teman yang ingin berfoto dengannya.
"Chanyeol-ah!" Panggil BaekHyun agak ngos-ngosan.
"Kau ini kenapa berlari-lari? Jika kau jatuh bagaimana, ada apa?"
"Tidak apa-apa, kau sedang apa dari tadi? Bungamu banyak sekali, wahhh."
"Aku sedang berfoto dengan anak-anak yang lain, tentu saja banyak, ini dari kakak ku, kakak iparku, dari kepala sekolah dan ayah Ji Hyun."
"Ahh... pantas saja tadi dia membawa bunga sampai 2 buket, aku hanya diberikan oleh paman Young Dae dan kepala sekolah saja, bagaimana kalau kita berfoto bersama?"
"Ahh... bukannya kita sering berfoto bersama? Kenapa kau mau foto lagi?"
"Ini kan kelulusan kita dari SMA, kita harus mengabadikkannya berdua, aku mau mengoleksi foto-foto kelulusan kita, ayo sini lihat kekamera 1...2...3... Kimchiii." Kata BaekHyun sambil melihat kearah kamera ponselnya.
Jadilah beberapa foto dengan baju seragam dan pose-pose aneh yang mereka tunjukkan. Mata Chanyeol tak sengaja tertuju pada siswa putri yang berada disebelah kanannya tidak jauh darinya, sedang bergerombol, tertawa riang, mengabadikan moment terakhir sekolah bersama. Ia teringat dengan sosok Ji Hyun yang seharusnya berada disini juga, mengikuti acara kelulusan, bagaimanapun ia pernah belajar disekolah ini walaupun sebentar. Air mata Chanyeol menetes saat melihat segerombolan siswa putri yang sedang menikmati hari kelulusannya. BaekHyun masih asyik melihat-lihat hasil jepretannya bersama Chanyeol tadi dan memberi tahu Chanyeol agar ia memberikan pendapat dengan fotonya.
"Hey Chanyeol-ah! menurutmu foto ini bagaimana? Aku harus masukkan ini ke akun sosial mediaku, bagaimana?" Tanya BaekHyun antusias.
Chanyeol masih memandang ke kerumunan tanpa menghiraukan BaekHyun, BaekHyun juga tidak mengetahui bahwa Chanyeol sedang menangis saat itu.
"Hey Chanyeol-ah! ayolah berpendapat. Ohh! Chanyeol-ah kau kenapa menangis?" Kata BaekHyun menyadari.
Chanyeol langsung menghapus air matanya yang terlanjur mengalir dipipinya dan menjawab pertanyaan BaekHyun.
"Aku hanya teringat dengan Ji Hyun, seharusnya hari ini dia juga berada disini mengikuti kelulusannya dari SMA, bagaimanapun dia pernah belajar di sekolah ini, tapi..."
"Sudahlah Chanyeol, aku tahu bagaimana perasaanmu, aku juga berpikir tentang hal itu, tidak perlu sedih lagi dia sudah bahagia di sisi Tuhan malah lebih bahagia dia disana dari pada kita disini."
Chanyeol hanya tersenyum lalu merangkul sahabatnya itu.
"Bagaimana kalau kita kemakam Ji Hyun? Aku juga ingin mengunjungi makam orang tuaku" Ajak Chanyeol.
"Ide yang bagus, kalau begitu ayo kita pergi!"
Mereka pun pergi mengambil sepedanya yang terparkir di parkiran sekolah, mengayuh dengan cepat menuju makam Ji Hyun di daerah perbukitan Dong-gu, tempat orang tua Chanyeol dan ibu Ji Hyun dikuburkan.
***
Bukit Pemakaman Dong-gu, South Korea
Pemakaman yang indah, dengan rumput hijau disana. Perlahan BaekHyun dan Chanyeol melangkah ke makam orang tua Chanyeol terlebih dahulu, dengan masih memakai baju wisuda dan memegang beberapa bunga bingkisan kelulusan tadi. Saat di depan makam, Chanyeol hanya berdiri mematung menatap wajah Ji kedua orang tuanya dalam foto yang berada di dinding makamnya. Chanyeol kali ini tidak mengeluarkan setetes pun air mata karena ia memegang teguh janjinya pada Ji Hyun waktu itu, untuk tidak mudah menangis karena Chanyeol sudah belajar mengikhlaskan orang-orang yang sudah tiada.
"Ayah, ibu hari ini aku telah lulus sekolah, kalian pasti sangat bangga denganku, ini ijazah SMA-ku, lihatlah aku sebentar lagimenanggalkan seragam sekolahku ini. Ibu, ayah, bulan depan aku akan pergi ke Seoul untuk kuliah disana, aku diterima di Seoul National University, kalian pasti tahu kan kalau itu adalah Universitas terbaik di Korea. Aku akan mengambil fakultas kedokteran disana, ada beberapa tes yang harus kujalani disana. Anakmu akan jadi seorang dokter, ayah, ibu. Kenapa aku ingin menjadi seorang dokter? Karena aku ingin membantu menyembuhkan orang-orang yang sakit parah, aku akan menangani orang yang kecelakaan, yang sakit parah dari lahir sekalipun, meskipun itu tidak mudah, tapi aku harus yakin kalau aku bisa. Karena tragedi kalian aku ingin menjadi dokter, karena kejadian yang dialami oleh wanita yang aku cintai aku menjadi semakin optimis untuk mengejar mimpiku. Aku akan berusaha, ayah, ibu." Kata Chanyeol penuh ketenangan tanpa air mata setetespun dan mengusap kedua pusara orang tuanya, membungkukkan badan tanda penghormatan lalu pergi meninggalkan makam bersama BaekHyun.
Tak jauh dari makan orang tuanya, Chanyeol dan BaekHyun melangkah menuju ke makam berikutnya yaitu makam Ji Hyun dan disebelahnya adalah makam ibunya. Chanyeol dan BaekHyun melangkah mendekati kedua makam itu, membungkukan badannya menghormati makam ibu Ji Hyun. Chanyeol meletakkan 1 buket bunga kelulusan miliknya pada makam Ji Hyun.
"Apa kabar kau disana Ji Hyun-ah? Ku berikan 1 buket bunga ini untukmu, karena ini bunga kelulusan sekolah yang diberikan kepala sekolah padaku, kau juga harus mendapatkan bunga ini kan? Karena pada hari ini kau juga telah dinyatakan lulus dari sekolah." Kata Chanyeol.
"Aku juga ingin memberikan bunga ini untukmu, yaaa walaupun aku hanya punya 2 buket bunga, tapi untuk merayakan hari kelulusan kita bersama aku rela memberikannya ini untukmu. Selamat atas kelulusanmu juga Ji Hyun." Kata BaekHyun ikut meletakkan 1 buket bunga di makam.
"Mungkin bulan depan dan seterusnya aku tidak bisa mengunjungi makammu lagi, karena bulan depan aku akan pergi ke Seoul untuk melanjutkan pendidikanku. Temanmu ini akan menjadi seorang dokter, nanti dan aku akan menyembuhkan setiap orang yang sakit, karenamu juga aku ingin jadi dokter. Maka dari itu aku kesini untuk berpamitan denganmu sebelum aku pergi ke Seoul. Aku akan semangat belajar agar aku menjadi dokter terbaik di Korea." Sambung Chanyeol.
"Aku juga bulan depan akan pergi ke Seoul untuk kuliah, karena aku diterima di Kyunghee University, aku akan mengambil administrasi bisnis, kau tahu kan kalau aku ini pewaris tunggal perusahaan ayahku, hahaha." Kata BaekHyun agak selengean.
"Kalau begitu kami pamit pulang dulu Ji Hyun-ah, selamat tinggal."
Chanyeol dan BaekHyun membungkukkan badan mereka pada makam Ji Hyun sebagai tanda penghormatan. Melangkah pergi dengan senyuman ceria diwajahnya, meninggalkan bukit pemakaman dengan tenang tanpa beban.
***
Bersambung...
YOU ARE READING
The First Snow Falls in December
Fanfiction"Kau pergi jauh saat salju turun pertama di bulan Desember, cairan bening mengalir di pipiku bersamaan dengan turunnya salju, apakah ini air mata atau lelehan salju? Jujur kukatakan aku kesepian." -Park Chanyeol. Hujan salju pertama dibulan Desember...
