"Lagi, hanya dengan hitungan menit bahkan detik, ia berubah kembali, menyebalkan dan pemarah. Lagi, ia tetap berpikir bahwa aku ini si pembuat masalah. Dan lagi, lagi-lagi kenapa aku tidak bisa membencinya walaupun sedikit."~Byun Ji Hyun
Pagi hari yang cerah, dengan suhu udara yang sudah mulai terasa semakin dingin, menjadikan penyemangat untuk tetap pergi sekolah. Dengan jaket tebal, kacamata bingkai besar, earphone dan snapbacknya BaekHyun menunggu Chanyeol di depan pintu gerbang apartemennya bersama Ji Hyun.
"Mana Chanyeol? Kenapa belum turun-turun juga." Geritu Ji Hyun kepada BaekHyun.
"Tunggu saja sebentar lagi." Kata BaekHyun sambil terus mengutak-atik ponselnya.
"Sudah hampir 15 menit kita menunggu disini, kalau begitu ayo kita masuk saja menyusulnya kedalam." Kata Ji Hyun yang sudah siap turun dari sepedanya.
"Ehh... jangan, tempat tinggalnya jauh disana, di lantai 5, aku tidak mau masuk, aku takut. Jika naik tangga darurat aku mau, jika naik lift aku tidak mau" Kata BaekHyun dengan wajah khawatir.
"Aiiissshhh dasar penakut." Kata Ji Hyun meledek.
Tak lama kemudian Chanyeol keluar dari pagar apartemennya dengan menuntun sepedanya keluar dari pagar.
"Ohh Chanyeol-ah, kenapa kau lama sekali, kami hampir lumutan menunggumu disini." Kata Ji Hyun mengomel.
"Diamlah!" Kata Chanyeol singkat dengan wajah datar dan dingin.
Ji Hyun langsung terdiam mendengar kata-kata Chanyeol itu, seolah terkejut melihat Chanyeol sudah berubah lagi menjadi Chanyeol yang menyebalkan, dingin, berbeda jauh dengan sifatnya yang kemarin.
"Kenapa dia begitu cepat berubah?" Batin Ji Hyun.
"Ayo kita berangkat!" Ajak BaekHyun semangat.
Ketiganya pergi kesekolah bersama, mengayuh pedal sepeda masing-masing.
***
Hari itu entah kenapa Chanyeol berubah kembali menjadi Chanyeol yang dingin, sangat berbeda dengan dirinya yang kemarin, beberapa kali ia tidak mempedulikan Ji Hyun, saat Ji Hyun menawarkan bekal makanannya saat istirahat, Chanyeol hanya diam tidak bersuara dan asyik membaca bukunya. Saat pulang Ji Hyun mencoba mengajaknya pergi ke tempat kemarin, namun Chanyeol hanya melewatinya, dan meninggalkannya di parkiran tidak memberikan respon, membuat Ji Hyun menjadi sangat bingung dengan apa yang terjadi.
"Chanyeol kenapa sih? Kenapa dia berubah lagi? Apa karena kemarin aku menolak ajakkannya makanya dia marah?" Kata Ji Hyun sendiri.
Pulang sekolah sore itu, Ji Hyun menemui BaekHyun di parkiran sepeda dan mengatakan sesuatu pada BaekHyun.
"BaekHyun-ah, aku tidak tahu kenapa Chanyeol berubah kembali seperti itu, aku rasa aku tidak melakukan kesalahan padanya, kau mau membantuku untuk membujuknya agar tidak dingin seperti itu lagi?" Pinta Ji Hyun.
"Apa? Membujuknya untuk tidak dingin lagi? Hyaaa! Itu hal gila, itu tidak mungkin terjadi, sudahlah ayo pulang. Kita ganti baju dulu, lalu ke rumah Chanyeol."
"Mau apa kerumah Chanyeol?" Tanya Ji Hyun.
"Aku mau mengerjakan tugas Matematika, aku benar-benar tidak tahu bagaimana mengerjakannya."
"Kenapa harus Chanyeol?"
"Hyaaa... kau lupa ya, dialah manusia terjenius di sekolah, kalau bukan dia siapa lagi, ayo cepat." Ajak Baekhyun.
Ji Hyun tersenyum simpul dia berpikir jika ia ikut ke rumah Chanyeol, ia akan menanyakan apa yang terjadi padanya dengan leluasa dan kenapa dia begitu cepat berubah. Ji Hyun mengayuh pedal sepedanya mengikuti sepeda BaekHyun dari belakang.
YOU ARE READING
The First Snow Falls in December
Fiksyen Peminat"Kau pergi jauh saat salju turun pertama di bulan Desember, cairan bening mengalir di pipiku bersamaan dengan turunnya salju, apakah ini air mata atau lelehan salju? Jujur kukatakan aku kesepian." -Park Chanyeol. Hujan salju pertama dibulan Desember...
