EPILOG
10 Tahun Kemudian...
Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan pun berganti bulan, tahun pula berganti tahun. 6 tahun telah dilalui, kini semuanya telah berpencar-pencar mengejar cita-citanya masing-masing, mewujudkan mimpinya yang telah lama dibangun. Chanyeol yang dulu hanyalah siswa SMA biasa dengan segudang prestasi disekolah, populer disekolah karena ketampanannya dan kepintarannya kini tak banyak berubah masih pintar malah bertambah menjadi pria yang cerdas dan bijaksana, tetap tampan malam tambah tampan dengan jubah putih yang kini melekat ditubuhnya karena Chanyeol sudah tercatat sebagai mahasiswa kedokteran Seoul National University, Universitas terbaik se-Korea Selatan. BaekHyun yang tercatat sebagai mahasiswa Kyunghee Cyber University kini sibuk mengurus perusahaan milik ayahnya dan sibuk pula kuliah mengambil S2 di Universitas yang sama. Chanyeol pula sedang sibuk-sibuknya mengambil gelar dokter Spesialis bedah umum yang telah bertahun-tahun ingin ia raih, kini ia sedang sibuk dengan ujian skripsinya dan bulan depan ia akan segera wisuda dari Seoul National University.
Berminggu-minggu telah dilewati, ujian skripsi telah ia lewati dengan lancar, dan bulan ini Chanyeol lulus dari Seoul National University dengan nilai terbaik. Kini ia resmi menjadi dokter spesialis bedah umum seperti apa yang telah ia impikan selama ini. Chanyeol pun kini telah 3 tahun bekerja di sebuah rumah sakit swasta di daerah Incheon bersama dengan pujaan hatinya yang bekerja sebagai perawat dirumah sakit yang sama. Pujaan hatinya adalah seorang gadis berparas cantik, manis, lucu, mudah tersenyum, baik hati dan lugu, berambut panjang, bibirnya merah alami, bulu matanya lentik, tingginya hanya sebatas bahu Chanyeol, ia berasal dari Gangnam, ia juga merupakan alumni Seoul National University jurusan keperawatan, ia bernama Kim Yeo Ra. Nama yang cantik yang berarti Sutra. Chanyeol sudah cukup lama berpacaran dengan Yeo Ra, sejak Chanyeol di semester 6 dan Yeo Ra di semester 2 hingga sekarang. Bahkan mereka sudah merencanakan untuk menikah beberapa bulan kedepan.
***
Kini Chanyeol telah berusia 27 tahun dan calon istrinya berusia 25 tahun, jarak usia yang tidak terlalu jauh untuk membina suatu hubungan. Hari ini Chanyeol mengajak Yeo Ra untuk mengunjungi makam orang tuanya dan juga makam Ji Hyun di Dong-gu dengan mobil sedan Hyundai miliknya, untuk meminta izin karena 2 hari lagi mereka akan melangsungkan suatu acara yang sangat sakral, mengikat janji suci keduanya dalam membangun rumah tangga yaitu pernikaha mereka yang akan diselenggarakan di Gangnam, dikota tempat tinggal calon istrinya.
Tibalah mereka di sebuah bukit pemakaman di kota Dong-gu, tempat dimana orang tuanya dan Ji Hyun dimakamkan. Mereka melangkah perlahan memasuki wilayah makam dengan seksama, saling menggenggam tangan, berjalan kesana dengan tenang dengan membawa beberapa buket bunga ditangan mereka masing-masing. Sampailah mereka di depan makam kedua orang tua Chanyeol. Tak ada yang berubah, masih seperti yang dulu sejak Chanyeol memutuskan untuk pergi ke Seoul bertahun-tahun dan tak pernah pulang ke Dong-gu. Yeo Ra meletakkan 2 buket bunga yang ia bawa di masing-masing makam orang tua Chanyeol dan membungkukkan badannya memberi penghormatan di makam calon mertuanya begitu pula dengan Chanyeol.
Chanyeol menatap lekat-lekat wajah kedua orang tuanya di dalam pigura yang tertanam didinding makamnya. Matanya berkaca-kaca saat ia mulai mengeluarkan kata-kata yang menjadi maksud kedatangannya kesana.
"Ayah, ibu. Kini aku sudah menjadi seorang dokter, aku berhasil mengejar mimpiku untuk menjadi seorang dokter, kini aku juga sudah mendapat pekerjaan di rumah sakit, kini aku juga telah memiliki seorang wanita untuk menjadi pendamping hidupku kelak dan kini usiaku telah 27 tahun aku rasa sudah cukup matang untuk membina rumah tangga. Disampingku ini adalah calon menantumu ayah, ibu. Namanya Kim Yeo Ra, bukankah dia wanita yang cantik? 2 hari lagi aku akan mempersuntingnya untuk menjadi istriku. Maka dari itu kedatanganku kesini bersamanya, aku meminta izin kepada kalian agar merestui pernikahan kami lusa nanti. Restu orang tua sangat penting dalam membangun sebuah rumah tangga walaupun kalian telah tiada. Aku akan menikah ayah, ibu. Aku akan hidup bahagia nanti bersama keluarga kecilku dan aku akan secepatnya memberikan kalian seorang cucu. Mungkin hanya itu yang ingin aku katakan. Aku berjanji akan menjadi kepala rumah tangga yang bertanggung jawab seperti ayah, yang menyayangi keluarganya. Aku berjanji ayah."
YOU ARE READING
The First Snow Falls in December
Fanfiction"Kau pergi jauh saat salju turun pertama di bulan Desember, cairan bening mengalir di pipiku bersamaan dengan turunnya salju, apakah ini air mata atau lelehan salju? Jujur kukatakan aku kesepian." -Park Chanyeol. Hujan salju pertama dibulan Desember...
