6 ⏪

73 12 14
                                        

"Hoon, lo kenapa?"

Daniel sejak tadi merasa bingung dengan sikap Jihoon. Tidak biasanya dia begini. Bahkan dia sama sekali tidak menyapa Daniel saat makan siang. Meskipun dia juga tidak menyapa yang lainnya, namun Daniel merasa kalau dialah yang membuat mood Jihoon jadi berantakan.

"Gapapa."

"Lo dari tadi kalo ga jawab gapapa, lo cuma diemin gue. Serius Hoon. Gue ada salah ya sama lo? Bilang aja."

"Pikir aja sendiri."

Jihoon pergi memasuki kelasnya dengan cepat dan meninggalkan Daniel yang mematung bingung di depan kelas Jihoon. Setelah makan siang barusan, Daniel mengajak Jihoon kembali ke kelas berdua saja karena dia yakin ada yang tidak beres dengan Jihoon. Jihoon tidak menjawab dan langsung berdiri meninggalkan kantin. Yang lain hanya menatap bingung dan Daniel langsung mengejar Jihoon.

Namun sepertinya tidak ada gunanya. Jihoon sama sekali tidak memberikan jawaban yang Daniel inginkan sejak tadi dan lebih banyak diam.

"Eh? Jangan-jangan..."

"WOY DANIEL! MAU SAMPE KAPAN LO BERDIRI DISITU?! BURUAN BENTAR LAGI JAM NYA BU HANDONG! JANGAN KEBANYAKAN BENGONG LO!"

Seongwoo meneriaki Daniel dari arah tangga menuju lantai 4 yang berada sekitar 30 meter dari tempat Daniel berdiri. Para mahasiswa dan mahasiswi yang lain sontak kaget mendengar teriakan Seongwoo yang benar-benar amat sangat kencang.

-oOo-

"Ji, please maafin gue."

Jiu masih saja tidak merespon apapun. Siyeon sudah sangat lelah seperti ini terus menerus sejak tadi. Dia seperti sedang mengajak Jiu berbicara, namun ada tembok setebal 6 lapis yang menghalangi suara Siyeon untuk sampai ke pendengaran Jiu.

"Eh? Loh Yeon, ada apa? Udah dari kapan lo duduk disebelah gue."

Lah?

Jiu melepas headset yang dia pakai di kedua telinganya dan menatap Siyeon yang masih terdiam kebingungan.

'Jadi dari tadi gue dikacangin karena dia make headset? Kok gue ga liat?' - Lee Siyeon.

"Yeon? Lo baik-baik aja kan?"

"Tunggu bentar. JADI DARI TADI LO MAKE HEADSET?"

Jiu mengangguk mengiyakan. Siyeon rasanya ingin lompat dari kelasnya.

"Lo ga liat gue make headset?"

"Kapan lo makenya?"

"Gue udah biasa make headset di dalem baju, jadi tinggal colokan ke kupingnya aja yang keliatan."

Jiu menunjukkan headset yang tinggal speakernya mencuat dari balik kerah bajunya. Siyeon tidak tahu harus berkata apalagi setelah melihatnya.

'Gue berasa jadi orang paling bego sedunia. Malu banget gue.' - Lee Siyeon

'Siyeon kenapa sih?' - Kim Minji ( Jiu )

"Lo kenapa Yeon? Ada yang mau lo bicarain sama gue?"

Siyeon kembali ke mode normalnya setelah dia mengingat betapa malunya dia mengemis meminta maaf pada Jiu, curhat hingga menangis di depan Jihoon karena dia mengira Jiu mengabaikannya karena Jiu belum bisa memaafkannya. Ternyata alasan sebenarnya seperti ini.

Before & After [ Dreamcatcher + Wannaone ] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang