Citra Pov
Aku dibuat bingung oleh pertanyaan pertanyaan yang dilontarkan Zidan tentang Loly, namun sebisa mungkin aku menjawabnya. Semakin lama kami semakin larut dengan perbincangan tentang Loly.
Sampai akhir nya ada sebuah kata yang membuat duniaku runtuh detik itu juga.
"Cit, sebenarnya aku menyukai Loly" ucap Zidan
Deghh
Dada ku bergemuruh, menekan nekan seakan akan ingin meledak yang membuat ku sesak. Sungguh aku benci kalimat ini, tidak seharusnya kata kata ini keluar dari mulut mu.
Tuhan cobaan apa lagi ini.
Sekuat tenaga kumenahan air mata ku agar tidak jatuh, aku tak ingin dia mengetahui bahwa sebenarnya aku mencintai nya."Sungguh? Ya sudah dekati saja dan kuberharap kalian bisa bersatu" ucap ku lirih
"Aminn. Tak ku sangka ternyata kau mendukung ku" jawab nya antusias
"Untuk apa aku melarang mu, aku hanya sahabat mu. Apapun yang kau lakukan aku pasti dukung" balasku dengan nada sok tegar
"Terimakasih kau memang sahabat terbaik ku" ujarnya
"Tak perlu berterima kasih, karna ini sudah tugasku menjadi seorang sahabat" ucapku disertai dengan senyum palsu ku
Zidan tersenyum dan menarik ku kedalam dekapannya, kalau boleh ku meminta hentikan lah waktu sekarang juga, aku ingin selalu di dekapannya.
"Oh iya, sejak kapan kau menyukai sahabat ku" tanya ku basa basi
"Kau percaya cinta pada pandangan pertama Cit? Pada pandangan pertama lah aku menyukai Loly" jawabnya
"Kau percaya cinta pada pandangan pertama? Sungguh aku tak percaya, itu tak berlaku bagi ku, karna aku mencintai mu bahkan saat aku belum memandang mu" batin ku berbicara
"Perjuangkan lah apa yang harus di perjuangkan Dann, kuharap kau bisa menjaga sahabat ku dan tidak menyakitinya" pesan ku
"Sungguh aku janji, aku janji akan selalu menjadikan dia prioritas ku, selalu mengutamakan nya dan tak pernah menyakiti perasaan nya" balas nya
"Bantu aku untuk dekat dengan nya" mohon nya
"Iya, alasan apa yang ku punya untuk tidak membantu mu" ujar ku
Ia hanya terkekeh mendengar jawaban ku.
Ku mohon tuhan, sungguh aku tak sanggup merelakan nya. Aku mencintai nya, menyayangi nya lebih dari seorang sahabat.
Beri tahu aku tuhan bagaimana cara nya agar aku mampu melihat mereka bersatu. Lebih baik kau cabut nyawa ku sekarang dari pada harus ku harus merasakan sakitnya merelakan.
Kuat kan hati ku kumohon tuhan, setidaknya tahan air mata ku agar tak menetes aku tak ingin dianggap lemah di matanya."Dann aku ingin ke toilet sebentar ya, tetap lah disini aku kembali tak akan lama" pamit ku
Zidan hanya menganggukan kepalanya.
Aku belari menuju toilet untuk menumpahkan tangis ku, semakin ku menahan nya untuk keluar semakin sesak yang ku rasa."Tuhan bagaimana mungkin aku bisa menyatukan mereka kalau yang menyatukannya saja sedang sakit" ucapku dalam hati
"Mengapa kau hadirkan rasa ini tuhan, bila menjalaninya harus dengan kesakitan" ucap ku lirih
Aku susah payah mencintaimu dalam diam, namun dengan mudah nya kau mencintai orang lain. Salah aku memang tidak jujur sejak awal, tapi kebohongan ku ini karna aku tak ingin setelah ia mengetahui kebenaran yang sesungguhnya membuat nya malah menjauh dari kehidupan ku.
Setelah kurasa cukup air mata ku keluar begitu banyak, aku pun memutuskan untuk kembali ke taman, namun sebelum nya aku mencuci muka ku terlebih dahulu agar Zidan tak mencurigaiku.
"Cit kau habis nangis? Mengapa mata mu sembab?" tanya Zidan
Ya tuhan ternyata Zidan masih bisa melihat nya. Harus jawab apa aku.
"Ah tidak, tadi mataku kelilipan dan itu sangat pedih sehingga membuatku menangis" elak ku
"Oo lain kali hati hati" pesannya
Ku balas hanya dengan anggukkan.
"Ya kau benar harus nya lain kali aku perlu berhati hati. Berhati hati menempatkan hati" sahut batinku
Hayy semua mohon maklum nya ya aku cuma penulis amatiran😁

KAMU SEDANG MEMBACA
MERELAKAN
RandomApakah mencintaimu harus sesakit ini? ~Citra Khumaira Akupun tak tahu rasa ini tumbuh seiring berjalannya waktu. Katakan lah aku PENGHIANAT, tapi apa salah bila ku mencintainya? ~Lolyta Angelina Sungguh aku pun bingung dengan perasaanku yang nyama...