Zidan Pov
Aku senang sekali bisa mengenal nya. Sama sekali tak terlintas di benak ku bisa mencintai wanita secepat dan semudah ini, apa lagi aku dengan nya baru saja saling mengenal. Bahkan dengan Citra sahabat ku yang selama 3 tahun bersama saja aku tak pernah merasakan apa yang ku rasakan sekarang.
Sungguh hadir nya Loly di hidup ku bisa merubah pandangan ku tentang cinta yang pernah ku anggap bahwa cinta itu tak berguna. Yang ada di fikiran ku sekarang adalah bagaimana cara nya bisa memilikinya.
"Ah iya, aku harus meminta bantuan Citra" batin ku
Berbicara Citra aku baru ingat bahwa terakhir kali aku melihatnya saat tadi pagi menjemput nya, dan setelah nya aku berangkag bareng Loly. Disekolah pun aku tidak melihatnya.
"Akh bodoh sekali aku, bisa bisa nya aku melupakannya" Rutuk batin ku
Aku harus mencari nya dan meminta maaf padanya.
Saat itu yang ada di fikiran ku adalah rumahnya, ya aku pergi kerumah nya untuk meminta maaf
Motor ku terparkir rapih di halaman rumah Citra.
Tok tok tok
Terbuka pintu tersebut dan muncul lah seorang wanita yang ku cari.
"Ada apa Dan?" tanya nya
"Emm.. Cit aku ingin berbicara sesuatu" ujarku
"Ya bicara saja" balasnya
"Engg-- tadi kau berada dimana? Mengapa aku tidak melihat mu di sekolah?" tanyaku
Bisa ku lihat kerutan dikeningnyq. Mengapa? Apa yang salah dengan pertanyaan ku.
"Aku sedari tadi disekolah" jawabnya
"Tapi aku tidak melihatmu" sahutku
"Bahkan segitu tertutup nya aku dengan wanita yang sedang kau puja" ujarnya
Aku yang bingung pun hanya mengerutkan keningku.
"Maksudmu?" tanyaku karna memang sungguh aku bingung
"Ya, yang pertama kau meninggalkan ku dan membiarkan ku berangkat kesekolah seorang diri, oke lah itu tak masalah kalau kau bicara terlebih dahulu namun ini tidak sama sekali. Kedua kau masuk kekelas ku aku kira kau akan meminta maaf atas ketidak sadaran mu tadi pagi tapi apa kau malah mengajak Loly pergi disitu aku berfikir kau akan menemui ku saat pulang sekolah namun kali ini gudaan ku salah lagi kau malah pulang bersama Loly tanpa mengetahui keberadaanku di dekat mu" ucapnya yang bisa ku dengar ada nada kekecewaan di dalam nya
"Segitu tertutup nya kah mata mu sampai sampai tak bisa melihat sekeliling mu. Tak lain aku hanya lah sahabatmu namun saat kau menyukai seseorang akan hilang juga kah gelar seorang sahabat di diri ku?" lanjutnya
Sungguh kata kata yang ia lontar kan sangat membuat lidah ku kelu bibir ku bungkam dada ku sesak.
"Maaf" hanya satu kata itu yang mampu ku ucapkan
"Sudahlah aku berusaha mengerti rasa yang sedan dirasakan orang yang sedang jatuh cinta" sahut nya
"Maaf" kata itu keluar lagi dari mulutku
"Sebaik kau pulang dan istirahat lah tak usah memikirkan hal ini karna ini hanya membuang waktu mu saja" ujarnya
Brakkk
Dentuman pintu yang terdengar sangat keras membuat aku menutup mata ku.
Bahkan kau tak mengucap kan 'aku memaafkanmu' kau seolah mengabaikan permintaan maaf ku. Segitu fatal kah kesalahan ku?
Sudah lah sebaiknya memang aku pulang dan istirahat mungkin besok suasana hati nya mulai membaik.------------------------------------------------------

KAMU SEDANG MEMBACA
MERELAKAN
RandomApakah mencintaimu harus sesakit ini? ~Citra Khumaira Akupun tak tahu rasa ini tumbuh seiring berjalannya waktu. Katakan lah aku PENGHIANAT, tapi apa salah bila ku mencintainya? ~Lolyta Angelina Sungguh aku pun bingung dengan perasaanku yang nyama...