Mari menyusun, seroja..
Bunga seroja..
Hiasan sanggul, remaja..
Putri remaja..
Rupa yang elok, dimanja..
Jangan dimanja..
Pujalah ia, oh saja..
Sekedar saja..
Mengapa kau termenung, Oh adek..
Berhati bingung..
Mengapa kau termenung, Oh adek..
Berhati bingung..
Janganlah engkau, percaya dengan asmara..
Janganlah engkau, percaya dengan asmara..
Terdengar sebuah lagu yang berasal dari sebuah rumah tua yang biasa aku lewati. Saat aku ingin berkunjung ke rumah teman, untuk mengerjakan tugas yang di berikan oleh guru di sekolah. Daerah rumahnya, masih di penuhi oleh bangunan tua yang sudah lama terbengkalai, bekas kerusuhan tahun 1998 silam.
Di rumah kosong yang kondisi nya sudah di penuhi akar merambat itu sangatlah menakutkan. Jendela yang pecah, teralis jendela yang berkarat dan dinding rumah yang terdapat banyak retakan. Membuat siapa saja akan merasa takut jika melewati area depan rumah tersebut.
Suara nyanyian itu, terdengar dari arah dalam rumah. Rumah kosong yang sudah lama tidak di huni manusia.
Aku berjalan tepat di samping rumah tersebut, terasa sangat hampa dan mampu membuat bulu kuduk meremang. Ini adalah kali pertama aku melewati daerah itu. Dan di sana ada satu deretan rumah yang terbengkalai. Tak terpakai dan di biarkan rusak begitu saja.
Lagu itu, terdengar mengalun dengan pelan. Seperti seorang yang tengah bernyanyi lirih. Menguapkan perasaan sedih bercampur penyesalan yang mendalam. Mampu membuat batin ku meraung merasakan betapa sedihnya alunan lagu dari dalam rumah itu.
Rumah di samping ku ini kosong. Tidak ada manusia sama sekali di dalamnya. Tapi sebuah lagu terdengar dari dalam sana. Apakah mungkin makhluk halus itu tengah bernyanyi? Memangnya mereka bisa bernyanyi seperti manusia?
Tidak mungkin ada manusia yang tinggal di dalam sana. Aku yakin itu. Sebab rumah terbengkalai yang hampir ambruk di bagian atap nya itu sudah tidak layak untuk di huni manusia.
Aku masih berdiri mematung, mencoba mendengarkan alunan lagu itu lagi. Tapi saat temanku memanggil namaku untuk cepat berjalan beriringan dengannya. Akhirnya aku melewati rumah itu. Dari jauh, aku tak lagi mendengar lagu lirih itu lagi.
°°°
Saat mataku mulai menutup, mencoba untuk menyelaraskan pikiran dan jiwa ke dalam alam bawah sadar. Tiba-tiba sebuah siluet cahaya berwarna putih mulia merasuki pikiran ku.
Seperti sebuah layar tak bergambar. Bagai layar besar yang mampu membuat ku terbangun. Apakah aku akan mendapatkan sebuah penglihatan lagi?
Aku langsung beranjak bangun, mencoba duduk di atas kasur lalu menyender pada tembok di belakang ku.
Penglihatan seperti apa yang ingin di perlihatkan padaku?
Saat diri ini tengah bernafas, mencoba menghilangkan perasaan takut yang mulai menjalari tubuh. Aku di kagetkan oleh sesosok perempuan dengan penampilan yang menyeramkan.
Rambutnya terlihat acak-acakan tak terurus. Bau nya sangatlah amis. Baju nya kusut, lusuh tak berbentuk. Dan yang paling menyeramkan adalah, ada sebuah lubang lumayan besar di bagian depan perut nya. Lubang yang mengeluarkan banyak darah kental, seperti nanah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Indigo Stories - Telah Terbit
Terror(SUDAH ADA DI Gramedia!!) #1. #2. Kumpulan cerita dari seorang anak yang mempunyai kemampuan spesial. Aku berbeda, aku bisa melihat apa yang tidak kalian lihat. Aku tidak memintamu untuk percaya, cukup nikmati saja cerita misteri ku ini.
