Part 6 : Sang Penjaga?

59K 3.1K 229
                                        

"Kamu tahu siapa yang membantuku beberapa hari lalu diruang laboratorium, audy?" tanyaku pada audy

Gadis itu menggeleng. "Aku belum pernah melihatnya, dia bukan penunggu sekolah ini"

"Kau yakin?" tanyaku lagi

Kali ini ia mengangguk.

Aku yang tengah menyender di dinding toilet nampak berfikir keras, siapa makhluk tak kasat mata yang tadi malam sudah membantuku. Itu selalu membuatku penasaran.

Mungkin kalian akan menyebutku gila karena aku bisa berbicara dan berteman dengan hantu.

Tapi inilah fakta nya, audy adalah teman hantu pertamaku dan aku sering bertanya banyak hal padanya.

Kau tahu? Aku adalah seorang gadis dengan kepribadian Introvert, aku sangat pendiam dan tak pandai bergaul bahkan sampai aku dewasa hingga sekarang ini.

Maka dari itu aku tidak mempunyai banyak teman. Apalagi masa SMP aku menjadi korban bully dari beberapa teman sekolah.

Tak ada yang mau berteman denganku, mereka menganggap ku ini sebagai manusia aneh.

Jadi, karena tidak punya teman manusia, teman hantu pun tidak masalah. Kalo kata pepatah, tak ada rotan akar pun jadi.

Namun tidak semua hantu juga yang kuajak bicara, ada dari mereka yang tidak mau berhubungan dengan manusia.

Hanya audy, yang selalu mengajak ku berbicara. Sosok nya juga tidak terlihat begitu menyeramkan, tak membuat ku takut.

Berbeda dengan sosok hantu lain, yang menyeramkan dan terlihat jahat.

Tok tok tok..

Suara ketukan terdengar dari luar. Aku bergegas keluar takut jika ada yang ingin memakai ruangan toilet ini.

"Hei lihat deh si agni! Dia berbicara sendiri di dalam sini. Dasar orang aneh" ejek okti, dia dan beberapa temannya nampak memandangku dengan tatapan merendahkan

"Jangan ganggu dia ti, si agni kan lagi ngomong sama hantu. Kamu memangnya tidak takut?" ria nampak enggan mengejekku

Bukannya takut, okti malah menertawakanku dengan kencang.

Dia tertawa tepat di depan wajahku. Aku yang mendapat penghinaan seperti itu hanya menghembuskan nafas kasar, mencoba bersabar dari setiap ejekkan teman-teman sekolah yang tidak menyukaiku.

"Udah selesai ketawanya ?" tanyaku enteng

Okti nampak marah, ditariknya kerah bajuku hingga membuatku sedikit berjinjit.

"Mata kamu itu minus tau nggak! Mana mungkin kamu bisa lihat hantu padahal mata kamu tidak normal" hardiknya

Memang sejak SMP kelas satu, aku sudah memakai kacamata. Aku minus satu bersilinder, namun setelah dewasa sampai sekarang ini minusku malah bertambah parah, mataku sudah mencapai minus tiga koma lima.

Sehingga harus memakai kacamata setiap hari.

"Udahlah okti, jangan bikin ribut disini" putri nampak menengahi

Ku tengok dibelakang okti, audy nampak terlihat marah melihat setiap perlakuan yang mereka berikan padaku.

Audy terlihat, ingin sekali menjambak rambut okti dan melempar tubuhnya ke udara.

"Jangan audy!" seru ku

"Cih, dasar gadis aneh. Kamu mau memanggil teman hantu kamu itu yah" gertak okti

"Memangnya, apa salahku ?" tanyaku pada okti

"Karena kamu udah deketin kak ridwan. Dia itu gebetan aku, kamu tahu nggak?" gertaknya

Indigo Stories - Telah TerbitCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang