Pelajaran olahraga telah usai, itu adalah jam pelajaran terakhir di sekolah.
Saatnya seluruh murid untuk pulang ke rumah masing-masing.
Sementara aku masih di ruang kelas menunggu toilet wanita kosong. Aku sedang berada di lantai dua sekolah, sedangkan suasana di sini lumayan sepi.
Aku harus ganti baju dulu, karena selepas berolahraga tadi badanku basah oleh keringat, supaya tidak gerah aku melepas seragam olahraga dan menggantinya dengan kaos biasa.
Toilet wanita di sekolahku cukup luas, terdapat dua bilik wc dan satu ruangan untuk ganti baju yang cukup besar. Ditambah lagi satu ruangan kamar mandi untuk guru wanita di sebelahnya, tapi ruangan tersebut selalu dikunci dan hanya guru wanita saja yang boleh memakainya.
Biasanya jika murid perempuan akan menggunakan toilet, mereka selalu datang berkelompok.
Entah itu berdua ataupun berempat, mitos di sekolah ini adalah jika kalian datang dengan angka ganjil maka makhluk halus penghuni toilet akan menemanimu untuk menggenapkan angka yang kosong.
Aku tidak percaya dengan mitos itu, aku paling anti pergi toilet bersama teman yang lain. Aku lebih suka sendirian.
Entahlah, aku tidak suka pergi kekamar mandi berduaan. Aku tidak menyukainya.
Sekolahku memang terkenal angker, meski terletak di tengah-tengah pemukiman. Aura mistis dan cerita-cerita seram selalu tersebar di kalangan murid-murid. Seperti kisah urban legend di toilet perempuan, kisah itu sudah ada sejak jaman dulu.
Katanya, di tahun 1980-an ada siswi yang bunuh diri di toilet dengan cara menggantungkan diri di ruang ganti baju.
Dia diperkosa oleh salah satu guru dan diancam oleh sang guru hingga membuatnya stress dan memilih mengakhiri hidup.
Aku menyangka jika Pak Anto, guru senibudaya ku yang memperkosa siswi itu karena pak anto adalah guru yang super genit. Sorotan matanya juga sangat tajam, seperti ingin menelanjangi setiap siswi yang dilihatnya.
Antara percaya atau tidak dengan cerita itu, sebab aku belum pernah melihat sosok yang sering diceritakan disini. Yang sering kulihat hanya sosok tinggi besar dan mbak kunti yang mendiami pohon belakang sekolah.
Dan pasangan pengantin berwajah rata di ruangan kepala sekolah, yang kemarin membuat ketua osis ku pingsan setelah melihat wujud nyata nya.
Sejujurnya aku penasaran, meskipun sedikit takut.
°°°
"Aku sudah selesai agni, kamu buruan ke toilet sebelum yang lain sudah pada pulang." tutur irma, teman sekelasku
"Pulang duluan juga tidak apa-apa kok, aku bisa pulang sendiri" ucapku
"Serius ?" tanya irma
Aku mengangguk, lalu berjalan melewati lorong sepi menuju toilet. Jam menunjukkan pukul lima sore dan aku malah asyik berada disekolah, menggunakan toilet sendirian.
Mematahkan mitos tentang pergi sendiri ke toilet yang menurutku tabu.
Ku lihat sekeliling toilet, sudah tidak ada orang disana. Hanya aku sendirian didalamnya.
Niatanku untuk memakai ruang ganti baju seketika aku urungkan saat perasaanku mulai tidak enak. Lalu aku menggunakan toilet saja.
Setelah beberapa menit mencuci muka, mengganti baju dan mengelap keringat, ada suara ketukan pintu yang mengetuk ruangan toilet yang sedang aku pakai.
Tok tok
"Disamping kosong tuh" jawabku, karena sedari tadi aku sendirian diruangan ini.
Aku yakin toilet di sampingku ini kosong, karena aku tidak mendengar ada orang lain yang memakainya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Indigo Stories - Telah Terbit
Horor(SUDAH ADA DI Gramedia!!) #1. #2. Kumpulan cerita dari seorang anak yang mempunyai kemampuan spesial. Aku berbeda, aku bisa melihat apa yang tidak kalian lihat. Aku tidak memintamu untuk percaya, cukup nikmati saja cerita misteri ku ini.
