12 (END)

1.5K 91 12
                                        

*******

“ awwww Chanyeolll, sakiitt,,” rintih Jieun sambil memegangi perut buncitnya. Sepertinya Jieun akan melahirkan.

“Ji, kamu kenapa Ji?? Tuhann gimana ini, Ji kamu tahan yah kita ke rumah sakit sekarang,” ucap Chanyeol sangat panik sesekali ia melirik ke arah kaca spion belakang dan mobil papa Jieun masih mengejarnya dan mobilnya semakin dekat.

Jieun terus mrintih kesakitan di dalam mobil, Jieun sudah meremas remas jok mobil yang ia duduki untuk menahan rasa sakitnya. Air ketuban sudah membanjiri mobil Chanyeol.

“Chanyeol papa dimana yeol,, hiks,” ucap Jieun, ia sangat takut jika papanya berhasil membawa Jieun dalam keadaan seperti ini.

“ kamu tenang aja Ji, papa kamu udah jauh kok,” ucap Chanyeol menenangkan Jieun padahal jelas jelas papanya sudah dekat dengan mobil mereka.

“ ya tuhaann tolong kami tuhan, kuatkan lah Jieun tuhan,” batin Chanyeol yang terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

“Chanyeolll hiiksss, sakiiittt yeoll hikss,,” rintih Jieun.

Chanyeol semakin cemas dengan keadaan ini. Rintihan Jieun yang mengilukan hatinya akhirnya membuat air matanya meluncur begitu saja.

“ hiksss sakkiiitt Chanyeolll,,” rintih Jieun lagi.

“ iya Ji iya, kita udah nyampe ini,” ucap Chanyeol lalu turun dari mobilnya dan segera menggendong Jieun ke ruangan gawat darurat.

Chanyeol sudah tak memperdulikan lagi papa Jieun yang turun dari mobilnya dan mengejar mereka.

Yang ada dalam pikiran Chanyeol hanya Jieun dan Jieun.

“ astaga, Jieun sepertinya mau melahirkan,” ucap papanya Jieun lalu ia segera mengikuti Chanyeol.

“ dokteerr sussteerr tolong sus, cepetan,” suruh Chanyeol pada si suster untuk segera membawa Jieun ke dalam ruang bersalin.

“ jangan pergi yeol,,” lirih Jieun sambil menggenggam kedua tangan Chanyeol.

“ iya Ji, aku disini, aku disini sama kamu, kamu yang kuat yahh,” ucap Chanyeol lalu mengecup kening Jieun.

Papa Jieun sangat tak tega melihat anaknya seperti ini. tak terasa air matanya mengalir begitu saja. Ia menghampiri Jieun.

“Jieun, maafin papa nak, kamu kuat sayang, maafin papa, kamu pasti bisa,” ucap papa Jieun sambil menggenggam tangan Jieun dan mencium keningnya.

Bagaimanapun Jieun sedang mempertaruhkan nyawanya sendiri dan papa Jieun tak mau kehilangan anaknya itu.

“ aaarrrhhh,,” rintih Jieun yang sepertinya sakitnya semakin dahsyat. Lalu suster dengan segera membawa Jieun ke dalam ruangan.

Setengah jam berlalu, masih belum terdengar suara tangisan bayi.

Chanyeol masih sangat gelisah dan terus berdoa agar mereka selamat.

Sementara papa Jieun pun tak kalah panik, ia takut hal buruk terjadi pada Jieun anak semata wayangnya.

“ tuhaann bantu Jieun, hamba mohon tuhan,” ucap Chanyeol dengan matanya yang sudah berkaca kaca Karena sedari tadi yang terdengar hanya teriakan dan rintihan dari Jieun.

“ suaminya nyonya Jieun??” ucap suster yang keluar dari ruangan bersalin itu.

Chanyeol saling memandang dengan papa Jieun. Kemudain papa Jieun mengisyaratkan pada Chanyeol untuk segera memasuki kamar Jieun.

“ kandungannya sangat lemah pak, sepertinya si ibu sudah tak kuat lagi pak,” ucap dokter itu.

“ jadi gimana dok, lakukan tindakan secepatnya dong,” ucap Chanyeol lalu ia tak henti hentinya memberi semangat pada Jieun.

“ kamu bisa Ji,,” bisik Chanyeol pada telinga Jieun. Jieun sudah terengah engah mengatur nafasnya.

“ huft, sakit yeol, aku ngga kuat lagi,” rintih Jieun lagi.

“ aku selalu ada di sisi kamu, apapun keadaannya kamu pasti kuat, ayo Ji yakin,” ucap Chanyeol.

“ iya,, aku harus bisa,” ucap Jieun.

“ ayo bu di coba lagi, hitungan ketiga yah, satu dua…”

“ aaaaaarrrrggghhh……”

“ oaa oaaa…” tangisan bayi terdengar sangat jelas. Lahirlah dia kedunia ini.

“Jieun aku yakin kamu bisa,” ucap Chanyeol mengecup Jieun bahagia karena anaknya telah lahir ke dunia ini dengan selamat berkat perjuangan Jieun.

“ liat Ji dia laki laki,” ucap Chanyeol lalu menggendong anaknya itu dan membaringkannya di samping Jieun.

Jieun menangis penuh haru. Ia tak hentinya memanjatkan syukur atas keselamatannya dan anaknya itu.

“ selamat ya sayang, anak kamu selamat,” ucap papa Jieun yang tiba tiba datang. Wajah Jieun dan Chanyeol berubah menjadi takut dan was was.

“ maafin papa sayang, mata hati papa sudah gelap sekarang papa sadar, bahagia kamu Cuma sama Chanyeol, kamu ngga akan bisa ngelewatin ini semua sendirian, tapi bersama Chanyeol, kamu selalu bisa melewati masalah apapun, sekali lagi maafin papa karena papa selalu kasar sama kamu,” ucap papa Jieun lalu memeluk Jieun dan Jieun menangis di pelukannya.
#
“ heart beat fast, colour and promises
How to be brave, how can I love when I’m afraid
To fall, watching you stand alone,
All of my doubt, suddenly goes away some how
One step closer,
I have died every day waiting for you
Darling don’t br afraid I haved love you
For a thousand year, I love you for a thousand more….”

Pemberkatan pun di lakukan. Jieun sudah mengenakan cincin di jari manisnya dan ia sudah berada di pelukan Chanyeol.

“ kita akan selalu bersama,”

“ dalam sehat atau pun sakit,”

“ dalam suka ataupun duka,”

“ dalam kaya ataupun miskin,”

“ dalam keadaan apapun,”

“ kita akan selalu bersama,”

“ melewati rintangan hidup ini,”

“ sampai maut memisahkan kita,”

Chanyeol memeluk Jieun sangat erat dan mencium kening Jieun.

“ kita mulai lagi dari awal, aku, kamu, dan Jiwon, menjadi keluarga kecil yang bahagia dengan sejuta kehangatan di dalamnya”

“ time stand still, beauty in all she is
I will be brave I will not let anything
Take away, what standing in front of me,
Every hour has come to this,
One step closer,
I have died every day waiting for you
Darling don’t br afraid I haved love you
For a thousand year, I love you for a thousand more….
And all the long I believe I would find you
Time has brought you heart to me I haved love you
For a thousand years,
I love you for a thousand more……….”

“ tuhan selalu menciptakan segala sesuatu dengan berpasang pasangan. pensil dengan penghapus, saat kita salah dalam menuliskan apa yang kita tulis, maka penghapus lah yang akan bekerja untuk menghapuskan kesalahan tersebut, maka dari itu jangan pernah takut salah, karena kesalahan dapat kita hapus dengan cara memperbaiki kesalahan kita, seburuk apapun masa lalu kita, masa depan kita tetap lah suci, karena kita memiliki masa kini yang dapat di manfaatkan untuk menjadikan masal lalu menjadi lebih baik dan lebih cerah.”

“ if you do A, you will get A, and if you Want B, you must change A”




THE END

A Mistake (Chanyeol - Jieun) (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang