"Menurut keterangan para saksi yang dimintai keterangan polisi. Caramel memang berniat melakukan bunuh diri. Banyak pengendara yang sudah mencegahnya. Namun seperti yang di bilang polisi. Sejak awal Cara memang sudah memiliki niatan"jelas Bagas. Tadi ia di mintai keterangan oleh polisi yang mengurus kecelakaan ini. Dan begitu kagetnya ia mendengar bahwa Caramel yang sudah seperri anaknya sendiri melakukan tidakan bunuh diri.
Sekarang mereka semua masih duduk diruang tunggu. Para dokter dan perawat masih sibuk berlalu lalang keluar masuk ruang UGD menangani Caramel.
Aryo sudah kembali dengan perban kecil di pergelangan tanggannya. Saat ini pria itu tengah memeluk Anggun menggantikan ibu Rega.
Abrega yanh duduk sedikit jauh dari mereka hanya bisa menundukkan kepalanya. Menatap lantai rumah sakit dengan pandangan kosong.
Mendengar semua penjelasan ayahnya, ia seperti ingin mati.
Perlahan ia beranjak dari duduknya. Mendekat kearah para orang tua yang duduk di kursi tunggu panjang.
Lorong rumah sakit sudah sepi. Hanya perawat yang terlihat.Abrega mendudukan tubuhnya dilantai tepat didepan para orang tua. Lebih tepatnya bersebrangan didepan Aryo. Ia menyandarkan punggungnya pada tembok. Ia meluruskan kaki kananya dan menukuk sebelah kakinya.
"Abrega mau ngomong"ucapnya membuka percakapan
Para orang tua menatap wajah Abrega yang menunjukan wajah datar. Bahkan sangat datar
"Semua kebenaran tentang Caramel Abrega akan ceritakan"tambahnya sambil menatap Aryo yang juga tengah menatapnya menunggu ceritanya.
"Ceritakan"pinta Anggun yang sudah mulai tenang
"Awalnya Rega gak mau bilang semua kebenaran ini. Karena ini permohonan Cara. Tapi malam ini Rega ngerasa gak becus ngejaga Cara. Maka Rega putuskan buat cerita. Rega juga gak mau Cara mengulangi hal bodoh ini lagi... Rega
..."Abrega tak sanggup meneruskan kalimatnya ia menundukkan kepalanya lagi"Langsung ke intinya nak"pinta Bagas pada sang anak
"Ini bukan kali pertama Caramel melakukan percobaan bunuh diri"lanjut Abrega yang membuat semua orang tegang. Tubuh mereka kaku
"Magsudmu?"tanya Aryo tak percaya
"Ini kali ke 6 ia mencoba bunuh diri. Semua dimulai dari kelas 1 sma. Pertama kali ia mencoba bunuh diri dengan cara minum obat melebihi dosis, saat itu ia sampai dirawat selama 3 hari dirumah sakit. Mama sama papa gak tau karna waktu itu lagi Kanada. Kedua ia memotong nadi tanggannya saat di apartemen Rega, untung tak fatal. Ketiga ia mencoba menebrakkan diri saat berkendara. Mama tau hal itu saat Cara dirawat dirumah sakit karna kecelakaan tapi Cara memberi alasan pada Mama bahwa Caramel ditabrak, padahal sebenarnya Caramel yang menabrak. Kejadian ke empat pada saat study wisata ke puncak. Dia hendak melemparkan dirinya kejurang. Waktu itu kakinya sampai di gips tang nginep dirumah kita beberapa minggu. Yang kelima ia mencoba menenggelamkan diri di kolam renang rumah. Para pelayan melihatnya tapi mereka beranggapan hal itu terjadi karna Cara kram. Dan terakhir adalah pada malam ini. Puncaknya. Semua hal ini hanya satu alasannya"
Abrega mendongak menatap semua orang yang syok. Anggun kembali menangis di pelukan Aryo, sedangkan pria itu juga terlihat meneteskan airmatanya. Ibu Rega sendiri juga menangis. Sedangkan sang ayah menatap Rega dengan pandangan tak percaya
"Alasannya. Karna ia leleah. Ia lelah karna merasa hidup sendiri. Semua peristiwa itu hanya Rega yang tau. Sahabat-sahabat yang lain tak ada yang tau. Karena ditutupi dwngan topeng keceriaan gadis itu. Bahkan mama juga gak tau kan. Caramel adalah gadis terapuh yang pernah Abrega kenal. Kurang dan lebihnya ternyata dia sahabat Abrega"
Abrega menarok nafas sejenak
"Maaf karna Abrega baru menyampaikannya. Tapi Caramel mengancam ia akan langsung menabrakkan dirinya bila saya menceritakan kejadian itu. Tapi Rega gak kuat menyimpan ini sendiri"Rega tersenyum miring. Kemudian tatapannya lurus ke Aryo
"Om Aryo. Om tau gak Caramel pernah benci saya selama satu bulan gara-gara saya mainin cewek dan selingkuh dari saya. Dia amat sangat benci sama perselingkuhan. Ia bahkan pernah membuang ponsel saya saat kejian yang sama terjadi. Ia yang menangis meraung-raung saat saya ketauan selingkuh oleh pacar saya.
Caramel Vanilla ia gadis yang hebat. Ia mengajarkan saya banyak hal. Walau ia sering bilang bahwa Cara membenci anda. Tapi tak ada obrolan lain selain anda saat kami bersama"Abrega diam sejenak
"Caramel gadis rapuh yang lemah. Ia bersembunyi dengan baik dibalik topengnya itu. Sehingga tak ada yang tau. Tapi kalian tau bukan, ada ikatan tertentu antara saya dan Cara. Karna saya dan Cara bertemu jauh sebelum kami lahir. Itu yang kalian bilang. bahkan kalian pernah berkata bila mungkin kami sudah bertemu sejak disurga. Dan kami berdua percaya akan hal itu. Abrega pernah berjanji pada diri Abrega sendiri. Bila Abrega bakalan menjaga Caramel walau dengan nyawa Rega sendiri"Kedua ibu disana sudah menangis. Bagas menatap anaknya sambil tersenyum bangga. Sedangkan Aryo masih terdiam. Berbagai pemikiran berkecamuk didalam otaknya. Anaknya, Caramel sudah berulang kali hendak melakukan percobaan bunuh diri.
Ayah macam apa dirinya ini. Kemudian Aryo menatap Abrega yang tengah menatapnya"Terimakasih"ucapnya
"Terimakasih karna telah menjaga putri ku selama ini"Abrega tersenyum kemudian mengangguk
"Tapi im"sela Abrega menyadari sesuatu
"Liburan tengah semester kemarin saya dan Caramel pergi ke Kalimantan."Abrega menghentikan kalimatnya mengukur ekspresi orang-orang didepannya
"Menemui istri sirih om Aryo"lanjutnya yang sekali lagi menatap tatapan tak percaya
"Bukannya kamu ke Bali hari itu"sahut ibunya
"Maaf ma, Rega boobg. Itu niatan Caramel beberapa bulan sebelumnya"jelasnya pada sang mama sebelum mengalihkan pandangannya pada Aryo
"Kami tak menemukan apapun disana om. Kami hanya memastikan apa memang benar istri sirih om ada disana. Berapa banyak anak dari wanira otu. Berapa kali wanita itu menikah"hanya itu
"Bahkan kami tak tau wajah dan nama wanita itu"tambahnya
"Apa om lega mendengarnya?"sindir RegaAryo hanya mematap Abrega diam seribu bahasa
Sampai tiba-tiba pintu UGD terbuka para dokter dan perawat keluar. Abrega langsung bangkit dari dudidknua begitupun para orang tua
"Bagaimana dok?"tanya Aryo dengan nada bergetar
Terdapat empat dilokter pria dan satu dokter wanita disana
Sang dokter wanita itu menggeleng
"Maafkan kami pak"Semua diam ditempat. Dunia seakan runtuh diatas mereka.
Semua harapan pupus sudah. Tak ada harapan.Tangan Abrega mengepal disisi tubuhnya. Rahangnya mengeras. Semua ini bohong.
Cintamu hal yang tak berkemungkinan untukku, tapi cintamu pula yang selalu kusemogakan untukku
Cinta kita bagaikan malam yang merindukan siang. Tak akan pernah bersatu
Ingin ku membanting kata hingga hancur berkeping-keping, seperti kau hancurkan perasaan cintaku padamu
ABREGA

KAMU SEDANG MEMBACA
Caramel
Romancekisah cinta Caramel Vanilla Late pada sahabatnya sendiri Abrega Arjuna Romeo. Sahabat baiknya yang selalu ada disaat dia membutuhkan bahu untuk berdandar. kebersamaan mereka yang awalnya di dasari dari rasa nyaman berubah jadi sayang dan tanpa salah...