2. Tentangnya

2.4K 124 20
                                    

Yang terjadi belum tentu sesuai dengan harapan kita
Akan tetapi harapan yang terjadi
Belum tentu kita butuhkan
-Fanny Andreas-

****

"Katanya nggak mau ketemu sama Adiemas, tapi ternyata malah datang bareng dia, hahaha."

Ibu langsung bicara tanpa henti saat kami sudah sampai rumah. Aku masih ingat kejadian sore tadi, bagaimana ekspresi ibu dan yang lain saat aku datang bersama si Adiemas.

Hebohnya minta ampun, tidak kalah dengan hebohnya mereka saat ada berita infotaiment artis. Bisik-bisik dan pertanyaan yang dilontarkan para tetangga saat kami melewati mereka

Adiemas kok bisa sama Fanny?"

"Gagal deh Adiemas jadi calon mantu."

Adiemas sama Fanny habis darimana."

"Ngapain coba?"

Enak aja mereka bicara seenaknya.

Aku juga kesal dengan Adiemas paling enggak tunjukin rasa bersalahnya kepadaku atau menjelaskan sesuatu gitu, malah diam aja. Mau ditaruh mana muka aku, sudah jatuh ketimpa tangga pula.

Terpaksa aku harus menebalkan mukaku, pura-pura tidak terjadi apa-apa dan menghiraukan semua perkataan orang yang terus mengiringi langkah kami. Satu persatu aku bersalaman dengan para among tamu, yang semuanya adalah kerabat Adiemas. Sampai tibalah aku duduk disamping ibuku.

Rumah Adiemas tidak banyak berubah, terakhir kali aku masuk kesini enam tahun yang lalu. Saat itu ruangan ini masih kosong, tapi sekarang sudah berjejer puluhan piala, piagam, dan foto-foto berprestasi Adiemas.

Harus ku akui dia memang cerdas, aku berani bertaruh mungkin ia lebih cerdas dari Albert Einsten yang hanya mempunyai IQ 160, yang kutahu IQ Adiemas 170 masih kalah jauh memang dibanding dengan IQ Presiden ketiga Indonesia BJ Habibie yang mempunyai IQ 200, bayangkan 200!!!

Beliau adalah orang tercedas abad ini, orang tercedas yang berasal dari Indonesia. Berbagai penghargaan kelas Internasional telah beliau dapatkan, dan karena jasanya di Bidang Penerbangan, Mr.Crack atau BJ. Habibie ini dijadikan nama paten hukum fisika yaitu Hukum Habibie.

Sayangnya, bangsa Indonesia sendiri malah meremehkannya dan tidak menghargai karya besarnya. Jadi hasil pemikirannya lebih banyak dimanfaatkan oleh bangsa lain. Lain lagi dengan Adiemas, yang IQnya diatas Albert Einsten tampaknya ia lebih tertarik dengan bagaimana acara menyampaikan ilmu kepada orang lain daripada menemukan sebuah ilmu bagi orang lain.

"Tau ah Bu, ini Fanny mau belajar matematika dulu, lusa kan ulangan tau sendiri guru Fanny bagaimana, soalnya susah banget." Pintaku pada ibu sambil terus fokus pada buku pelajaran matematikaku.

"Oke anak Ibu yang cantik, Ibu tinggal dulu ya?"

"Hemm."

Ibu lalu mengecup keningku, ahhh ibu masih saja menganggapku seperti anak kecil. Sebentar lagi aku akan kuliah sampai kapan ia akan memperklakukanku seperti itu. Tidak apalah, kasih sayang ibu itu memang sepanjang masa tidak peduli berapapun bertambahnya usia kita, ibu akan terus menyanyangi kita dengan rasa sayang yang tidak pernah berkurang.

"Ting"

Suara pesan Line mengangetkanku, nggak biasanya ada pesan line malam malam begini, lagipula teman-temanku pasti juga sudah sibuk mempersiapkan ulangan atau mungkin karena ada tugas kelompok atau dari OSIS.

Ya ampun aku baru ingat bulan depan Dies Natalis sekolahku jangan-jangan ada rapat besok di sekolah. Jangan deh, untuk kali ini jangan lusa, lagi pula lusa ulangannya guru killer kalau guru yang lain nggak masalah.

Different Taste (COMPLETED IN DREAME)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang