Pagi nya gue bangun dan berangkat sekolah , kali ini gue bareng dewa karna di suruh sama kak faiz
"Tin.., "klakson dewa
"Gue kesana ya" kata gue , tapi dewa dah menghampiri gue duluan
"Yuk" ajak dewa
"Kak, mbok , hafi berangkat sekolah ya, Assalamualaikum" gue berpamitan sambil teriak
"Waalaikumsalam , ati ati ya , ndok" jawab mbok siti
~~
Di jalan gue sama dewa bercadaan mulu
"Wa, kemaren kan lo ,yang nebak kin gue ," kata gue
"HEmm" jawab dewa
"Dan sekarang , gue yang nebakin lo , soal nya, ada 7 bebek di kandang trus di kali ada 2 , tinggal berapa bebek?" kata gue
"Lima lah" jawab dewa
"Kok bisa?" tanya gue
"Kan tuju kurangi dua sama dengan lima" jawab dewa
"Salah," kata gue
"Trus berapa" tanya dewa
"Enol lah" jawab gue
"Kok bisa?"tanya dewa lagi
"Karna bebek tu selalu bersama , jadi satu ikut ke sini , ya kesini semua" gue menjelaskan
"Gue bener kan?" tanya gue
"Emh.. Bener juga sih ya" jawab dewa
Tiba tiba dewa ngerim mendadak
"Cit..."
"Apaan sih lo," kata gue sambil memukul helem nya
Tanpa menjawab dewa turun dan gue ikut turun
Ternyata dewa nyebrangin nenek nenek yang lagi sulit menyebrang
"Baik juga tu orang , gila senyebelin nya dewa , dewa ternyata orang nya perhatian dan tulus" dalam hati gue
Nenek itu berterimakasih pada dewa , dan dewa langsung nyamperin gue yang lagi bengong
"Hey ," kata dewa sambil melambaikan tangan nya di muka gue
"Fi" dewa ngagetin gue memukul pundak gue
"Ih,lo ngagetin aja" kata gue
"Harusnya gue dong yang nanya , ngapain lo bengong" kata dewa
"Mikirin apa?" tanya dewa lagi.
"Mikirin , " jawab gue terpata pata
Sambil ngeliatin jam
"Mikirin ini jam 7, nanti kita telat" jawab gue lagi
"Oh , iya , yuk , lanjut" kata dewa
"Brummm...." dewa menyetir motornya banter banget
~~
Sampai di sekolah
"Pak jangan di tutup , dulu gerbang nya " kata gue
tanpa basi basi dewa nabrak gerbang yang belum terkunci tapi ter tutup
"Dewa , lo jail banget sih!!" kata gue
"Biarin aja , Wek" jawab dewa sambil mengulurkan lidah
"Udah yuk ," ajak dewa dan dia menggandeng tangan gue sampai kedepan kelas
"Cie..." kata temen temen yang ada di depan kelas
dan dewa tetap saja gandeng gue
Akhirnya gue yang melepasnya
Gue duduk
"Hasna , lo gila ya?" kata aliya
"Gila kenapa?" gue bingung
"Hari ini pengecekan , lo ngapain pake sepatu putih" kata aliya
"Aduhh,,gue lupa" jawab gue sambil memukul kening gue
"Santai aja , kali " kata anin
"Gue juga pake sepatu warna kok" kata jalu
"Hai, gays" sapa jesslyn
Jeslyn adalah anak satu satu nya jadi perlakuan nya masih anak kecil karna dimanja
"Juga jes" jawab gue
"Anak anak yang berpakaian tidak lengkap , dimohon untuk ke ruang BK " pengumuman
"Guys gimana ini , udah 25 kali gue masuk BK, masa gue masuk lagi" gue panik
dan gue, dewa , jalu , anin , wilda , rizal , kevin ,Iqbal , dan luser (luna) jalan bareng ke ruang BK
"Sini baris" kata bu anjar (guru BK yang galak nya ke singa )
"Kalian lagi , kalian lagi , kalian gak bosen apa masuk BK , terutama kamu hasna , mau jadi murid saya ?, sepatu kalian ibu sita" kata buanjar lagi
"Trus kita nyeker gitu?" tanya wilda
"Iya,lah , itu derita kalian" jawab bu anjar
"Ya ampun bu, nanti kalo kulit saya kotor , trus keriput gimana bu, saya tu perawatan mahal tau gak sih bu" kata luna
"Diam kamu luna" jawab bu anjar
"Kalian boleh ambil kalo udah pulang sekolah " kata bu anjar
"Baik bu" semua menjawab
"Kecuali kamu hasna , dewa , kalian pintar tapi gak aa guna nya kalo kalian gak tertib ,saya akan pangil orang tua kalian" kata bu anjar
"Bu , orang tua saya kan di luar negri" gue menjelaskan
"Saya akan panggil kakak kamu hasna" jawab bu anjar
"Aduh bu" gue panik
"Bu , jangan dong bu" dewa memohon
"Ini peringatan terakhir buat kalian semua , jika kalian ulangi lagi , saya bisa mengeluarkan kalian dari sekolah ini" ancaman bu anjar
Gue sih diem karna gak mungkin , heheh 😂😂
"Mau jadi apa sih kalian ? Kalo sekolah aja gak tertib , udah baju di keluarin , sepatu warna warni , tali sepatunya juga selang seling , kanan biru kiri merah, saya tau orang tua kalian mampu membelikan itu semua , tapi kan udah ada harinya sendiri untuk pake sepatu bebas" kata bu anjar
"sekarang kalian lari 20 kali muterin lapangan basket " bu anjar memberi hukuman
"Apa?" jawab semua bareng
Gila , panas panas di suruh lari lari , gak pake sepatu lagi
"Tunggu apa lagi , ayo mulai" kata bu anjar
Dan semua nya lari
~~saat lari~~
"Aduh panas kaki gue" kata luna
"Gak cuma lo , gue juga" kata wilda
"gak cuma kalian berdua , tapi kita semua" Kata jalu
Tiba tiba gue liat kak faiz
"Gak , salah , itu kan kak faiz " dalam hati gue
"Loh itu kan bunda nya dewa" dalam hati gue sambil ngeliatin ayah nya dewa ,
Saking seriusnya gue ngeliatin kak faiz sama ayah nya dewa bersalaman gue nabrak ring basket
"Bruk"
"Njirr" kata gue sambil mengelus kening gue dan gue ngelanjutin lari
"Ati ati has kalo lari " kata anin
**
Setelah selesai 20 kali muter lapangan gue duduk du pinggir lapangan basket
"Nih , buat kamu , pasti capek" kata seseorang sambil memberikan sebotol minuman
Pas gue liat ke belakang
"Kak faiz, ngapain disini?" gue kaget
"Aku barusan di panggil sama guru BK , kamu" jawab kak faiz
"Trus , guru BK nya bilang apa?" gue kepo
"Katanya udah ke 26 kalinya kamu masuk BK" kak faiz menjelaskan
"Maaf ya kak" gue sok ngerasa bersalah
"Iya dek , gak papa" kak faiz memaafkan kan
"Tapi tolong ya kak, jangan bilangin mama sama papa ya" kata gue
"Gimana ya, udah yuk pulang" kak faiz mengalihkan pembicaraan
"Nih sepatu kamu " kata kak faiz sambil ngasih sepatunya ke gue
Dan gue memakai nya
Dan gue sama kak faiz pulang
Pas mau ke parkiran
Gue ketemu dewa sama ayah nya
"Kak aku pulang sama , dewa ya" ijin gue
"Ya" Jawab kak faiz
"Boleh kan yah?" tanya dewa ke ayahnya
"Pasti boleh dong" jawab ayah nya dewa
Gue sama dewa pun pulang
"Lo dimarahin gak sama kakak lo?" tanya dewa
"Mana berani kak faiz , marahin gue" jawab gue
"Ayah gue juga gak marah " kata dewa
"Gak nanyak" jawab gue
"Kira kira gue di hukum gak ya?" tanya dewa
"Mana gue tau , emang lo pikir gue bunda lo gitu?" jawab gue
** sampai di depan rumah gue
"Thanks ya wa" kata gue
"yo i" jawab dewa
Gak lama setelah gue masuk kak faiz dateng
"Kakak kok gak marah sama aku sih?" tanya gue
"Kakak ngerti dek , karna kakak waktu SMP juga gitu " jawab kak faiz
"Tapi menurut aku , lebih parah kamu dek" kata kak faiz
"Emang iya yah kak" kata gue dan gue ketawa
"Tapi kakak mau kamu tetep pinter , senakal nakalnya kamu , kamu harus banggain mama sama papa" kak faiz menasehati
"oke, dah ya kak hafi mau mandi , eh kak kaki hafi pegel pegel nih " kata gue
"Nanti biar saya urut ndok" kata mbok siti
"Tapi hafi mandi dulu ya mbok" kata gue
"Iya ndok" jawab mbok siti
~~
Setelah gue mandi kaki gue di urut sama mbok siti
"Sakit mbok" gue teriak teriak
" gak popo ndok , biar cepet sembuh " jawab gue
"Enak dek?" kata kak faiz
"Sakit tau kak" jawab gue
"Tapi itu demi kebaikan kamu dek" kata kak faiz
"Iya ndok , bener itu kata mas faiz" kata mbok sati
~~
Setelah selesai di urut
Ternyata ampuh juga urutan mbok siti
Enak juga dan gue tidur
***
Jam 00.01 WIB gue bangun
mau kemar mandi
Gue keluar kamar , gelap banget
Hanya lampu biru yang menerangi
Dan gue ke kamar madi
~~
Setelah keluar keluar kamar mandi
"Klontang.." ada piring jatoh
Gue kaget
Gue ke dapur dan pas gue nyalain
Ternya ta itu cuma kucing
"Dasar kucing " gue ngedumel sendiri
"Dek, ngapain" kata kak faiz tiba tiba
"Kakak !!,bikin aku kaget aja , " jawab gue
"Kamu ngapain disini?" tanya kak faiz
"Aku tadi habis dari kamar mandi , trus ada kucing jatuhin piring, trus kakak ngapain ke sini" penjelasan gue
"Aku haus" jawab kak faiz
"Udah ya kak, matiin lampunya lagi , hafi mau tidur lagi " kata gue
"Iya, yaudah tidur sana good night darling" jawab kak faiz
"To" jawab gue
Dan gue tidur lagi
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Yang Tak Pasti
RomanceKata orang cinta itu indah , tapi kenapa cinta ku tak pasti indah?
