PART 4_Sisi candaku

10 4 2
                                    

"Za, lu ambil kontak motor gue ya." Tadi gue taruh atas meja kayaknya
"Lahhh, bisanya. Gue gak ambil apa-apa punya lu kalik liy. Udah deh, halu lu. Kebanyakan makan sambel kalik lu,atau amnesia lu kumat."
"Wah-wah, kurang ajar juga lu za."
Sembari aku dan eza ribut-ribut akhirnya kena tegur lah sama dosen, mana killer lagi. "Itu yang duduk di ujung, depan sama belakangnya kenapa ribut-ribut?!"
Akhirnya gue dan eza pun nunduk sambil berkata "gapapa pak" akhirnya pun kami memutuskan tutup mulut sebelum di getak pake rotan, waks jaman penjajahan kalik. Haha
"Okee, kamu boleh duduk di sebelah liya aja." Kata pak ratap yang berhasil buat gue ternganga, "hah? Sama gue? Ehh, sama saya pak? Tapi kan saya duduk sama ria pak, ria nya aja lagi cuti sebentar jadi dia gak masuk. "
"Za, tu bocah siapa namanya?" Gue pun melipir nanya ke eza
"Nah lu, ngajak gue ribut aja sih kerjaannya. Jadi gue gak denger juga deh dia perkenalan."
"Ahh swag lo, tak berfaedah nanya sama lu." kataku
Sudah duduk disitu dulu aja ya nak. iya liya, nanti kalau ria sudah masuk baru dia cari tempat duduk baru. Sementara tiga bulan ini silahkan duduk dengan liya.
"Lohhh, tapi kann..."
"Gak ada tapi-tapian liya." Skakmat pak dosen
"Tapi kan.... Bu .. kan bukan muhrim pak..." kataku lemas seraya pasrah
Kemudian dia pun meraih kursinya, dan duduk tepat di sebelah gue dengan tampang polosnya.
"Ahh, yaudahlah." Kataku pelan
"Kamu keberatan ya aku duduk disini?"
Aku diam.. kemudian menyiapkan pulpen dan buku. Sebenarnya aku bukan gak mau duduk sama dia, Cuma aku gak terbiasa duduk dengan laki-laki.
"Gapapa kok," kataku kemudian
"Aku mau kembaliin ini, tadi kamu keliatan buru-buru banget"
Aku menoleh pelan lalu kaget sedikit, namun masih bisa mengendalikan wajahku agar tak terlalu keliatan kaget nya oleh orang di sebelahku yang bahkan belum kukenal.
"Kok kamu? Kok kunci motorku bisa ada di kamu?"
"Iyaa, aku juga kaget ternyata satu ruangan sama kamu. Tadi waktu aku parkir motor, kuliat motor sebelah kuncinya gak dicabut. Aku cari-cari pemiliknya, tapi tak menemukan seorangpun selain kamu yang udah berjalan agak jauh dariku tadi di dekat tangga, akhirnya ku ambil kunci ini. Sebelum sempat manggil kamu, aku di tahan oleh pak dosen di ruang dosen depan buat laporan karna aku masih baru disini."
"Ohh, jadi kamu yang ngikutin aku tadi. Kirain ni kampus tiba-tiba jadi berhantu."
"Haha, maaf ya." katanya
Kemudian aku meraih kontak motorku dan berkata pada eza

"EZA! , ini nah hantunya yang ngikutin aku tadi waktu menuju ruangan." Kataku singkat tak menatapnya yang membuat eza makin berfikir bahwa otakku mulai swag lagi.

MY LOST MEMORY PUZZLETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang