Part 05

2K 157 7
                                        

*Jika Anda membaca cerita ini di Platform lain selain WATTPAD, Anda kemungkinan besar berisiko terkena SERANGAN MALWARE.*

*If you're reading this story on a Platform other than WATTPAD, you are most likely at risk of a MALWARE ATTACK*

######




"Kamu ternyata belum tidur, Jessi."
"Aa.. aku.. aku.."

"Apa kamu suka kalungnya?."tanya Yuri
"Ne.."

"Lain kali jangan menggunakan gaun tidur yang tipis seperti ini."
"Wae?."
"Sekarang dingin sekali, tubuhmu bahkan seperti es."
"ada selimut dan juga penghangat ruangan, Oppa."
"Sepertinya itu belum cukup."

Sesaat suasana menjadi hening, Yuri sudah menutup matanya tapi bukan berarti dia tidur. Dia hanya sedang menikmati harumnya tubuh Jessica yang sekarang sedang dalam pelukannya. Sementara Jessica sampai sekarang masih berusaha menormalkan detak jantungnya karena Yuri yang tiba-tiba bersikap lembut seperti ini.

"Oppa."panggil Jessica

Jessica mengerakan tubuhnya, dan berbalik. Dia ingin memastikan apakah Yuri sudah tidur atau belum?.

Yuri belum tidur dan itu membuat Jessica semakin kaget karena wajah mereka sangat dekat.

"Kyeopta."ucap Yuri spontan dan mengecup sekilas bibir Jessica

Jessica langsung Blushing, "Wae? Apa yang terjadi? kenapa Oppa manis sekali?."batinnya

"Memikirkanku hemmz?."
"Anni.."
"Jangan berbohong."
"Kenapa oppa tiba-tiba seperti ini?."
"tidak bolehkah?."

Yuri terlihat kecewa, lalu dia melepaskan pelukannya.

"Aniyo.. Oppa."bantah Jessica cepat-cepat, dia tidak ingin Yuri marah

Yuri tiba-tiba terkekeh pelan, "Kamu sangat lucu ketika panik seperti itu."
"Oppa jangan menggodaku."rajuk Jessica
"Aigo.. Aegyomu ternyata juga lucu."
"Oppa.."

Yuri dan Jessica kembali bertatapan...
"Gomawo, sudah sangat sabar disampingku."
"Tidak perlu berterimakasih Oppa, aku ini istrimu."

"Jessi-ah.. bolehkah?."tanya Yuri

Jessica awalnya tak mengerti, tapi saat mereka kembali bertatapan. Dia tahu apa yang diinginkan suaminya.

"Aku istrimu, Oppa. Tidak perlu meminta ijin."

S
K
I
I
P

Sekarang hari libur, dan tak seperti hari biasanya Jessica sudah terbangun. Dia masih tak percaya dengan sikap Yuri kemarin malam. Bahkan malam pertama mereka tak seindah malam kemarin. Sebenarnya ada apa dengan suaminya ini, Apa dia sudah mulai berubah?. Dia sangat berharap Yuri berubah.

Jessica berkali-kali mencubit pipinya agar dia terbangun dari mimpi indah yang menyesatkan.

"Ini bukan mimpi? Bahkan sekarang kami masih dalam satu selimut yang sama. Kenapa aku seperti perawan yang baru mengalaminya?."batin Jessica berkecambuk

Ini bukan pertama kalinya mereka bercinta, tapi ini memang pertama kalinya Yuri bersikap manis padanya. Bahkan kemarin malam Yuri meminta ijinnya terlebih dulu. Tidak seperti biasanya yang selalu mendahulukan nafsu.

Jessica lagi-lagi menatap sendu Yuri yang berada disebelahnya, dia kemudian membelai lembut pipi suaminya itu. Mungkin saja Yuri akan kembali seperti semula setelah dia bangun.

Love Me The Same [Complete]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang