Lama ga update ya aku, maaf sekaliiii☺️
****
"Gavin! Lo dipanggil Bu Asti. Katanya ada berkas sekolah yang butuh tanda tangan lo." ujar seorang pria yang berdiri disebelah meja tempat Gavin, Fyra, dan Sarah duduk. Ketiga orang itu langsung memandang ke arah siswa yang berbicara tadi.
"Iya nanti gue kesana" jawab Gavin. Setelahnya pria tadi pergi meninggalkan meja mereka
"Vin...." ujar Fyra seakan menahan Gavin agar tetap ditempat untuk menjawab pertanyaannya.
"Fy sorry saya harus ke ruang guru" balas Gavin mengalihkan pembicaraan. Kemudian Gavin mendekatkan wajahnya ke arah telinga Fyra, ia membisikkan sesuatu ditelinga Fyra yang mampu membuat gadis itu mematung dan menatap Gavin tak percaya.
Setelahnya Gavin langsung bangkit dan pergi meninggalkan Fyra yang masih mematung dan Sarah yang menatapnya bingung.
"Fy!" Panggil Sarah. Fyra tersentak kaget.
"Eh iya kenapa Sar?" Tanya Fya
"Diem aja sih lo. Ayo dong ke kelas" pinta Sarah sembari berdiri untuk menuju kelasnya. Fyra dan Sarah berjalan beriringan menuju kelas.
"Fy lo ada urusan apa sama Gavin?" Tanya Sarah pada saat mereka berjalan.
"Oh itu tuh...." dan mengalirlah cerita Fyra perihal kejadian 3 hari lalu itu, mulai dari melawan pria misterius sampai kebingungan Fyra saat diantar pulang oleh Gavin, dan tak lupa kejadian pagi tadi ketika Fyra melihat Gavin keluar dari gang kecil itu.
"Kok lo baru cerita sekarang sih?" Ucap Sarah kesal setelah sampi di kelasnya.
"Lo sibuk sama Tama. Lagi pula itu juga nggak penting buat lo" balas Fyra santai. Ia memang sering berkata tajam, dan Sarah sudah terbiasa akan hal itu.
"Maaf deh maaf" ujar Sarah merasa bersalah karena sedikit banyak ia merasa sudah mengabaikan sahabat baiknya itu.
"Hmmm" dehem Fyra sebagai jawaban.
****
Kring...kring...kring...
Bel pulang sekolah di SMA Seno sudah berbunyi. Kesenangan tampak jelas terpatri diwajah para siswa/siswi SMA Seno. Gerbang sekolah mulai ramai oleh para murid.
"Fy gue mau ngomong sama lo" ujar Sarah saat melihat Fyra yang telah selesai merapikan bukunya.
"Sambil jalan" balas Fyra singkat berjalan keluar kelas.
"Jangan ah tangga rame Fy. Disini aja dulu" ucap Sarah menahan tangan Fyra. Akhirnya Fyra menuruti kemauan Sarah, dan ia kembali duduk dibangku kelasnya.
"Fy gue rasa Gavin tertarik sama lo" Ujar Sarah sembari menghadap ke arah Fyra.
"Apaan sih Sar. Sumpah nggak penting banget omongan lo." Balas Fyra tajam
"Ya abis si Gavin yang males gue panggil kakak itu kalo ngomong sama lo pake saya-kamu. Beda banget pas dia ngomong sama orang lain"
"Biasa aja buat gue" balas Fyra singkat.
"Dan lagi nih ya Fy, gue lihat dia juga perhatian sama lo. Buktinya dia mau bantu lo nyari Alan."
Alan. Berasal dari nama Aldebaran. Fyra menyukai panggilan itu, dan Fyra lah yang membuat nama itu untuk memanggil seseorang di masa kecilnya.
"Ya mungkin itu sebagai ucapan terimakasih dia" ucap Fyra santai.
"Udah ah gue mau nemuin Pak Ahmad. Lo tunggu gue di kantin aja" lanjutnya lagi. Fyra langsung bangkit dan melenggang pergi keluar kelas tanpa menunggu jawaban Sarah.
KAMU SEDANG MEMBACA
A.L.D.E.B.A.R.A.N
Teen FictionIni bukan kisah tentang dia, mungkin ia hanya sebagai bintang di rasi Taurus, Aldebaran. Aldebaran-ku yang hanya kepingan memori. Tapi takdir seolah mempermainkan hidupku. Aku pun tahu, seperti itulah cara bekerjanya takdir, membolak-balikkan sesuat...
