Flashback on
"Vin, Rayn gue duluan" pamit Radit menepuk bahu kedua sahabatnya. Radit harus mengerjakan tugasnya yang belum selesai, itulah sebabnya ia pulang lebih dulu
"Yo'i bro. Hati-hati" sahut Rayno membalasnya dengan salam tangan 'ala' mereka
"Tiati Dit" lanjut Gavin menyambut tangan Radit
"Iyeee"
****
"Fy, Tama jemput gue. Sorry ya jadi nggak bareng lo deh" ucap Sarah memberitahu Fyra bahwa kekasihnya sudah menjemput
"Santai aja Sar" jawab Fyra
"Oke bye" balas Sarah sembari memeluk bahu Fyra dan bangkit dari kursinya
"Bye" seru Fyra
"Hmm" gumam Fyra pada dirinya sendiri
"Mending gue keluar deh. Bosen juga lama lama disini sendiri" lanjut Fyra bermonolog. Kemudian ia bangkit dan berjalan keluar sekolah
Setelahnya ia duduk di bangku biasa tempat ia duduk jika sebelum masuk atau sesudah pulang sekolah.
Dan seperti biasanya juga, sembari mendengarkan musik melalui ipodnya
Flashback off
****
Gavin sudah tahu sedari ia dan Rayno keluar sekolah, sudah ada yang mengikutinya. Dan Gavin pun tahu bahwa yang mengikutinya adalah seorang pria. Gavin dapat merasakannya.
'Pria itu terlalu bodoh'. Batin Gavin. Ia juga dapat melihatnya dari beberapa cerminan yang terpantul dari genangan air dijalan yang ia lewati.
Memang sedari tadi Gavin berbincang dengan Rayno. Tapi penglihatannya juga mengawasi beberapa cerminan dari genangan itu.
Hingga....
BUGGHHH
Seketika Gavin dan Rayno langsung membalikkan badannya. Alangkah terkejutnya mereka saat mengetahui berasal dari mana suara itu. Bukan. Gavin terkejut bukan karena pria itu terjatuh. Tapi karena melihat siapa yang membuat pria itu terjatuh
Ia.....Fyra!
Tadi Gavin memang melihat Fyra sedang duduk santai disebrang gerbang sekolahnya. Dan sekarang...Gavin benar-benar tak menyangka!
"Ssshh" desis pria itu
"SIALAN!"
"ARGHHH" Lanjutnya penuh amarah. Pria itu bangkit dari posisi terjatuhnya sembari membersihkan darah yang keluar dari sudut bibirnya dan membenarkan letak kacamatanya yang hampir terlepas
Ya. Fyra memberikan satu pukulan keras yang mengenai wajah pria itu.
Pria itu mengarahkan satu pisau ke arah Fyra yang sebelumnya diarahkan pada punggung Gavin. Tak terlihat ekspresi takut dari wajah Fyra yang sudah mengetahui bahwa pisau itu diarahkan padanya. Ia hanya sedikit terkejut sesaat, tapi Fyra mampu mengendalikan keterkejutannya.
Secepat kilat pria itu menggerakan pisaunya
SREETT
Terdengar suara kain robek. Dan saat Fyra melihat, ia cukup terkejut kali ini. Gavin menahan pisau itu yang hanya tinggal 3cm lagi tertancap diperut Fyra. Suara kain robek itu berasal dari jaket varsity hitam milik Gavin.
Ya. Sebelum Gavin menahan pisau itu menggunakan tangannya. Pisau itu sudah mengenai lengan jaket Gavin.
"ASTAGA!" Pekik Fyra saat melihat aliran darah segar yang berasal dari telapak tangan Gavin.
KAMU SEDANG MEMBACA
A.L.D.E.B.A.R.A.N
Teen FictionIni bukan kisah tentang dia, mungkin ia hanya sebagai bintang di rasi Taurus, Aldebaran. Aldebaran-ku yang hanya kepingan memori. Tapi takdir seolah mempermainkan hidupku. Aku pun tahu, seperti itulah cara bekerjanya takdir, membolak-balikkan sesuat...
