Chapter 6

381 51 21
                                    

Eunhyuk membuka matanya begitu jaraknya dengan Donghae sedikit menjauh, dan ia melihat mata gelap bening itu mengerjap-ngerjap lucu kearahnya. Astaga!, Donghae terjaga!.

Mampus, ia harus bagaimana?!

Eunhyuk hanya membelalakkan matanya, memegang dadanya yang berdegup kencang. Antara takut dan entahlah...

Donghae masih mengerjapkan matanya, memegang bibirnya sebentar, lalu kembali tertidur. What the hell!!. Eunhyuk bahkan meneteskan keringat dingin, tapi apa-apaan itu tdi?. Ok, Eunhyuk tidak akan mempermasalahkannya. Toh Donghae juga sudah terlelap dengan hidung kembang kempis meraup udara. Lihat, siapa yang begitu menggemaskan di tubuh tegap ini. Ck!

Eunhyuk tersenyum, senyum yang menahan tawa. "Yatuhan, anak ini benar-benar" ungkapnya.

"Benar-benar ap?, OMO!..."
suara melengking indah dari belakang Eunhyuk membuat pria itu membalikkan badan. Dan well, satu lagi hal yang akan membuat keringat dinginnya menetes.

Yesung berdiri di ambang pintu kamarnya, dengan tas tergolek lemas terjatuh di kakinya, lalu mata dan mulutnya terbuka lebar. Bagus, ia melihat si kulit biru Donghae.

Donghae hanya mengeluarkan lenguhan setelah mendengar lengkingan Yesung, lalu ia kembali tertidur. Sudah kubilang, dia hanya bayi polos!

"Hyuk... a... apa itu?..." tanya Yesung gugup, tangan mungilnya menunjuk gemetar kearah Donghae yang tertidur dengan bibir yang cemberut.

"Katakan mahkluk apa itu?!" Yesung semakin gemetar.

"Baiklah hyung... ayo duduk di ruang tamu, kau pasti lelah" tanpa mendengar apa yang akan Yesung katakan lagi, Eunhyuk langsung mengiring Yesung ke sofa ruang tamu. Bisa gawat jika kakinya mendadak lemas, badan kurus Eunhyuk tidak akan sanggup membopongnya.

"Ini, mimumlah..." segelas teh aromaterapi hangat ia sajikan untuk membuat Yesung tenang. Dan laki-laki bermata sipit itu mengambilnya dengan gerakan kaku, bahakan bunyi cangkit terdengar berdenting ribut karena terlalu banyak gerakan akibat getaran dari tangannya. Apa jari mungilnya tidak bertulang?

Yesung meneguk habis teh itu, lalu menatapnya dengan tatapan banyak tanya, dan Eunhyuk tercengang. "Hyung, kau tidak perlu secemas itu, dia tidak berbahaya" jelas Eunhyuk.

"Dia si... siapa?!"

Eunhyuk memijit pelipisnya melihat Yesung yang masih tergagap "tenangkan pikiranmu Hyung. Aku akan menjelaskan semuanya padamu"

Yesung menarik napasnya dalam-dalam, lalu menghembuskannya kuat-kuat. Seperti orang melahirkan, oops.

Eunhyuk juga melakukan hal yang sama, bedanya tidak seberlebihan Yesung, dan tujuannya adalah untuk memulai cerita panjangnya. Ia yakin mulutnya akan berbusa sebentar lagi.

"Begini..." mulainya...
.
.
.

Junsu menyeka keringatnya, melepas kaca matanya lalu duduk santai di sofa labolatorium khusus untuk mengecek perkembangan ilmiah. Ia baru saja menemukan hal menakjubkan.

"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya pria bertubuh tinggi kurus.

"Kenapa kau selalu ingin tau apa yang aku lakukan, Kyuhyun?" Junsu menjawabnya dengan mata yang terpejam.

"Jangan macam-macam... kau bisa saja membahayakan dirimu dan siapapun itu" peringatan Kyuhyun hanya angin lalu, Junsu hanya menanggapinya dengan senyum meremehkan tanpa sedikitpun membuka matanya, tidak ada sedikitpun sopan santunnya.

"Hey..." Suara Kyuhyun memelan, nafasnya sedikit memburu menahan amarah. Dengan cepat ia arahkan tangannya kearah leher Junsu dan mencengkram kerah kemeja mantan teman seperjuangannya. "Kuingatkan sekali lagi, jangan coba macam-macam. Hentikan penyelidikan bodoh ini dan kembali ke mejamu!!" Gertaknya.

Alien??!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang