Satu Hati Dua Cinta

81 0 0
                                        

Dalam tawa ku bersandar, riangku menggemgam hangatmu. Berjalan bersamanya dalam nyaman menuju arahmu. Berceloteh menikmati waktu denganmu dalam dekapannya.
Benang merah yang mengikat setiap langkahku terasa ringan saat bersamamu dan menuntunku kearahnya.
Hingga tak sadar kupecah, dalam persimpangan. Ketika langkahmu semakin tegas dan dirinya pun menyentak sadar anganku.
Ku hancur dalam pilihan, ku inginkanya, ku dambakanmu. Kau mengisi kekosongan hatiku dan ia menyempurnakan kebahagianku.
Haruskah ku relakan inginku tuk menggapai takdirku atau, takdir yang kuingini.
Biarlah hingga waktu menentukan. Akankah...
Kujalani keinginan yang kuperjuangkan atau menerima yang kubutuhkan dengan kelapangan.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 05, 2018 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Satu Kata Satu Rasa 2Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang