< PASKY POV >
Aku sering berkeliling dan memantau cabang-cabang dari mall ku yaitu, JUAN THE BIGGEST MALL. Aku memiliki beberapa cabang yang berada di beberapa negara. Tapi bukan hanya mall-mall besar, aku juga memiliki cabang sebuah toko pakaian dan aksesoris.
Hari ini, aku memantau salah satu cabang toko pakaianku. Aku suda cukup tua. Sebenarnya aku memiliki seorang anak lelaki yang bisa membantuku, tetapi aku tidak membiarkannya bekerja karena ia masih duduk dikelas dua SMA.
Aku sudah selesai melihat-lihat tokoku. Rasanya semua tulangku sudah remuk. Aku ingin segera pulang dan meletakkan tulang-tulang rentaku ini di atas kasur. Sudah hampir satu tahun aku sendirian di rumahku. Istriku sudah pergi ketempat yang jauh, sedangkan anakku kukirimkan ke apartemen ku agar ia bisa lebih mandiri.
Supir ku sudah membukakan pintu mobil dan mempersilahkan aku untuk masuk agar aku bisa segara pulang. Akhirnya roda mobilku berputar. Aku hanya terus memandangi pemandangan tepi jalan melalui jendela. Beberapa saat kemudian, lampu yang ada diujung jalan menandakan tanda berhenti. Tak sengaja aku melihat seorang gadis cantik yang sudah pasti bisa kutebak ia seumuran dengan anakku. Aku jadi teringat, dulu istriku sangat menginginkan seorang anak perempuan.
Aku hanya terus melihatnya sampai aku terkejut saat tiba-tiba raut mukanya berubah menjadi shok. Beberapa saat kemudian, mobilku mulai berjalan dengan sedikit lambat. Tiba-tiba gadis itu berlari dan berdiri di depan mobilku yang membuat mobilku berhenti bergerak.
'Apa yang sedang ia lakukan?'
Batinku.Lalu tanpa sadar, sebuah truk melaju kencang tepat dibelakang gadis itu. Kalau saja ia tidak menghentikan mobilku, mungkin tulangku benar-benar akan remuk.
< AUTHOR POV>
Mr. Pasky keluar dari mobilnya dengan sempuyongan. Ditemukan olehnya seorang gadis belia telah terduduk lemas di depan mobilnya. Ia langsung berlari menghampiri Hera. Mr. Pasky berdiri beberapa saat di hadapan Hera. Hera yang semula menundukkan kepalanya langsung melihat wajah Mr. Pasky.
"Apa tuan baik-baik saja?"
Tanya Hera tanpa melihat kondisi dirinya sekarang."Kenapa kau bertanya padaku? Lihat dulu kondisimu".
Kata Mr. Pasky sambil mengulurkan tangannya dan membantu Hera berdiri.
Karena kejadian itu, jalan raya yang semula sepi berubah seperti pasar.===
" Saya benar-benar tidak papa tuan".
Hera meyakinkan Mr. Pasky sambil berusaha bangkit dari kasur rumah sakit yang sebelumnya ia tiduri."Baiklah. Tapi kenapa kamu senekat itu?"
Tanya Mr. Paky penasaran.Hera menjawab dengan sangat singkat.
" aku tidak bisa hanya melihat tanpa melakukan sesuatu".
Jawaban singkat Hera membuat Mr. Pasky termenung sejenak."Siapa namamu? Darimana asalmu?".
Mr. Pasky mengakhiri lamunannya."Nama saya Hera. Saya berasal dari negeri Praysis".
Jawab Hera."Praysis? Aku belum pernah mendengar nama itu".
Tanya Mr. Pasky heran."Negeriku memang sangat jauh".
Jawab Hera degan senyum yang dibuat-buat."Lalu, dimana orang tuamu?".
Mr. Pasky bertanya, dan membuat wajah Hera tampak lebih murung."Em.., orang tua saja tidak di sini. Dia berada di tempat yang jauh".
Hera menangis tanpa suara."Sepertinya kau akan memiliki keluarga yang baru".
Mr. Pasky tersenyum lalu pergi meninggalkan Hera.===

KAMU SEDANG MEMBACA
LOST TIME
RandomLOST TIME ( Kehilangan Waktu ). Kisah yang menceritakan seorang wanita yang ingin mengembalikan waktu yang telah hilang bersama sahabatnya.