tujuh

32 13 5
                                    

" Gimana? Diterima? "
Su Jin yang duduk di vespa memasang wajah yang penasaran.

" Hmm.. Ajik ( belum ). Diah harus nunggu sampai besok. Kalau Diah diterima, Diah baru masuk sekolah nya dua minggu lagi. "

" apakah aku juga harus sekolah di sana? "

" sekolah apaan? Oppakan udah tamat tahun lalu, emang gak bosan sekolah lagi? "

"Ciih.. cepat naik "
Diah menaiki vaspa milik oppa nya yang manis itu.

===

" kami pulang.. "
Diah dan Su Jin masuk ke rumah mereka dan disambut dengan dua orang yang sedang berdiri di hadapan mereka dengan tatapan yang sinis.

"Kemana aja kalian?"
Tanya wanita paruh baya dengan melipat tangan nya ke depan. Ya.. Kalian pasti tau dia siapa.

" tadi Diah habis daftar sekolah di kota "
Jawab diah dengan menundukkan kepala nya.

" hoo.. Jadi kamu mau pindah ke kota?"
Ketus ayah Su Jin dengan sekilas senyuman.

" bagus dong.. Jadi gak ada yg ngerepotin kami lagi "
Lanjut ibu Su Jin dengan tawa kecil.

" Eomma! Appa! neo wae geulae? dia-ege geuleohge malhaji ma ( ibu! Ayah! Kalian jangan ngomong kayak gitu sama Diah ) "
Kesal Su Jin pada ayah dan ibunya.

" wae? maj-ji? ibeon-eneun hangsang ulileul goelob higo ( kenapa? Benarkan? Dia memang selalu repotin kita ).
jawab ibu Su Jin dengan nada yang mulai meninggi.

" cheosonghabnida ( saya minta maaf ) "
Diah bergegas pergi memasuki kamarnya.

"Diah-ya.. Han Diah!"
Su Jin langsung mengejar Diah kekamar nya dan tidak lagi mempedulikan orang tua nya.

" hya Han Su Jin!! "
Panggil ayah Su Jin, tetapi Su Jin tak menanggapi nya.

Su Jin membuka pintu kamar Diah dengan perlahan dan melihat Diah sedang duduk termenung di atas kasur sambil menunduk kan kepalanya. Su Jin yang juga merasa sedih, mendekati Diah dan berlutut di hadapan Diah agar dia bisa melihat wajah Diah.

" Neo ureo? ( kamu nangis? ) "
Su Jin memegang bahu Diah sambil menatap nya.

" Ani.. Wae na ureo? ( enggak.. Kenapa aku nangis? ) "
Diah berusaha berusaha tersenyum di hadapan Su Jin, tapi ia tidak bisa. Air matanya terus mengalir walaupun ia sedang tersenyum.

" gwaenchanha.. ( tidak papa ).. Kamu boleh nangis. kamu gak salah kalau merasa sakit.. Tapi kamu salah kalau menyembunyikan rasa sakit itu "
Su Jin mengerus kepala Diah sambil tersenyum. Akhirnya air mata yang berusaha ia tahan memaksa keluar. Su Jin yang melihat Diah menangis, langsung menarik Diah ke bahu nya.

" kenapa Diah gak bisa nahan air mata diah? Kenapa semua orang benci sama Diah? Kenapa ini terjadi sama Diah? Kenapa?? "
Diah akhirnya mengeluarkan semua pertanyaan yang selama ini bersarang di hatinya.

" gwaenchanha... gwaenchanha... ( tidak apa apa.. Tidak apa apa... ) "
Su Jin terus mengelus punggung Diah dan berusaha menenangkan nya.

===

Dara, Soo Myong, dan Yong Joo sedang duduk di bangku kelas mereka pada jam istirahat. Yong Joo tampak bingung melihat Dara dan Soo Myong.

" Jadi Dara adik kamu? Dan kalian saudara? "
Yong Joo bertanya dengan nada yang cukup tinggi dan berhasil membuat mereka berdua terkejut.

" bikin kaget aja... Kemarin aku kan sudah bilang "
Soo Myong dengan santai mengambil komik yang dari tadi ia taruh di atas mejanya.

" tapi kamu kan gak pernah temuin aku sama dia "
Kesal Yong Joo.

"Emang kalau udah ketemu kamu mau apa? "
Soo Myong yang sangat santai itu berhasil membuat Yong Joo mati kata kata.

" ya.. Ga-gak papa sih..."
Yong Joo bingung dengan kata kata nya sendiri. Ia spontan menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.

Sedangkan Dara hanya terdiam melihat mereka berdua sambil menahan rasa sakit yang yang menusuk kepalanya.

" gwaenchanh-a? uli byeong-won-e gaya hae? ( kamu gak papa? Apa kita harus ke rumah sakit? ) "
Tanya Soo Myong dengan tatapan yang masih terfokur pada komik yang ia pegang.

" gak papa. Aku udah baikan kok "
Jawab Dara dengan tersenyum paksa.

" makan yuk.. lapar nih.. "
Lanjut Dara dengan tatapan yang memang terlihat kelaparan yang mungkin bisa memakan apapun yang ada di hadapan nya.

===

Tiga orang yang berjalan itu melirik dan menatap tempat sekitar. Semua murid sedang santai menikmati menu makanan kantin yang hari ini adalah kimchi.

Mereka bertiga hanya terus berjalan menuju meja makanan tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, sampai Dara tiba-tiba berhenti berjalan dan terdiam. Soo Myong dan Yong Joo yang melihat Dara otomatis ikut berhenti dan kebingungan.

" kenapa ? Kamu masih pusing? "
Tanya Yong Joo yang khawatir namun tetap terliahat cool.

“ iya, gak papa “
Dara meyakinkan Yong Joo. Tapi ia merasa aneh karena saat mereka datang, antrian siswa yang akan mengambil makanan langsung membelah dan membiarkan mereka jalan memotong antrian. Dara merasa itu tidak baik, tapi ia hanya diam karena ia tidak tau apa-apa.

===
“ terimakasih.. selamat datang kembali “
Diah yang berdiri dibelakang meja kasir di kafe itu mulai membersihkan tempat kerjanya karena jam makan siang sudah berlalu, dan ia sedang izin sekolah karena ia akan mengurus data-data di sma barunya.

“ diah.. termakasih udah mau gantikan jam kerja Sunny. Kamu gak suka kopi kan?“
Boss Diah menghampiri sambil menyodorkan segelas teh.

“ sama-sama eonni ( kakak ). Tapi giamana keadaan  Sunny sekarang? “

“ udah mendingan. Sunny memang gak punya keuarga di sini karna semua keluarganya ada di seoul. Tapi untungnya dia punya sahabat yangselalu dampingi dia. “
Wanita berambut ikal yang bernama Yeong Cheon Sa itu menyeruput minuman yang ada di tangannya.

“ sahabat ya? “
Diah tersenyum kecil yang tidak bisa diartinya.

“ kenapa? Kamu punya sahabat kan? “
Cheon Sa sebenarnya mengeluarkan pertanyaan itu untuk memancing Diah.

“ punya. Tapi itu sudah lama dan aku masih ragu apakah dia masih pantas dikatakan sebagai sahabat? “

“ memang apa yang membuat kamu ragu?”

“ udah lah kak. Diah sedang malas membahasnya. “
Ia tersenyum dan meletakkan gelas minumannya di meja.

“ kalau gitu Diah ganti baju ya kak, soalnya nanti mau ke seoul. “

“ yaudah... tapi nanti jangan lupa kunci pintu ya, kakak mau pergi duluan “
Cheon Sa mengambil gelas Diah dan berlalu ke dapur.

“ maaf pak, saya masih belum berhasil. “
Cheong Sa tampak sedang menghubungi seseorang.

“ ... “

“ baik pak, akan saya usahakan “
Cheong Sa menyelesaikan pembicaraannya dan menghilang diikuti angin yang berhembus melewati pintu belakang. 

Siapa sebenarnya Cheong Sa?

Hy hy hy...😄 Udah berapa tahun ya, author gak update? Hahaha...😆 Maaf ya, updatnya lama...😥 Makasih udah mau nungguin..😶 Kalau ada...😤 Stay RVC ya...😄

LOST TIMETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang