Part 2 - Perkenalan-

98 1 0
                                    

Menjalin tali silahturahmi sangatlah penting apalagi dengan sesama muslim.

-Muhammad Yusuf  Fairuz-

🍃🍃🍃

Sebuah beban yang berat ketika diamanahi untuk menjadi seorang pengajar di sebuah kampus ternama di Jakarta. Bisa dibilang kampus ini berbeda dengan kampusnya yang letaknya jauh dari sini, Universitas Al Azhar di cairo,  Mesir.  Perbedaannya jauh sekali,  sebagian besar perempuan disana memakai jilbab panjang bahkan memakai cadar sedangkan disini tentu saja bisa dihitung jari perempuan yang seperti itu. Padahal dalam agama islam seorang wanita yang sudah baligh diwajibkan untuk menutup auratnya.  'Astaghfirullahal'adzim,  inikah pertanda akhir zaman.' batin yusuf.

Hari pertama menjadi pengajar membuat seorang yusuf sangatlah gugup dengan memakai kemeja batik perpaduan warna hitam dan putih sangatlah pas dibadan tegapnya memantapkan langkahnya menuju ruangannya.

"Bismillahirrohmanirrohim."

Pletakk...

Sebuah benda mengenai kepalanya, yang tak lain adalah sebuah minuman kaleng kosong. Yusuf beristighfar agar tidak terpancing emosi karna bisikan syetan.

"Astaghfirullahal'adzim."

Kepalanya berdenyut nyeri, memang tak terduga.  Baru pertama kali sudah dihadapkan dengan cobaan. Yusuf melihat sekelilingnya, ada seseorang berlari menghampirinya dengan lari terburu-buru. Iya sosok perempuan yang mengikat kucir kuda rambutnya. 

"Astaghfirullah, maaf ya. Gw nggak sengaja. Lo nggak papa kan?" tanya Aisyah khawatir.

Yusuf hanya tersenyum melihat orang itu panik.

"Iya,  nggak papa.  Lain kali hati-hati ya." jawab Yusuf dengan tersenyum. Jelas sekali lesung pipitnya muncul.  Kemudian dia mencoba merapikan bajunya yang sedikit lusuh

Mahasiswa jaman now, kalo emosi suka sembarangan. Padahal sudah menempuh pendidikan yang lebih tinggi.  Bukan anak SMA lagi yang emosinya masih labil. Wajar saja anak abege.

"Syah" teriak Maira. Maira berlari menghampiri Aisyah. 

Dahi Aisyah mengernyit,  entah mengapa Maira lari sprint sampe ngos-ngosan. Dia menatap sahabatnya bingung.

"Maafkan teman saya ya pak, kita mau ke kelas dulu. Sekali lagi saya minta maaf pak.", kata Maira sambil menarik lengan Aisyah dan melangkah pergi meninggalkan orang itu.

"What? Pak"

Aisyah masih dengan nuansa kebingungan akan tingkah sahabatnya ini. Dia hanya mengikuti langkah sahabatnya itu.

Yusuf hanya menggeleng dan terus mengucap istighfar. Yang jelas tadi dia berbuat dosa dengan memandang wajah perempuan tadi.

🍃🍃🍃

"Assalamualaikum, Pak Fauzi.", dengan perasaan gugup Yusuf melangkahkan kaki ke ruangan kadep (Ketua departemen) prodi manajemen syariah. 

Laki-laki paruh baya yang rambutnya sudah berumur itu mendongak,  ketika mendengar salam dari Yusuf.

"Wa'alaikumsalam,  oh ya pak Yusuf silahkan duduk.", suruh pak Fauzi.

Bimbinglah Aku ke Jalan Allah Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang