Chap 4^perjodohan

24 5 0
                                        


Disisi lain.seorang lelaki dewasa dipaksa menikah dengan gadis kecil yang dijodohkan oleh ibunya.

Bagaimana tidak kesal. Kenal saja tidak
Ujuk2 dijodohkan, Dia memang bukan pria kecil lagi, ia sudah dewasa .
Apa 21 tahun umur yang cukup untuk menikah?
Jawabannya Hanya seorang Refyan lautner yang tau.

"Mom, aku mohon kau batalkan semua perjodohan itu."

"Tidak sayang, alm sudah mengamanatkan bahwa kalian berdua harus dijodohkan. Mom gamau Alm datengin mom dan minta pertanggung jawaban anak gadisnya yang gak dinikahi kamu rey,"

Terjadilah debat antar Ibu dan Anak tersebut

"Minggu depan mom mau ajak kamu ketemu sama dia. Gada penolakan" .ucap sang ibu sambil berjalan keluar rumah meninggalkan Anaknya yang berdiam diri tak percaya .

Rey tidak akan membiarkan perjodohan ini terjadi. Rey yakin itu

*back
#ele povv

"Aku antar ya"
Ka radit memaksa ingin mengantarku pulang
"Gausah deh ka, aku bisa sendiri ko" elakku. Ya walau aku tau dia kaka nya rina, tapi kan apa salahnya aku hati2 siapa tau dia ada niat jahat.

"Kamu mau pulang sama siapa? Rina? Diakan dijemput Dio, lagipula disini gada kendaraan umum."

Terpaksa

"Yaudah deh"

Sepanjang jalan didalam mobil, mereka berdua hanya terdiam.
Ele yang hanya menatap pemandangan dari jendela.
Masih hijau lingkungan disini..."hmm adem " pikirku sambil memejamkan mata merasakan sejuknya udara

"Belokan itu, ke kanan ka"

"SAMPAI" tambahku

"Eh sudah sampai? Seperti tidak ingin cepat sampai, dan masih ingin terus berlama2 di sini, bersama orang ini" .dalam hati lelaki berwajah tampan ini

Setelah pulang dari rumah Radit ele langsung ke kamar. mau makan males keluar. Mau tidur tidak bisa.

Sudah setaun kurang Ele tidak pernah saling tegur sapa dengan omanya.
Malas atau memang masih tidak terima dengan takdir ini

Tokk.tokk.tokk...

"Le, bangun makan dulu, oma sudah buatkan makanan buat kamu, ko kamu pulang ga salam dulu? ". Ucap sang oma dari balik pintu kamar yang sengaja ia kunci

Dan ele hanya diam.

Biar saja dia dibilang jahat, atau tidak tahu diri.
Memang nyatanya gitu, hatinya belum bisa menerima omanya.

"Yasudah kalo kamu gamau jawab, oma tau kamu belum tidur, tapi tidak apa2 sayang, kalo lapar pergilah ke dapur oma sudah masak untukmu. Oiya satu lagi oma mau pergi kerumah tante qira, mungkin untuk beberapa hari ini kamu jaga rumah."
Bersamaan dengan suara itu, sosoknya pergi.

Merasa bersalah ,ele pun bangkit dari tempat tidurnya dan menuju dapur.
Dilihatnya rumah oma sudah sepi,tanda wanita paruh baya itu sudah pergi
"Laparnyaaaa"
Ayam goreng. Itu lebih dari cukup daripada tidak makan sama sekali.
Makan dengan sangat lahap dan setelah kenyang ele pun berjalan ke ruang tengah.
Mendudukan pantatnya di sofa yang empuk dan
Ya. menonton chanel kesukaan nya yang setiap hari menayangkan Kartun kesukaannya.
Tanpa sadar ele tertidur di sofa, sekarang tv yang menonton Ele.

ELENA#114Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang