Hai readers...
Cek mulmed dan jangan lupa berdoa ya^^
Cekidot...***
Semilir angin di sore hari menerpa rambut panjang Noura. Jalanan mulai ramai dengan kendaraan karena sudah saatnya bagi para pekerja pulang. Dengan sigap Alfan menyalip kendaraan lain
"fan, bukannya lu gak tau rumah gw?" tanya Noura sedikit berteriak di samping Alfan yang memakai helm
"tujuan gw sekarang bukan ke rumah lu," jawab Alfan
"Trus?"
Alfan diam tak menjawab pertanyaan Noura. Noura menyesal telah mengenal sesosok Alfan yang hidupnya penuh dengan misteri. Karena memang dari kecil ia tak pernah menyukai cerita dan kehidupan yang penuh misteri. Noura menyukai cerita yang real dan tak berbelit-belit dengan tanda tanya. Tapi, pada kenyataannya sekarang Noura harus menjalani kehidupan yang dipenuhi berbagai misteri
***
Alfan memberhentikan motornya di sebuah rumah yang cukup besar. Rumah itu gelap dan sepi. Noura turun dari motor Alfan sambil menatap rumah itu
"kenapa lu nganter gw ke rumah dia?" tanya Noura dengan menatap Alfan tak suka
"Bass minta lu dateng ke rumahnya," jawab Alfan dengan tidak menatap Noura. Noura menganga tak percaya
"kok bisa lu tau kalau tadi Bass..."
"Apapun bisa" ucap Alfan memotong pertanyaan Noura. "Lebih baik lu masuk sekarang!" perintah Alfan menatap Noura tajam
Seperti terkena hipnotis, Noura berjalan memasuki rumah Bass tanpa mengucapkan satu kata pun
"Gw harap kejadiaan itu tak akan terjadi" gumam Alfan
15 detik kemudian....
"Aaaaa...." jeritan Noura mengejutkan Alfan. Ia berlari secepat mungkin ke dalam rumah Bass. Alfan masuk ke salah satu kamar. Ternyata kejadiaan itu menjadi nyata. Ia melihat Noura yang menangis sambil menggigit jari telunjuknya dengan ketakutan. Tatapannya lurus ke depan. Ia mengikuti arah pandang Noura. Benar saja apa yang diduga Alfan. Ia melihat Bass yang menggelantung tak bernyawa. Alfan berjalan ke depan Noura menutupi apa yang dilihatnya. Noura menatap Alfan sendu
"Bass... Bass..." ucap Noura berkali kali dengan lemah. Tubuh Noura bergetar, ingin sekali Alfan memeluknya namun ia ingat bahwa Noura memiliki prinsip 'dilarang bersentuhan kalau bukan muhrim'. Alfan mengurungkan niatnya itu. Namun ternyata Noura menjatuhkan kepalanya sendiri ke bahu kiri Alfan. Noura menangis penuh isak. Dengan ragu Alfan mengusap lembut rambut Noura
"Terlambat fan, Bass... Bass..."
"Shuutt... Semua udah terjadi, Ra. Gw harap lu bisa terima lapang dada tanpa ada rasa penyesalan. Sekarang kita lapor ke polisi biar semuanya bisa di urus" Noura hanya mengangguk lemah
***
Sehari setelah pemakaman Bass, Noura menjadi tertutup dan selalu mengurung diri di kamarnya. Bass diduga melakukan bunuh diri karena frustasi akibat keluarganya yang broken home
Tok... Tok... Tok...
"Ra, ini gw sama Ratih. Kita masuk ya," tak ada jawaban dari Noura. Trisya membuka pintu kamar Noura yang ternyata tidak dikunci. Dilihatnya Noura yang sedang tidur dibalik selimut

KAMU SEDANG MEMBACA
Leben Puzzle
Fantasy'teka-teki yang akan terungkap suatu saat nanti' Akankah bisa Noura Tanira Salma menemukan sang pelaku yang telah membuatnya kehilangan kedua matanya dan kakak kembar tersayangnya? Semua berawal dari mata. Tanpa adanya mata kita tidak dapat mengenal...