PART 10

23 7 3
                                    

Hai readers^^
Sorry banget ya updatenya bener bener telat. Sekarang gw lagi liburan gengs. So, gw usahain buat update sesering mungkin. Hope you like it><

🙊🙊🙊

"kenapa?" tanya Alfan to the point

"lu baca ini," Noura memberikan surat dari Bass pada Alfan. Ia membacanya, "lu pasti tau sesuatu tentang hal itu kan?"

"Ra," Alfan menatap Noura lama. Noura yang ditatap seperti itu menjadi salah tingkah sendiri. "Apa yang ditulis Bass di surat ini emang bener. Kita hidup di dunia yang penuh keajaiban. Liat diri lu sendiri. Lu juga punya keajaiban itu."

"Apa bisa liat warna-warna di sekeliling orang-orang itu termasuk keajaiban?"

Alfan mengangguk, "It's yours"

"terus apa maksud dari semua warna itu?"

Alfan mengangkat kedua bahunya cuek, "cuma lu sendiri yang bisa mengartikan warna-warna itu,"

Noura menarik napasnya berat, "terus, apa lu sendiri punya keajaiban?"

Alfan tersenyum miring, hal itu membuat paras ketampanannya semakin terlihat. Noura merasakan detak jantungnya yang berpacu cepat. "Lu liat cowok yang lagi nge-dribble bola basket itu," Noura melihat cowok yang berambut kecoklatan itu. "dia bakal nge-passing bola itu ke cowok yang kulitnya hitam," Noura terkesiap, karena benar apa yang dikatakan Alfan. "Terus dia bakalan ngajak gw main."

"Woy Fan! Main sini! Dua-duaan mulu lu!"

"Syirik aja lu pirang! Nanti gw nyusul," Si cowok berambut kecoklatan itu mengangguk lalu bermain kembali

"see? Itu yang gw punya," ucap Alfan cuek

Noura menatap Alfan tanpa berkedip, "lu... bisa liat masa depan?"

"menurut lu?"

"ya ampun Fan, kalau gitu lu pasti tau kan siapa pelaku yang udah ngejatuhin gw sama kakak kembaran gw?"

Alfan menggeleng, "belum saatnya lu tau Ra,"

"loh, kenapa?"

"belum saatnya lu tau si pelaku itu,"

"Iya kenapa?! Kenapa gw belum boleh tau? Gw capek Fan! Gw benci hal-hal yang berbau misteri. Gw cuma mau tau pelaku itu! Udah itu aja," Noura meninggikan nada suaranya

"yakin cuma mau tau aja?"

"Iya!"

Alfan menggeleng lagi, "Setelah lu bisa nguasain keajaiban lu itu, lambat laun lu bakalan balas dendam ke pelaku itu. Dan, kalau lu tau si pelaku itu sekarang. Lu bakalan ngubah takdir kematiaan banyak orang lebih cepat. Gw gak mau sisa-sisa hidup mereka menjadi lebih singkat cuma karena ulah elu, Ra"

"ke... kenapa seolah gw biangnya? Apa hubungannya gw sama kematiaan orang orang itu?"

Alfan menatap kedua mata Noura, "lu harus cari tau sendiri. Maaf gw bukan cahaya buat lu, Ra. Gw cuma bisa jadi perisai buat lu. Gw cuma bisa ngelindungin elu, Ra." Alfan mengusap puncak kepala Noura yang menatapnya bingung. Lalu, pergi bermain dengan teman-temannya

Leben PuzzleTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang