Rintik bening diantara dedaunan
Menyusun melodi sambil mengayun keheningan
Bulirnya mulai luruh kemudian terjatuh
Sama seperti gemuruh dalam hati yang gaduh
Hembusan angin menambah sunyi
Ketika kata tak sejalan dengan hati
Rintihan malam menembus pagi
Ketika matahari kalahkan bulan yang nampak berseri
Dinding pembatas rindu itu telah hancur
Bukan karena sudah berumur
Tapi karena kerasnya hantaman air mata yang tercucur
Kaca harapan itu telah pecah
Bukan karena orang yang berulah
Tapi karena tak tahan lagi menanggung gundah
Apa yang ditunjukkan pagi
Telah membuat ku sadar diri
Kalau ingin mencintai, harus siap disakiti
Apa yang dilakukan malam
Telah membuatku terdiam
Kalau tak mau ada kenangan, jangan terlalu berangan
#Ayobelajar....
KAMU SEDANG MEMBACA
Dengan Tanpamu
PoetryRangkaian kata , yang tak sengaja ku tulis karena mu Karena dengan atau tanpamu alur ini akan tetap membuatku selalu mencintaimu Tak peduli kau percaya atau tidak Jawabannya akan nampak saat tangan Tuhan yang bertindak
