Lagi, lagi, dan lagi hanya mampu bicara padamu melalui puisi. Tentangmu yang memaparkan banyak pilihan menyesakkan. Tak kunjung kutemui setitik jawaban atas besarnya sebuah pengharapan.
Katakan, ah tidak maksudku jelaskan. Dengan cara apa, mengapa dan bagaimana aku harus menghentikan penantian yang bahkan orang lain menyebutnya kekonyolan. Kamu bukan candu yang membuatku ketergantungan, bukan pula kebutuhan yang mampu membuatku bertahan.
Tapi, tapi, dan tapi tanpa terkecuali apa yang ada pada dirimu membuatku berani bahkan lupa diri. Untuk mencintaimu aku perlu terlalu percaya diri, sedangkan untuk melupakanmu aku butuh lebih dari sekadar bunuh diri.
Sudahlah, tak ada yang harus disesali. Perkara hati biar urusan Sang Pemilik Cinta Sejati. Aku hanya bisa menjalani sambil menempa hati, menenangkan diriku sendiri. Pada dasarnya aku hanya perlu mengerti, bahwa tentang kita memang hanyalah takdir yang aku buat- buat sendiri.
Bagiku, kamu adalah puisi yang tak pernah usai dan cinta yang tak mungkin sampai.
#MASIH KAMU : V
KAMU SEDANG MEMBACA
Dengan Tanpamu
PoetryRangkaian kata , yang tak sengaja ku tulis karena mu Karena dengan atau tanpamu alur ini akan tetap membuatku selalu mencintaimu Tak peduli kau percaya atau tidak Jawabannya akan nampak saat tangan Tuhan yang bertindak
