Chapter 3

1.3K 119 6
                                    

Hi, hi!


Bagaimana kabar??? Ada yang masih nungguin fic ini up nggak, ya?! Semoga masih, ya, karena kali ini kita akan masuk ke chapter 3. Yang penasaran bagaimana nasib keluarga Granger-Weasley setelah rumah mereka kena insiden? Siapa yang mau membantu?

Langsung saja!

Happy reading!

======================================================

"Kita tidak bisa ke sana, Ron. Rosie dan Hugo masih sekolah."

Hermione mengaku tidak bisa untuk menyusul orangtuanya ke Australia. Kedua anaknya masih harus bersekolah sehingga keputusan untuk tinggal di Australia adalah keputusan yang tidak tepat. Mereka tidak bisa meninggalkan Inggris untuk saat ini. Segala urusan mengenai rumah mereka yang hancur dan tunjangan Kementerian untuk keluarga mereka masih cukup menguras waktu.

"Tapi, kita harus bagaimana? The Burrow pun sedang dalam renovasi. Mum dan Dad sekarang tinggal dengan Bill. Kita mau ke sana juga?" tanya Ron bingung.

Pasangan suami istri Weasley itu sedang bersiap-siap mengawali pagi mereka di salah satu ruang rawat St. Mungo. Rose sudah siap dengan seragam sekolahnya sementara Ron hanya mengenakan kemeja dan celana panjang. Seragam Aurornya hanya ia bawa dan akan dipakai sesampainya di Kementerian.

"No, tentu saja tidak, Ron. Tapi—"

"Mummy, Daddy, kemarin Uncle Harry dan Aunt Ginny kan sudah menawarkan untuk ke rumahnya. Kita ke sana saja. Bukankah Hugo sudah boleh pulang nanti sore? Jadi, kita bisa menginap sementara di sana. Bukankah lebih baik begitu?" saran Rose.

Rose bersiap mengambil perlengkapan sekolahnya, ia tetap akan berangkat ke sekolah meskipun ibunya sempat melarangnya masuk karena tangannya belum cukup pulih jika digunakan untuk beraktifitas. Bagi Rose, tidak masuk sekolah artinya rugi. Lengan kananya tertimpa serpihan dinding yang hancur ketika ledakan itu terjadi. Tubuh Rose sempat terlempar keluar dari rumah. Sehingga lukanya tidak separah Hugo, yang menderita patah tulang di kaki dan tangan kirinya. Bagian leher dan kepalanya pun ikut terluka.

"Iya, Dad, Mum. Aku juga mau ke rumah Uncle Harry. Boleh, ya? Please," pinta Hugo di atas ranjangnya. Ia masih disuapi pancake oleh Hermione yang baru dibelikan Ron beberapa menit lalu.

Kedua orangtua mereka saling berpandangan untuk menentukan keputusan mereka selanjutnya. Hermione menyerahkan sendok kepada Hugo agar mulai berlatih makan sendiri dengan tangannya. Hugo sudah tidak mengeluh sakit kembali seperti malam sebelumnya.

Ron memanggil Hermione untuk berbicara sejenak. "Jadi kita akan terima tawaran Harry dan Ginny, Ron?" tanya Hermione. Ia menoleh kembali pada kedua anaknya.

"Mereka setuju kalau kita sementara di rumah Harry. Rose dan Hugo juga akan ada teman. Besok, aku dan Harry sudah harus berangkat untuk tugas di luar London. Aku tak bisa meninggalkanmu dengan anak-anak di tempat yang belum pasti keamanannya. Kita sudah tahu bagaimana keluarga Harry dan Ginny. Jadi, Mione—" Ron memegang kedua pundak istrinya dengan rasa bersalah yang dalam, "maafkan aku, kalau aku tidak bisa ada di sisimu besok di saat seperti ini. Aku—"

Hermione membungkam mulut Ron dengan ciuman bibirnya. Singkat saja, Hermione kembali merendahkan tinggi tubuh untuk melepas ciumannya. "Kau sudah melakukan tugas sebagai seorang kepala keluarga yang baik, Ron. Seharusnya kau tahu, bahwa aku sangat bangga padamu. Kau masih memikirkan kami," cerita Hermione.

Home? (Romione - HP Fanfic)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang