Chance ~Distance Spinoff~

47 5 0
                                        

Cast : Hirano Sho (KING); Takahashi Haru (OC)
Genre : Romance
Disclaimer : All casts belong to themselves; author owns the plot

Noted : Thanks to Ai as always

~ * ~

Hari ini aku akan mengadakan rapat dengan Sho mengenai pertunjukan yang akan dilaksanakan, di mana dia yang akan menjadi center atau pimpinan dari pertunjukan kali ini.

Dibilang rapat ya memang rapat sih, tapi kali ini hanya ada aku dan Sho saja.

Aku tiba di ruang rapat lebih dulu dari Sho. Selang beberapa menit, Sho pun tiba.

"Pagi." sapanya.

"Pagi." balasku.

"Maaf, aku baru sampai. Sudah lama?" tambah Sho.

"Tidak, baru beberapa menit." jawabku.

"Maaf ya, maaf." Sambil terus meminta maaf, Sho menarik kursi hingga tepat berada di sebelahku.

"Kenapa kau duduk disini?" tanyaku.

"Ya biarin, yang penting duduk, kan?" jawabnya.

Anak ini ya, mentang-mentang hanya kita berdua saja yang ada di ruangan ini mau cari-cari kesempatan dia.

Yah, ternyata ada untung dan ruginya juga, dinding ruang rapat tidak dibuat full kaca.

Aku mulai menjelaskan apa yang harus dia lakukan dalam pertunjukan kali ini.

Dan di pertengahan aku menjelaskan,

tiba-tiba Sho meletakkan dagunya pada pundakku.

"Sho, duduk yang benarlah." pintaku.

"Biarin. Engga ada CCTV kan disini?" jawabnya.

"Tapikan sekarang kita lagi kerja. Lagi di kantor. Kalo tiba-tiba ada yang masuk gimana?" jelasku.

"Itu urusan nanti." dengan menjawab singkat dia langsung merangkul pinggangku.

Anak ini, kalo dibilangin ya.

Baiklah, lebih baik aku cepat menyelesaikannya. Biar dia bisa kembali bekerja sebelum ada yang datang ke ruangan ini.

Sebelum aku meneruskannya, dia mulai komentar.

"Tulisanmu jelek ya."

"HAH!"

"Buat cewek, segini tuh dibilang jelek loh." lanjutnya sambil tertawa.

"Biarin, yang penting masih bisa dibaca!" Kesalku.

Sho pun hanya tersenyum.

Selama aku menjelaskan, Sho hanya menjawab 'Iya' berkali-kali dengan entengnya.

"Jangan 'iya-iya' aja. Dengerin yang bener." Pintaku.

"Iya denger. Kupingku kan dekat dengan bibirmu, masa aku engga denger." jawabnya.

"Iya, maksudnya dipahami juga dengan benar."

"Iya. Sudah, lanjutkan saja." balas Sho.

*

"Begitu. Pahamkan?" selesai aku menjelaskannya.

"Iya." jawabnya.

"Jangan sampai ada yang miss ya."

"Iya." dan dia menoleh ke arahku, yang mana jarak wajah kita sangatlah dekat.

Beberapa detik kita saling pandang. Lalu...

"I miss you."

Chu

Sho mengecupku di bibir.

Saat aku tertegun, Sho bergerak dari posisinya dan bersiap untuk meninggalkan ruangan.

"Kalau begitu, aku latihan dulu." Senyumnya.

Sebelum meninggalkan ruangan, tepat saat dia berada di depan pintu, dia berbalik dan menatapku. Lalu mengernyitkan wajahnya sambil tersenyum.

Melihat itu aku hanya bisa membalasnya dengan senyuman.

Lalu dia pergi.

Anak ini bener-bener ya.

THE END

NEVERLANDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang