Cast : Hirano Sho (KING); Takahashi Haru (OC)
Genre : Romance
Disclaimer : All casts belong to themselves: author owns the plot
Noted : Thanks to Ai as always
~ * ~
Setelah sekian minggu jadwal yang padat, akhirnya Haru mendapatkan libur-nya. Hari ini pun begitu cerah sejak pagi, membuat suasana hati Haru begitu ceria.
Mungkin akan menyenangkan kalau hari ini aku berjalan-jalan di luar atau mungkin sedikit berbelanja?
Senyum Haru semakin merekah memikirkan rencana yang ingin ia lakukan hari ini.
"Baiklah aku akan membereskan beberapa pekerjaan rumah terlebih dahulu baru pergi." gumam Haru.
***
Setelah menyelesaikan pekerjaan rumah yang harus dia kerjakan dan menyegarkan diri dengan sedikit mandi, Haru pun merias dirinya di depan cermin.
Setelah merasa semuanya siap, Haru mulai menuju ruang depan untuk memilih sepatu mana yang akan dia pakai hari ini, dan di saat itu pun bel rumahnya berbunyi.
Tingtong.
He? Siapa yang datang?
Baru sedikit Haru membuka pintu, orang yang ada di luar langsung menarik pintunya, dan ...
"Maaf mengganggu!!" Sho menyeruak masuk ke dalam rumah.
"Sho!?" Haru keheranan.
Sho langsung membuka sepatunya dan menggantinya dengan sandal rumah.
He?
"Sho? Ada apa?" Tanya Haru.
"Aku ya..." Sebelum Sho berhasil menyelesaikan kalimatnya, dia melihat ke arah Haru untuk pertama kalinya sejak dia memaksa masuk rumah. Dia menyadari kalau Haru berdandan sangat rapi, lalu bertanya "Kau mau ke mana?"
"Aku baru mau keluar." Jawab Haru
Beberapa saat mereka hanya saling pandang, lalu Sho mengambil tas yang Haru bawa dan berkata, "Kau tidak jadi pergi. Aku tidak akan membiarkanmu pergi dengan dandanan secantik itu tanpaku. Lagi pula kau liburkan hari ini." Sho pun masuk ke ruang tengah.
"Hee~" keluh Haru.
"Kenapa kau tidak mengabariku kalau mau ke sini?" tambah Haru sambil mengikuti Sho ke ruang tengah.
"Memang kenapa? Aku tidak boleh datang kesini kalau tidak mengabari dulu?" Tanya Sho.
"Ya bukan begitu. Kalau aku tahu kau akan ke sini aku tidak perlu membuat rencana untuk keluar dan berdandan." Jawab Haru.
Mendengar itu, Sho langsung menatap wajah Haru dengan serius. Dan berkata "Jadi kalau ketemu aku, kau tidak perlu cantik?"
Haru tertegun mendengar pertanyaan itu, "Ya gak gitu juga sih." Jawab Haru
Tapikan kalau cuma di rumah doang, aku gak perlu ngabisin make up begini. Ya sudahlah, tidak apa rencanaku gagal hari ini. Tapi aku bisa bersama Sho. Kesempatan berdua seperti inipun jarang terjadi setelah sebulan kami balikan lagi. Jadi aku akan menikmati hari yang cerah ini bersama Sho.
"Terus bukannya kau ada jadwal hari ini?" lanjut Haru sambil mengikuti Sho yang duduk bersila di karpet dan mengeluarkan sebuah buku naskah di atas meja.
"Ini jadwalku." jawab Sho dengan menunjuk naskah yang dia keluarkan.
"Hari ini jadwalku menghafal dialog dari naskah ini. Aku pikir akan lebih bahagianya aku kalau menghafalnya ditemani kamu."
Sho menambahkannya dengan bergaya genit.
Haru yang duduk di seberang meja berhadapan dengan Sho, hanya memasang wajah tidak tertarik dan memicingkan matanya. Sho pun tertawa membalas ekspresi Haru itu.
Namun Haru tidak bergeming dan wajahnya menjadi serius menatap wajah Sho. Sho yang melihat tatapan Haru itu pun berhenti tertawa. Merekapun saling bertatapan.
Beberapa saat suasana jadi hening. Haru yang masih menatap wajah Sho mulai mencondongkan tubuhnya dan mendekati Sho. Sho yang melihat itu, mencoba untuk menyambut Haru namun di saat itupun Haru tertawa dan bangkit dari duduknya untuk pergi ke dapur, meninggalkan wajah kecewa dan terkejut Sho.
"HAH!?" Teriak Sho.
"Oi!!"
Haru mengacuhkan teriakan Sho dan terus berjalan menuju dapur sambil tertawa. Dan saat Haru baru sampai di meja konter, tiba-tiba Sho mendekapnya dari belakang dan berkata, "Kau mau coba-coba mancing ya?"
"Enggak. Enggak kok. Iya, Iya. Maaf." Jawab Haru dengan tertawa dan menjauhkan wajahnya dari wajah Sho.
"Tidak. Kau tidak bisa lari dariku sekarang." lalu Sho memutar tubuh Haru yang membuat Haru hanya bisa melihat wajah Sho dengan dekat.
"Iya, ampun." Haru meminta maaf masih dengan senyumannya.
Mereka pun saling bertatapan dan tersenyum. Sho mengencangkan dekapannya dan berkata,
"Kau harus membayarnya kalau begitu."
Lalu dengan perlahan Sho menempelkan bibirnya ke bibir Haru dengan lembut.
"Ah, lipstikku belum kering benar. bibirmu jadi ikutan merah." Haru mengusap bibir Sho dengan jarinya sambil tersenyum.
Sho memegang tangan Haru dan menyingkirkannya dari bibirnya.
"Biarkan saja." Lalu kembali Sho mencium Haru.
Suara kicauan burung dari luar terdengar masuk ke dalam ruangan, seolah menunjukkan bahwa hari ini adalah hari yang cerah dan indah. Seolah bunga sakura di tokyo pun tidak keberatan untuk mekar di bulan maret, karena melihat kebahagiaan mereka berdua.
...
Namun, kebahagiaan mereka tidaklah berlangsung lama.
THE END
KAMU SEDANG MEMBACA
NEVERLAND
FanfictionEverything is on your dreams. Kumpulan drabble / Ficlet yang kebanyakan KING ditambah NEWS massu dan Shige. Termasuk juga Spinoff dari FF aku sebelumnya "Distance"
