14

809 73 2
                                        

Setelah menyelesaikan pekerjaan dikatornya eunji bersiap-siap untuk pulang.  Eunji berjalan menuju parkiran mobil miliknya.  Namun hpnya tiba2 saja berdering

" Baiklah, aku akan kesanah"
Eunji pun langsung membawa mobilnya sangat kencang.
Kemudian ia memarkirkan mobil disebuah gedung kosong dan langsung disambut oleh bomi dan 4 orang pengawalnya . Eunji pun masuk kedalam sebuah ruang dan melihat seorang laki2 tengah diikat

" Lepas!! "
Teriak pria itu pada eunji saat eunji duduk dihandapannya

" Aku tak ingin bertele2. Mengapa 7 Tahun yang lalu aku ada dirumahku? "
Tanya eunji pada pria itu

" Apa maksudmu!?"
Teriak pria itu

" Rumah mewa MILIK TUAN PARK! "
Teriak eunji emosi dan mencengkram baju pria itu

" Ah..  haha rumah itu.. Aku hanya di minta oleh seseorang untuk melindunginya jika terjadi sesuatu"
Jawab laki-laki itu

" Siapa yang memintamu? ".
Tanya eunji balik

" seoeang wanita.Aku tak mengenal wajahnya"
Ucap laki-laki itu

" Lalu apa yang terjadi malan itu disanah? apa kau mengetahui sesuatu"
Tanya eunji dengan wajah penuh emosi

" Yang aku dengar suara wanita bertengkar dan tak lama wanita yang membayarku keluar dengan menutupi wajahnya dan kami meninggalkan rumah itu"
Mendengar penjelasan pria itu eunji tak dapat menahan emosi dan membanting benda2 di sanah

" Nji-"
Bomi berusaha menenangkan eunji karna saat ini keadaan eunji sangat kacau seperti orang gila

" Aku akan membunuh wanita itu..  aaahhhh"
Teriak eunji seperti menahan sakit

Setelah kejadian itu bomi membawa eunji keapartement miliknya dan menemukan chanyeol disanah

" Ada apa dengan dia? "
Tanya chanyeol panik

" Tolong bawa dia kekamar dan baringkan dia aku tak bisa memapahnya tanganku terluka"
Ucap bomi..  dan chanyeol dapat melihat ada darah di punggu dan tangan bomi. Chanyeol langsung membarikan eunji dan menyelimutinya

" Kau kenapa? "
Tanya chanyeol sambil terus memeriksa keadaan eunji..

Sedangkan bomi berbaring di kursi TV dan melepaskan jaketnya dan menelepon hayoung

" Yak aku terluka"
Bomi pun hanya duduk dan berusahaan menahan rasa sakit namun hayoung dengan cepat sudah ada di hadapannya

" Yak!  Apa kau hantu? "
Bomi kaget melihat hayoung yang kini ada di hadapannya

" Tutup mulutmu"
Ucap hayoung dengan emosi..  Hayoung langsung mencari obat2 untuk menyembuhkan bomi

" Yak mengapa punggungmu bisa terluka dengam serpihan kaca di punggungmu? "
Tanya hayoung sambil mengobati luka bomi

" Biasa "
Jawab bomi singkat

" Besok datanglah ke klinik milikku. Kau harus di ronsen"
Ucap hayoung dan bomi hanya mengangguk

" Eunji dikamarnya'
Ucap bomi dan hayoung langsung menghampiri eunji dan melihat chanyeol dengan gelisah duduk di samping ranjang eunji

" Dia akan baik-baik saja"
Ucap hayoung setelah menyuntikan obat pada eunji

" Apa dia akan segera bangun? "
Tanya chanyeol dengan terus menatap wajah eunji

" Tunggu saja"
Ucap hayoung dan meninggalkan keduanya

" Yak apa kau akan pergi ?"
Tanya hayoung melihat bomi beranjak dari kursinya dan membawa jaketnya

" Iyah aku harus membantu chorong aku membuat kekacauan dibar miliknya hehe"
Bomi pun berjalan dengan lemas sambil menenteng jaketnya

Namun saat ia berada dilobi ia dihadang beakhyun dan bomi ditarik hingga ke taman diapartement tersebut.  Malam ini sangat dingin mengingat kini sudah tengah malam

" Ada apa? "
Tanya bomi yang tak memiliki tenaga

" Sebenarnya kau siapa?! Apa kau tau kau hampir membuat ku terluka dan kekasihku kini menjadi trauma! "
Bentak baekhyun keras dan disanah hanya ada mereka berdua

" Aku siapa? "
Tanya bomi balik pada dirinya

" Apa kau wanita?  Kenapa kau slalu membuat onar dan berakhirnya dengan tubuh terluka..  kau sangat menyedihkan"
Cibir Baekhyun

" Ha.. Tapi meski aku terluka aku sudah melindung kalian berdua untuk tak terluka bukan"
Kini bomi melawan

" Apa. ? Melindungi?  Bagaimana kau sebut itu melindung jika kau saja tak bisa melindung tubuhmu! "
Ucap baekhyun sambil mendorong bomi ke tembok dan menahan pundak bomi . Namun cengkraman baekhyun melemah ketika ia lihat luka lebam pada pundak bomi saat kaos yang bomi pakai melorot padah bagian lehernya

" Lepas"
Ucap bomi sambil berusaha melepaskan tangan baekhyun dipundaknya

" Dengar. Aku tidak bermaksud membuatmu dan kekasihmu terluka. Dan aku sudah berusaha melindungimu dan kekasihmu.  "
Ucap bomi dengan menahan emosi dihatinya

" Dengarkan aku! Mengapa kau slalu melukai tubuhmu hah! Apa kau tak berfikir jika tubuhmu berharga! "
Bentak baekhyun dengan emosi

" KAU TAK TAU APA2! TAK ADA SATU ORANG PUN YANG MENGANGGAP TUBUKU BERHARGA!  Aku bukan wanita yang lahir dengan sepatu kaca!  aku tak lahir dengan harus memakai rok! "
Teriak bomi dengan penuh emosi dan matanya kini berkaca2

" Aku tidak -"
Baekhyun berusaha menenangkan bomi namun bomi langsung pergi.. dan baekhyun dapat melihat punggung bomi punuh bercak darah dan mengejarnya memeluknya dari belakang

" Maaf"
Ucap baekhyun..  namun bomi langsung melepaskannya dari beranjak pergi

Hari ini naeun tengah sibuk memeriksa pakaian yang akan dipakao oleh parah model besok pagi

" Ah ini sangat melalahkan dan aku lapar"
Naeun pun menahan perutnya yang lapar..  dia melihat sekeliling studio kini hanya dia sendiri

" Mengapa sangat sepi.. "
Naeun melihat jangan tangan dan ia sadar saat ini pukul 1 malam..  Saat menuju ruangan pegawai ia melihat semua orang pun tertidur

" Mereka pasti sangat kelelahan"
Naeun pun menatap wajah para pegawainya sesaat dan kemudian ia keluar dan duduk sendiri balkon kantor.  Ia melihat kai dilapang basket dan naeun pun menghampiri kai

" Kau akan sakit jika berada disinih hingga dini hari"
Ucap naeun dan memberikan coffe pada kai

" Akhirnya kau keluar"
Ucap kai dengan tersenyum

" Maaf aku membentakmu"
Ucap kai..

" Mmmm"
Jawab naeun

" Aku lapar"
Ucap dengan nada imut

" Makanlah"
Ucap kai sambil memberikan sebungkus MC

" Kau tak makan? "
Tanya naeun

" Sudah".
Sambil menunjukan bungkus MC yang sudah kosong

" Bulan ini siapa yang akan menjadi Model prianya"
Tanya kai sambil melihat naeun makan

" Nam Jun Hyuk"
Jawab naeun..

" aaaa...  Nam Jun Hyuk? bukan kau sangat ingin dia menjadi model pakian mu? "
Tanya kai

" Mmmm"
Jawab naeun singkat

" Kau senang"
Tanya kai lagi

" Mmmm"
Naeun hanya fokus pada makanannya

" Tapi aku sangat menyukaimu"
Ucap naeun tiba-tiba

" aku tau"
Jawab kai malu-malu

" Naeun -"
Panggil kai namun naeun hanya membalasnya dengan menatap wajah kai

" Jadilah kekasihku"
Naeun pun tersenyum sebagai balasan dari ajak kai..

Love Story ( Exo-Apink )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang