Sudah 2 minggu sejak kembalinya hayoung ia langsung bekerja namun selama itu pula sehun tak pernah menghubungi hayoung. Merasa sedih setelah pekerjaannya selesai hayoung memilih datang ke restoran chorong.
" Apa ada masalah? ". Tanya chorong saat melihat wajah hayoung
" Ah tidak ada. Aku hanya merasa lelah saja". Hayoung pun hanya tersenyum palsu pada chorong
" Apa kalian bertengkar? ". Tanya chorong pada hayoung dan akhirnya hayoung menceritakan semua masalah ia dan sehun akhir2 ini.
" Sebaiknya kau menemui dia. Kau bawa saja makanan ini. Ini yang slalu sehun pesan jika direstoranku". Chorong pun memberikan kotak makanan dan hayoung pun membawanya untuk ke drom Exo. Setibanya disanah hayoung tentu saja disambut baik oleh member yang ada didrom.
" Sehun belum pulang kau bisa tunggu dia dikamarnya. Dia sebentar lagi akan pulang". Hayoung pun masuk kedalam kamar sehun tak banyak yang berubah dari kamar sehun. Banyak hadiah dari fans yang tertumpuk di berbagai sudut kamar sehun.
" Banyak sekali hadiah yang belum dia buka" . Hayoung pun membuka sebuah kota cukup besar yang ada didekat kasur sehun. Saat melihat isi kotak itu hayoung sangat terkejut karna banyak surat dan hal-hal menakut. Ia melihat foto sehun di lumuri darah, boneka sehun yang di cabik2 dan noda darah di boneka itu. Apa lagi banyak surat yang isinya hanya makian pada sehun. Hayoung tau ini semua pasti karna hubungannya dengan sehun. .
" Mengapa tak memberitahuku jika akan datang". Ucap sehun didepan kamarnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" Kenapa kau tau menceritakannya padaku? ". Ucap hayoung sambil memasang wajah sedih dan kecewa . Sehun melihat jika hayoung membuka kota itu..
" Ini bukan salahmu. Jangan memikirkan hal-hal aneh". Sehun pun merebut kotak yang tadi hayoung buka dan menyimpannya kedalam lemari.
" Seharus aku tak pernah menganggumu. Maafkan aku, semua ini salahku". Hayoung pun membungkuk pada sehun dan langsung meninggalkan kamar sehun.
" Oppa, aku pulang dulu" Hayoung pun pamit pada lay. Sehun kini menarik nafasnya dalam-dalam sebelum menyusul hayoung keluar.
Hayoung membawa mobilnya dengan perasaan sangat sedih. Sampai dirumah eunji hayoung langsung mengurung dirinya. Ia menyalahkan dirinya sendiri membuat sehun dibenci oleh fans yang dulu sangat mencintai dia. .
" Kau memang egois oh hayoung" Hayoung pun menutup tubuhnya dengan selimut untuk membuat suara tangis tak terdengar keras. Namun setelah lebih dari setengah jam menangis hayoung merasakan jika seseorang duduk dikasurnya.
" Mengapa kau kemari? " Tanya hayoung saat tau sehun duduk di ranjangnya.
" Kenapa kau menangis? " Sehun pun langsung menghapus air mata di wajah hayoung.
" Semua ini salahku,seharusnya aku tak mendekatimu lebih dulu". Hayoung pun menundukkan kepalanya.
" Tidak. Ini bukan karnamu. Aku akan bahagia selama kau tetap bersamaku. Itu cukup bagiku". Sehun pun memeluk hayoung dan kembali menghapus air mata hayoung . Kemudian mencium bibir hayoung..
" Aku merindukanmu". Ucap sehun dengan mata yang menunjukan ke inginannya. Mereka pun menghabiskan malam bersama.
Besok paginya eunji menunggu hayoung untuk sarapan namun hayoung masih belum turun.
" Apa dia masih tidur? ". Eunji pun berjalan ke kamar hayoung namun yang ia lihat kini sehun dan hayoung tengah tidur bersama.
" Mereka. Seharusnya mereka mengunci pintunya" Eunji kembali ke meja makan dengan tersenyum melihat apa yang ia lihat pagi ini. Dan hari itu hayoung bangun tengah hari saat ia bangun ia tak melihat sehun.
" Jam 12 . dia pasti sudah pergi" Hayoung pun bangun dari tempat tidur dan berusaha mencari kaos untuk menutupi tubuhnya.
" Apa kau sudah bangun". tanya sehun yang sudah berpakian rapi dan membawa sarapan untuk hayoung.
" Kenapa tak menbangunkanku" Hayoung pun mengambil sarapan yang sehun bawakan.
" Kenapa kau masih cantik meski baru bangun tidur". Sehun pun menciun bibir hayoung sekilas.
" Terimakasih " Hayoung pun menghabiskan sarapannya. Dan pergi mandi sedangkan sehun menunggu hayoung di ranjangnya. Ia menemukan buku harian hayoung ia membaca buku harian hayoung sejak masih kuliah dulu.
" Wah ternyata dia menyukaiku sejak dari dulu".. Sehun pun hanya tertawa membaca isi buku harian kekasihnya. Hayoung yang melihat sehun membaca buku hariannya langsung mengambilnya
" Kenapa membacanya" Hayoung pun memasukan buku itu kedalam laci dan menguncinya
" Aku tidak tau jika kau sangat menyukaiku". Sehun pun mengoda hayoung dan hayoung semakin merasa malu.
" Cepat pergi bukan kau harus latihan ". Hayoung pun mendorong sehun keluar dari kamarnya namun tubuh kokoh sehun tak bergerak sama sekali
" saranghae" Ucap sehun dan memberi kecupan lembut dibibir hayoung .
"Yeppeo" Sehun membelai rambut hayoung yang masih basah.
" Kenapa kau menjadi sangat baik" Hayoung pun mundur selangkah dari sehun.
" Karna kau sangat cantik hari ini" Sehun pun selangkah maju dan hayoung terus mundur sampai ia jatuh ke atas ranjang.
" Yak. Cepat keluar aku harus memakai baju". Hayoung pun menjadi sangat gugup. Dia matanya sehun kini 100x lebih tampan sejak dia bilang cantik padanya.
" Mengapa wajah menjadi merah? Bukan aku sering bilang kau cantik tapi kenapa kamu menjadi malu". Sehun terus mengoda hayoung bahkan dia kini mendekatkan wajah pada hayoung sambil tertawa mengejek .
" Utjima " Acam hayoung agar sehun berhenti tertawa namun sehun justru semakin tertawa lebih keras melihat ekspresi malu hayoung. Hayoung pun langsung menarik leher sehun hingga wajahnya kini sangat dekat dengan sehun dan menciumnya. Kini hayoung yang mencium sehun dan sehun menerima ciumuman itu.
" Kenapa kau membangunkannya". Goda sehun dan langsung membawa hayoung kembali kedalam selimut.