*Hadiah*

86 6 6
                                    

Ketika sampai di rumah reano melihat papah, mamah dan bahkan kembarannya sedang berkumpul di ruang keluarga sedang berbincang.

Apa yang sedang mereka bicarakan? sepertinya sesuatu hal yang rahasia.batin reano

"Hai kak ano. Kamu udah pulang?"tanya mama reano ketika dirinya tidak sengaja melihat anaknya berdiri  di depan pintu ruang keluarga.

Karna panggilan mamanya itu membuat lamunan reano terhenti yang langsung menghampiri mamanya dan mencium lengan kedua orang tuanya.

"Sini duduk sayang ada yang mama sama papah mau bicarakan"perintah mama reano sambil menepuk nepuk sofa yang kosong di sampingnya seperti menyuruh untuk duduk disampingnya.

Reano pun menuruti perintah mamanya dan langsung duduk di sebelahnya.

"Papah tumben di rumah?"tanya reano heran

"Emang enggak boleh papah di rumah?"bukannya menjawab papah reano malah balik menanya dengan nada pura pura marah

"Eh! Anggak bukan gitu. Reano cuma heran aja tumben papah di rumah jam segini?"kata reano dengan kedua tangan di rentangkan kedepan seperti menyuruh papahnya tenang.

"Iya lo kak bukannya seneng papah ada di rumah. Jangan jangan lo enggak mau ya papah ada dirumah?"kata geano dengan nada menggoda

Awas lo! Geano lihat saja nanti! Habis lo ditangan gue!batin reano

Mendengar penuturan kembarannya yang malah memanas manaskan papahnya membuat reano langsung menatap kearah geano namun yang diberi tatapan oleh reano itu bukannya berhenti geano malah semakin jadi dan terus memanasi papahnya

"Hukum aja pah kak reano, kalo papah enggak tau hukuman apa yang cocok buat kak reano, geano siap kok kasih saran ke papah"kata geano sambil memberi hormat kepada papahnya

"Apa sih lo! Ribet banget kayak teletabis!" Emosi reano

"Biarin yang penting imut. Wlek" kata geano pede sambil menjulurkan lidahnya kearah reano

Melihat kedua anaknya ribut kirana hanya bisa menggelengkan kepalanya, dan akhirnya ramalah yang menghentikan keributan kedua anaknya itu

"Hei kalian ini ya kayak mami rempong aja ribut enggak henti henti"kata rama

Mendengar penuturan papahnya membuat geano dan reano pun langsung tertunduk karna tak ingin sampai tanduk ayahnya keluar bisa habis mereka di tangan papahnya

"Nah gitu dong diemkan papah bisa ngomong sekarang"lanjut rama ketika melihat anaknya sudah terdiam

"Re papah mau minta sesuatu sama kamu dan enggak ada penolakan untuk ini"kata rama beralih menatap reano

Mendengar papahnya berbicara dengannya reano pun mengangkat kepalanya dan menghadap papahnya

"Papah mau minta apa sama reano. Jangan bilang papah minta reano mungut kecoa, kalo itu reano en__" belum selesai reano berbicara rama sudah memotong ucapannya

"Enggaklah ngapain juga papah nyuruh kamu mungut kecoa yang ada kamu pingsan"kata rama

Selamet.batin reano sambil mengusap dadanya

"Trus papah mau minta apa sama reano?"tanya reano

"Kamu nanti malem harus ikut papah sama mamah ke acara makan malem papah sama teman papah dan kamu harus bawa kado buat anaknya"kata rama yang hanya di balas dengan ber'oh'ria sambil manggut manggut tanda mengerti

"Kamu enggak nanya gituh anaknya laki apa perempuan?"tanya rama karna reano hanya membalas dengan anggukan

"Emang anaknya apa? Laki? Perempuan? Atau banci?"tanya reano dengan polosnya

Cuek LOVES AnehTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang